Belajar Blog

Senin, 24 Januari 2011

MAKALAH INVESTASI PASAR MODAL

Pasar Derivatif




Unidha.bmp



DISUSUN OLEH :

1.       Ika Melati                             (0902020013)



UNIVERSITAS WISNUWARDHANA MALANG
JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
MALANG


KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pasar Derivatif” ini dengan baik.
        Pengetahuan mengenai Investasi Pasar Modal di Indonesia sangat penting untuk dipelajari dan dikembangkan. Demikian pula bagi mahasiswa yang kiranya cukup banyak menjumpai masalah yang berkaitan dengan ruang lingkup pembahasan. Atas dorongan untuk membantu para pembaca baik di kalangan mahasiswa, maupun pembaca lainnya dalam memahami Investasi Pasar Modal, maka penulis menyusun dan menyajikan makalah yang berjudul “Pasar Derivatif” ini. Selain itu penulis juga ingin mempelajari materi ini dengan baik dan menyeluruh.
        Penulis menyadari bahwa, makalah ini masih jauh dari sempurna dan memuaskan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran para pembaca untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya, para pembaca dan semua pihak pada umumnya.



                                                                        Penyusun









DERIVATIF

Pengertian Derivatif
Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product).
Derivatif digunakan oleh manajemen investasi / manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying).
                Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif namun opsi / kontrak berjangka dan swap adalah yang umum dikenal.

OPSI dan SWAP

1.    OPSI
Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya, misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual / put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan di depan (strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola resiko turunnya nilai jual dari stok XX yang dimilikinya, dilain sisi pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XX  tersebut tidak akan turun.

Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike.

2.       SWAP
                Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum. Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan / pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan.
Derivatif dapat mengacu pada pada berbagai jenis aset seperti misalnya komoditi, saham atau obligasi, suku bunga, nilai tukar mata uang atau indeks           seperti indeks pasar saham, indeks harga konsumen (CPI-Consumer Price Index), atau bahkan indeks kondisi cuaca ataupun derivatif lainnya. Tampilan dari aset termaksud dapat menetapkan harga ataupun saat pembayaran.
                Kegunaan utama dari derivatif ini adalah untuk mengalihkan resiko ataupun mengambil suatu resiko tergantung apakah posisinya sebagai hedger (pelaku lindung nilai) atau spekulator. Bermacam-macam rentang nilai antara aset acuan dan alternatif pembayaran menghasilkan beraneka kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasaran.

KEGUNAAN DERIVATIF

1.     Asuransi dan lindung nilai
                Salah satu kegunaan derivatif adalah sebagai suatu alat untuk mengalihkan resiko. Contohnya, petani dapat menjual kontrak berjangka atas hasil panenan kepada spekulator sebelum panen dilakukan. Petani melakukan lindung nilai atas resiko naik atau turunnya harga panenan dan spekulator menerima pengalihan resiko ini dengan harapan imbalan yang besar.

Petani mengetahui secara pasti nilai jual hasil panen yang akan diperolehnya kelak dan si spekulator akan memperoleh keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian.

2.       Spekulasi dan arbitrasi
                Arbitrasi atau juga dikenal dengan istilah asing "arbitrage" ini bisa diartikan sebagai suatu tindakan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan antara satu aset acuan dan aset acuan lainnya misalnya dengan memanfaatkan perbedaan antara nilai Indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Jakarta (spot market ) dan nilai ILQ-45 pada KBIE di Bursa Efek Surabaya        (futures market ), jadi selain mengambil posisi di BES, juga harus mengambil posisi di BEJ sehingga secara simultan mengambil posisi yang berlawanan antara di BEJ dan BES. Spekulator dapat bertransaksi dengan spekulator lainnya juga dengan orang yang membutuhkan lindung nilai (hedger). Pada umumnya transaksi pasar derivatif lebih didominasi oleh perdagangan spekulatif daripada perdagangan lindung nilai dalam artian yang sesungguhnya.















PASAR DERIVATIF

Pasar Derivatif
Pasar derivatif adalah merupakan pasar keuangan bagi perdagangan derivatif. Pasar derivatif ini dapat dibagi lagi menjadi 2 yaitu bursa berjangka derivatif dan perdagangan derivatif diluar bursa (Over-the-counter).
1. Bursa berjangka
                Bursa berjangka atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan.
Bursa berjangka seperti Euronext liffe dan Chicago Mercantile Exchange, memperdagangkan kontrak derivatif yang sudah distandarisasi yaitu misalnya opsidan kontrak berjangka atas suatu aset dasar atau aset acuan. Para anggota bursa mengambil suatu posisi (beli atau jual) dalam kontrak berjangka melawan bursa selaku lawan transaksi. Kontrak perdagangan berjangka tidak diterbitkan sebagaimana dalam penerbitan saham tetapi "terbentuk" sewaktu ada pihak pembeli (disebut dengan istilah long) dan ada pihak penjual (yang disebut short).
                Pihak pembeli dan penjual kontrak menciptakan kontrak baru setiap kali mereka mencapai kesepakatan. Kalau bukan untuk menutup posisi long sebelumnya, pasti pihak penjual akan menjadi short. Short dan long selalu berpasangan, dimana ada pihak yang memiliki posisi long, pasti ada pihak yang short. Di bursa saham, jumlah efek yang terdaftar adalah terbatas. Penjual, kecuali emiten, tidak dapat menciptakan saham itu, karena di pasar modal penjual harus memiliki atau meminjam efek, sebelum boleh menjualnya. Sedangkan pada bursa berjangka, pihak pembeli dan penjual kontrak menciptakan kontrak baru setiap kali mereka mencapai kesepakatan.



2. Pasar perdagangan diluar bursa
Pasar perdagangan diluar bursa atau lebih dikenal dengan istilah "over the counter" atau juga biasa disebut "Pasar OTC" adalah merupakan tempat perdagangan berjangka suatu produk derivatif dengan syarat-syarat non standar (syarat-syaratnya sesuai keinginan para pihak) . Para pelaku perdagangan di pasar OTC ini terdiri dari bank investasi selaku pedagang dan pembentu pasar serta nasabah mereka seperti hedge fund, bank komersial, BUMN, dll. Produk yang sering diperdagangkan over-the-counter adalah swap, kontrak berjangka kurs, kontrak berjangka, derivatif kredit, dll.
               
TRANSAKSI ELEMENTER DI PASAR DERIVATIF

Transaksi elementer di pasar derivatif ada tiga antara lain :
1.    Forward Contract / Futures Contract
Forward Contract adalah perjanjian antara bank dan pelanggan untuk menyerahkan sejumlah mata uang tertentu dengan yang lain pada waktu tertentu di masa datang dengan kurs yang ditetapkan pada saat kontrak disepakati. Forward Contract ini digunakan untuk mengendalikan dan meminimalkan risiko sebagai contoh risiko perubahan nilai mata uang. Futures Contract serupa dengan Forward Contract karena memungkinkan pembeli untuk mengunci harga yang harus dibayarkan bagi suatu valuta tertentu pada suatu waktu di masa datang. Tetapi, karakteristik Forward Contract berbeda dengan Futures Contract. Forward Contract diperdagangkan melalui telepon sedangkan Futures Contract diperdagangkan langsung antara dua pihak yang saling bertemu.
Meski Forward Contract dan Futures Contract sama namun terdapat beberapa perbedaan utama diantaranya :
1.       Futures Contract merupakan kontrak yang telah distandardisasi yang  diperdagangkan pada pasar valas yang terorganisir sedangkan Forward Contract merupakan kontrak-kontrak non-standard yang dibuat antara bak dan kliennya.

2.  Futures Contract di mark to market (pembayaran profit dan lossnya dilakukan setiap hari) hari terakhir masing-masing (jatuh tempo) kontrak yang telah ditetapkan.
3.  Futures Contract sangat menguntungkan para spekulan dan pelanggan-pelanggan komersial yang memiliki cash inflows dan outflows yang stabil dan kotinu dalam mata uang asing.

2.    Options
Merupakan hak untuk berakad jual (put) / beli (call) pada masa yang akan datang dengan jaminan premi. Bedanya dengan futures atau forwards adalah options ini bukanlah kewajiban tetapi hak. Apabila pembeli tiba-tiba tidak jadi membeli maka pembeli boleh me-cancel. Akibatnya penjual tidak jadi menjual tetapi penjual mendapat premi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga opsi antara lain:
1. Harga saham yan menjadi patokan.
2. Strike price yang ditetapkan.
3. Expiration date dari opsi.
4. Volatilitas harga saham yang diharapkan selama umur opsi.
5. Tingkat suku bunga jangka pendek selama umur opsi.
6. Dividen yang diharapkan diberikan oleh saham yang dijadikan patokan
dalam opsi selama umur opsi tersebut.

3.    Swap
Seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan  tunai (spot) dengan penjualan / pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan.


DAFTAR PUSTAKA








1 komentar: