Belajar Blog

Minggu, 23 Januari 2011

Hukum-hukum Throndike


Hukum-hukum belajar menurut Thorndike
A.      Hukum belajar Primary (Primary Law of Learning)
B.      Hukum belajar Sekunder (Subsidary Law of Learning)
C.      Hukum belajar Tersier (Tambahan)
Penjelasan :
A.      Hukum belajar Primary (Primary Law of Learning)
-          Hukum Kesiapan (Law of Raidness)
 Hukum ini mempunyai tiga aspek atau kemungkinan didalamnya :
·         Jika suatu konduksi telah siap untuk berkonduksi. Maka konduksi dengan unit tersebut akan menimbulkan kepuasan dan tidak ada tindakan lain lagi untuk mengubah konduksi tersebut.
·         Untuk suatu unit konduksi yang telah siap untuk berkonduksi maka jika tidak ada kesempatan untuk berkonduksi akan menimbulkan kekecewaan dan akan menimbulkan respon-respon lain untuk mengurangi atau meniadakan ketidakpuasan tersebut.
·         Apabila suatu unit konduksi tidak siap untuk berkonduksi dipaksa untuk berkonduksi, maka kondisi itu akan menimbulkan ketidakpuasan.
-          Hukum Latihan (Law of Exercise)
Hukum ini mengandung dua aspek didalamnya :
·         Law of Use : yang mengandung pengertian bahwa hubungan-hubungan akan menjadi bertambah kuat jika ada latihan-latihan.
·         Law of disuse : yang mengandung pengertian : bahwa hubungan akan bertambah lemah atau terlupa jika latihan atau penggunaan dihentikan.
-          Hukum Akibat (Law of Effect)
Hukum ini menunjukan akan semakin kuat atau semakin lemah hubungan sebagai akibat daripada respon yang dilakukan.
B.      Hukum belajar Subsider (Subsidary Law of Learning)
Terdapat 5 (Lima) hukum belajar Subsider :
-          Hukum Respon Ganda (Law of Multiple Response)
Hukum ini mengatakan :
Bahwa apabila individu dihadapkan kepada suatu situasi, maka cenderung untuk menentukan respon yang paling tepat diantara respon-respon yang dimungkinkan untuk memperlakukan situasi itu.
Hukum Respon Ganda ini dikemukakan karena anggapan Thorndike bahwa dalam banyak hal pada mula-mulanya seseorang tidak dapat memberikan respon yang benar.
-          Hukum Sikap (Law of Attitude, Disposotion Or Set)
Hukum ini mengatakan :
Bahwa suatu reaksi atas respon yang ditujukan kepada suatu stimulus atau situasi mendapat pengaruh dari dua faktor :
Dua faktor itu adalah :
·         Faktor Internal (dalam, batin) orang itu.
·         Faktor Eksternal (luar) orang itu, yang berupa situasi yang ada dalam lingkungannya.
Dengan demikian, terhadap suatu situasi yang sama dua orang misalnya memberikan respon yang berbeda.

-          Hukum Aktivitas (Law of Partial Activity)
Hukum ini mengatakan :
Bahwa pada seseorang terdapat sifat selectif (memilih) di dalam memberikan respon terhadap situasi yang dihadapinya dengan memperhatikan elemen-elemen situasi itu berdasar kebutuhan yang dirasakannya.
Dengan demikian : Individu dapat memilih hal-hal yang pokok sesuai dengan kebutuhannya serta meninggalkan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan kebutuhannya.
-          Hukum Asimilasi atau Analogi (Law of Assimilation or Analogy)
Hukum ini menyatakan :
Bahwa didalam memahami situasi baru,  Individu berusaha mencari unsur-unsur yang sama dengan unsur-unsur ada pada pengalaman situasi lama.
-          Hukum Pengubahan Asosiatif (Law of Associative Shifting)
Hukum ini menyatakan :
Bahwa suatu tindakan yang praktis dalam memberikan respon pada suatu situasi yang spesifik akan memungkinkan seseorang individu mencapai taraf pemberian respon yang memadai yang berhubungan dengan situasi lain yang sensitif baginya.
C.      Hukum Belajar Tambahan (Tertier)
-          Belonggingness
Menyatakan bahwa belajar akan menjadi kuat dengan adanya elemen-elemen yang berhubungan dengan sesamanya. Demikian pula akan menjadi lebih mudah dipahami daripada bahan yang tidak mengandung arti.
-          Impressiveness
Menyatakan bahwa intensitas atau kuatnya perangsang akan menetukan kuatnya kesan-kesan yang diperoleh.
-          Polarity
Menyatakan bahwa ada kecenderungan individu utnuk menghubungkan objek-objek dan konsep-konsep pengalaman yang memiliki asosiasi yang wajar dalam belajar.
-          Identifiability
Menyatakan bahwa karena frekuensi hubungan respon dengan stimulis maka tercapai tingkat ketidakasingan individu mengenai elemen-elemen yang terdapat dalam situasi itu.
-          Availability
Adalah hukum mengenai kesiapan fisiologis dan mental individu dalam pola hubungan stimulus respon untuk berfungsi.
-          Mental System
Merupakan hukum yang mengandung aspek-aspek hukum yang lain dan terutama berkaitan dengan pembentukan kebiasaan (Habit Forming).
                Dalam kaitan dengan pembelajaran dalam pendidikan Thorndike menambahkan lima macam hukum pembelajaran lagi yang disebutnya sebgai hukum Minor. Kelima hukum tersebut ialah :
1.       Hukum Gerak Tindak Aneka (Multiple Response), yaitu hukum yang menyatakan bahwa dalam satu rangsangan dapat menghasilkan beraneka tindak balas.
Contohnya ketrampilan dalam main tenis, dapat menghasilkan bermacam-macam gerakan untuk mengahdapi bola.
2.       Hukum Sikap  atau Keadaan Awal (Attitudes Dispotitons or States), yaitu yang menyatakan bahwa kondisi individu pada awal pembelajaran akan mempengaruhi proses pembelajaran.
Misalnya : Keadaan sikap dan kesiapan untuk memulai pembelajaran, arahan untuk suatu aktivitas.
3.       Hukum Kemampuan Memilih hal-hal Penting (Partial or Piecemeal Activity of a Situation), yaitu kemampuan seorang pelajar memilih hal-hal yang dianggap penting dari suatu keadaan dan bertindak sesuai dengan apa yang dipandang penting.
4.       Hukum Tindak Balas melalui Analogi (Assimilation or Response by Analogy), yaitu kemampuan individu untuk melakukan tindak balas dalam situasi yang baru dengan menggunakan tindak balas yang telah dimilikinya, dengan penyesuaian seperlunya.
Misalnya : Menggunakan ketrampilan bermain badminton dalam bermain tenis.
5.       Hukum Pemindahan Berkait (Associative Shifting), yaitu menggantikan atau melanjutkan suatu rangsangan sehingga tindak balas bersesuaian dengan dengan rangsangan baru.
Misalnya : Meneruskan kebiasaan memberikan bahan-bahan bacaan kepada anak agar dia selalu mau membaca dalam setiap kesempatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar