Belajar Blog

Senin, 24 Januari 2011

MEKANISME PERTAHANAN EGO


ð  Merupakan cara ego untuk menghilangkan tekanan kecemasan yang berlebih-lebihan dengan cara yang ekstrim.
ð  Ciri umum :
·         Menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan.
·         Bekerja secara tak sadar sehingga orang tidak tahu apa yang sedang terjadi.
ð  Bentuknya :

1.       Represi ―>
·         Yaitu melupakan isi kesadaran yang traumatis atau bisa membangkitkan kecemasan ―> Mendorong kenyataan yang tidak bisa diterima kepada ketaksadaran atau menjadi tidak menyadari hal-hal yang menyakitkan.
·         Represi merupakan konsep paling awal dalam psikoanalisa.
·         Represi merupakan salah satu konsep yang paling penting ―> menjadi basis banyak pertahanan ego lainnya.
Merupakan Mekanisme Pembelaan Ego dengan menyingkiran unsur psikik (sesuatu afek, pemikiran, motif, konflik) sehingga menjadi nirsadar (dilupakan/tidak dapat diingat lagi). Represi membantu individu mengontrol impuls-impuls berbahaya.
Contoh : 
1)      Ayu pernah disakiti oleh kekasihnya, ia di khianati oleh pacarnya dan sahabatnya. Ia menyaksikan sendiri penghianatan itu saat mereka bermain di taman kota. Sehingga ayu berusaha untuk melupakan tempat itu, karena jika ia ingat tempat itu hatinya akan kembali terluka. Ia telah mengubur dalam-dalam kenangan pahit itu dan sekarang ia tidak ingat lagi peristiwa itu.
Realisasinya :           Ayu tidak ingat lagi peristiwa pahit itu, ia telah melupakan dan tidak mau mengingat lagi penghianatan pacarnya dan sahabatnya saat mereka ada di taman kota
2)      Vivi mengalami kecelakaan bersama keluarganya di daerah dekat sungai Berantas, dalam peristiwa itu keluarganya meninggal dunia. Vivi merasa sangat trauma dengan peristiwa itu sehingga ia tidak mau lagi mengingat peristiwa kecelakaan yang menimpa keluarganya dan ia telah melupakan tempat itu, sehingga ia bisa melupakan semua peristiwa kecelakaan yang menimpanya dan keluarganya.
Realisasinya :           Vivi tidak ingan lagi peristiwa kecelakaan itu dan ia tidak mau mengingat-ngingat lagi kejadian yang membuatnya trauma. Sehingga ia melupakan semua peristiwa yang menimpanya dan menimpa keluarganya.

2.       Proyeksi ―> Mengalamatkan sifat-sifat tertentu yang tidak bisa diterima oleh ego kepada orang lain, atau mekanisme yang digunakan untuk mengubah kecemasan neurotik, moral menjadi ketakutan yang objektif. Misal : “Ia memberi saya”, sebagai ganti “Saya membenci dia”.
Merupakan Mekanisme Pembelaan Ego yang berlawanan dengan introjeksi, dimana menyalahkan orang lain atas kelalaian dan kesalahan-kesalahan atau kekurangan diri sendiri,  keinginan impuls-impuls sendiri.
Contoh :
1)      Ahmat diam-diam memiliki perasaan cinta pada Dina akan tetapi ia menuduh Budi yang memiliki perasaan cinta pada Dina.
Realisasinya :           Ahmat menuduh Budi memiliki perasaan cinta pada Dina padahal yang memiliki perasaan cinta pada Dina adalah Ahmat sendiri.
2)      Yana tidak suka dengan sikap Amanda karena Amanda suka bohong tetapi Yana menuduh Iner yang tidak suka dengan sikap Amanda.
Realisasinya :           Yana menuduh Iner tidak suka dengan sikap Amanda padahal Yana sendirilah yang tidak suka dengan sikap Amanda.

3.       Pembentukan Reaksi ―>
·         Yaitu tindakan defensif yang berupa menggantikan suatu impuls atau perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan lawan atau kebalikanya dalam kesadaran.
·         Impuls asli masih tetap ada tetapi tertutup atau tersembunyi di balik suatu impuls yang lain yang tidak menimbulkan kecemasan.
·         Ditandai oleh sifat serba berlebihan serba kompulsif.
Merupakan Mekanisme Pembelaan Ego dengan bertingkah laku berlebihan yang langsung bertentangan dengan keinginan-keinginan, perasaan yang sebenarnya. Mudah dikenal karena sifatnya ekstrim dan sukar diterima.
Contoh :
1)      Putri manaruh hati pada Dany, ia suka dengan ketampanan Dany akan tetapi Putri lebih suka bersikap Ekstrim dengan cara mengolok-olok Dany dan sering memaki Dany.
Realisasinya :  Putri suka dengan Dany akan tetapi dia mengungkapkannya dengan cara yang ekstrim dengan sering memaki Dany
2)      Lia adalah seorang gadis yang suka dengan dunia malam, ia juga suka dengan hal-hal yang berbau seks bebas. Ia terkenal dengan penjajah sex yang paling disukai banyak pria. Ketika dia lelah dengan profesinya dan ingin berhenti ia memilih untuk menjadi seorang biarawati.
Realisasinya :           Lia ingin memperbaiki jalan hidupnya, yang dulu menjadi penjajah sex dan hidup dalam dunia malam dengan menjadi biarawati.

4.       Fiksasi  ―> Menjadi terpaku pada tahap-tahap perkembangan yang lebih awal karena mengambil langkah-langkah ke tahap selanjutnya bisa menimbulkan kecemasan.
Mekanisme Pembelaan Ego yang perkembangannya berhenti pada tingkat perkembangan salah satu aspek tertentu (emosi atau tingkah laku atau pikiran, dsb. (sehingga perkembangan selanjutnya terhambat)
Contoh :
1)      Bondan adalah seorang anak yang manja meskipun ia sudah berumur 9 tahun ia tidak bisa mandi sendiri dan selalu di mandikan oleh orang tuanya.
Realisasinya : Bondan menggantungkan orang tuanya karena ia tidak bisa mandi sendiri.
2)      Jeffy seorang Laki-laki yang malas, ketika ia mendapat PR dan tugas dari kampus ia selalu menyontek pada teman-temannya. Sehingga perilakunya itu membuatnya bergantung pada teman-temannya dan membuatnya tidak bisa mandiri.
Realisasinya : Jeffy menggantungkan PR dan tugas pada teman-temannya

5.       Regresi ―> Kembali ke suatu tahap perkembangan yang lebih awal, karena seseorang mendapatkan pengalaman-pengalaman traumatik.
Merupakan Mekanisme Pembelaan Ego yang kembali ke tingkat perkembangan terdahulu (tingkah laku yang bersifat primitif).
Contoh :
1)      Rudi berumur 8 tahun, saat ia memiliki adik baru ia semakin manja dengan meminta disuapin makan ibunya saat ia lapar dan ia juga suka mengompol.
Realisasinya : Rudi kembali bertingkah seperti anak kecil ketika ia memiliki adik baru
2)      Elsa selalu menangis ketika dia mendapat masalah dan selalu bersikap manja pada pacarnya.
Realisasinya :           Elsa kembali bertingkah seperti anak kecil saat dia mendapat masalah karena dia selalu menangis dan ia juga manja kepada pacarnya.

6.       Rasionalisasi ―> Menciptakan alasan-alasan yang “baik” guna menghidupkan ego dari cidera ―> Memalsukan diri sehingga kenyataan yang mengecewakan menjadi tidak begitu menyakitkan.
Mekanisme pembelaasn ego yang memberi keterangan bahwa sikap/tingkah lakunya menurut alasan yang seolah-olah rasional, sehingga tidak menjatuhkan Harga dirinya.
Contohnya:
1)      Linda adalah siswi yang malas belajar akan tetapi ketika nilainya jelek ia menyalahkan gurunya yang tidak bisa mengajar dengan baik ketika ia menerima hasil raport dan ditanya oleh ibunya mengapa nilainya jelek.
Realisasi  :                Linda menyalahkan cara mengajar gurunya yang buruk ketika ia ditanya ibunya mengapa nilainya jelek.
2)      Rian mengikuti kontes menyanyi ketika ia kalah dengan kontes yang lain. Ketika ia ditanya temannya mengapa ia kalah, ia menyalahkan dewan jurinya tidak adil dan menuduh dewan juri bersikap subjektif, padahal suara yang dimiliki Rian tidak sebagus kontes penyanyi yang lain.
Realisasinya :           Rian menyalahkan Dewan juri yang tidak adil dan bersikap subjektif ketika ia ditanya temannya mengapa ia kalah dalam kontes menyanyi itu.

7.       Sublimasi ―> Menggunakan jalan keluar yang lebih tinggi atau yang secara sosial lebih dapat diterima bagi dorongan-dorongannya.
Mekanisme Pembelaan Ego dengan mengganti keinginan atau tujuan yang terhambat dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat. Impuls yang berasal dari Id yang sukar disalurkan oleh karena mengganggu individu atau masyarakat, oleh karena itu impuls harus dirubah bentuknya sehingga tidak merugikan individu/masyarakat sekaligus mendapatkan pemuasan
Contoh :
1)      Antasari sakit hati dengan ulah temannya yang telah menyakitinya dan memanfaatkannya saja, ia sangat kecewa dan marah. Akan tetapi ia tidak dapat mengeluarkan isi hatinya sehingga ia menuliskannya dalam bentuk sajak Puisi.
Realisasinya :           Antasari tidak dapat mengungkapkan rasa sakit di hatinya pada temannya sehingga ia mengungkapkannya dengan bentuk sajak puisi.
2)      Sule adalah anak yang usil, di rumahnya ia selalu mencoret-coret dan mengotori tembok dan segala sesuatu yang bisa di coret-coret. Sehingga orang tuanya mengalihkan kebiasaan Sule dengan mendaftarkan Sule ke tempat kursus Melukis sehingga ia bisa mengekspresikan dirinya lewat lukisan dan tidak mencoret-coret tembok lagi.
Realisasinya :           Sule yang dulunya usil dan suka mencoret-coret Tembok sekarang kebiasaannya di alihkan dengan melukis.

8.       Penyangkalan ―> Pertahanan melawan kecemasan dengan “menutup muka” terhadap keberadaan kenyataan yang mengancam.
Mekanisme pembelaan ego dengan menolak untuk menerima atau menghadapi kenyataan yang tidak enak.
Contohnya:
1)      Ketika Niko bertanya tentang Rika, Adi pura-pura tidak mengenal Rika dan tidak tahu apa-apa tentang Rika, padahal sebelumnya Rika adalah kekasihnya Adi.
Realisasinya :           Adi menghindar dan pura-pura tidak mengenal Rika setelah mereka putus cinta.
2)      Seusai perceraian Yuni seakan menjauh dari pembicaraan mengenai mantan  suaminya dan ia bertingkah seakan-akan tidak mengenal mantan suaminya.
Realisasinya :           Yuni seakan menjauh dari pembicaraan mengenai suaminya seusai perceraiannya dengan suaminya.


9.       Displacement ―> Mengerahkan energi kepada objek atau orang lain apabila objek asal atau orang yang sesungguhnya tidak bisa dijangkau.
Merupakan Mekanisme Pembelaan Ego dengan berusaha mengesampingkan reaksi emosi melalui proses kesadaran.
Contoh :
1)       Andi sedang emosi kepada istrinya, ia ingin sekali marah pada istrinya karena istrinya tidak melayaninya dengan baik, dengan tidak membuatkan kopi saat ia lelah, akan tetapi ia tahan kemarahannya dengan memuji istrinya dan ia berpikir kembali mungkin istrinya lelah seharian mengasuh anaknya dan bagaimanapun masih banyak kebaikan istrinya yang ia ingat. Sehingga ia memilih tidur.
Realisasinya : Andi mengalihkan emosinya dengan memuji istrinya dan menahan amarahnya karena timbul pemikiran istrinya yang lelah.
2)      Bima kesal dengan tingkah laku amel yang enggan di ajak keluar, akan tetapi bima menahan amarahnya dengan meyanjungnya dan berpikir mungkin amel tidak boleh keluar karena dilarang oleh orang tuanya dan ia berpikir amel adalah anak yang patuh pada orang tuanya. sehingga  Bima  tidak jadi keluar dan hanya mengobrol di teras.
Realisasinya :           Bima mengalihkan Amarahnya terhadap amel dengan menyangjungnya dan berpikir mungkin amel tidak boleh keluar karena dilarang orang tuanya.

10.    Introjeksi ―> Merupakan Mekanisme Pertahanan Ego yang juga Merupakan bentuk sederhana dari identifikasi, dimana nilai-nilai, norma-norma dari luar diikuti atau ditaati, sehingga ego tidak lagi terganggu oleh ancaman-ancaman dari luar.
Contoh :
1)      Dino sangat menyesal atas kematian kekasihnya nina dalam peristiwa kecelakaan waktu itu, ia merasa bersalah dan merasa bahwa kematian nina adalah kesalahan dirinya yang lalai tidak bisa melindungi nina sehingga ia kecewa terhadap dirinya sendiri.
Realisasi : Dino kecewa pada dirinya sendiri dan merasa bersalah atas kematian kekasihnya nina
2)      Rani sangat benci pada kekasihnya Reno karena Reno telah menghianati cintanya. Akan tetapi Rani sadar kalau Reno menghianati cintanya karena Rani dulu juga pernah menghianati cinta Reno. Rani sekarang merasa bersalah atas  sikapnya dulu pada Reno.
Realisasinya : Rani benci pada Reno karena telah dikhianati cintanya, akan tetapi ia merasa bersalah dan menyesal karena ia dulu juga pernah menghianati cinta Reno.

11.    Undoing ―> Mekanisme pembelaan ego dengan niadakan pikiran-pikiran, impuls yang tidak baik, seolah-olah menghapus suatu kesalahan.
Contohnya :
1)      Via adalah kekasih dari Candra, via pernah menyakiti Candra dengan menghianati cinta Candra, meskipun via telah menyakiti candra ketika via minta maaf candra memaafkan semua kesalahan via, sehingga via sangat menyesal dan ia lebih menyayangi candra dan lebih menjaga cintanya.
Realisasinya :           Via telah menyakiti candra dengan menghianati cintanya sehingga ia menyesal dan sekarang ia sangat menyayangi candra lebih dari sebelumnya.
2)      Rudianto di hukum oleh Ayahnya dengan di pukul menggunakan bambu yang besar, ketika Rudi menangis Ayahnya sadar kalau hukuman itu tidak layak untuk Rudi sehingga ia langsung memeluk Rudi dan membelikannya permainan Mobil-Mobilan
Realisasinya :           Rudi dipukul oleh ayahnya akan tetapi kemudian ayahnya merasa sangat menyesal dan kemudian membelikan Rudi mainan mobil-mobilan.

12.    Insulasi Emosional ―> Mekanisme Pembelaan Ego dengan berusaha untuk menghindari perasaan.dengan harapan tidak memperoleh kesakitan atau sikap antisipasi.
Contoh
1)      Ari suka dengan andita, karena andita selalu dekat dengannya akan tetapi ari berpikir lebih jauh, karena andita adalah kekasih temannya, ia takut menyakiti temannya dan ia lebih antisipasi agar ia tidak samapi benar-benar jatuh cinta dengan andita.
Realisasinya :           Ari menahan perasaan cintanya pada Andita karena ia takut menyakiti pacarnya dan dirinya sendiri. Sehingga ia mengantisipasi dirinya sendiri.
2)      Dita  diam-diam tertarik oleh ketampanan Dion, akan tetapi ia menyadari bahwa Dion adalah seorang cowok yang playboy, sehingga ia mengantisipasi perasaannya dengan mengendalikan perasaannya karena agar tidak sampai jatuh hati karena Dita takut dikecewakan.
Realisasinya:  Dita menghindari perasaannya pada Dion karena ia tahu Dion adalah cowok yang payboy sehingga ia takut dikecewakan.

13.    Acting Out ―> Mekanisme Pembelaan Ego yang langsung mencetuskan perasaan bila keinginan terhalang.
Contohnya :
1)      Jhon dan Mery sedikit ribut dan bertengkar ketika ia sedang menghadapai masalah, akan tetapi setelah mereka bertengkar masalahnya terselesaikan.
Realisasinya : Jhon dan Mery Menyelesaikan Masalahnya dengan sedikit bertengkar.
2)      Dalam Musyawarah karang taruna itu tampak ramai dan banyak perbedaan pendapat dari berbagai aktivis karang taruna. Mereka saling beradu pendapat dan memperdebatkannya, akan tetapi setelah di setujui beberapa pendapat, Musyawarah itu menghasilkan keputusan yang mufakat.
Realisasinya :           Aktivis Karang Taruna mencari solusi yang mufakat dengan musyawarah yang sedikit mengundang perdebatan.

14.    Kompensasi ―> Mekanisme pembelaan ego dengan menutupi kelemahan dengan menonjolkan kemampuannya atau kelebihannya.
Contohnya :
1)      Yogi merasa dirinya berbeda dengan teman-temannya, kakinya cacat. Akan tetapi Yogi menutupinya dengan menjadi seorang Mahasiswa berprestasi dikampusnya.
Realisasinya :           Yogi menutupi kekurangannya dengan menjadi Mahasiswa yang berprestasi.
2)      Yohanes memiliki penyimpangan seksual, dia adalah seorang waria. Akan tetapi ia menutupi kekurangannya dengan menjadi seorang designer ternama dan memiliki prestasi di berbagai bidang kecantikan.
Realisasinya :           Yohanes menutupi kekurangannya dengan menjadi seorang designer ternama dan menjadi pakar kecantikan.

15.    Simbolisasi ―> Mekanisme pembelaan ego dengan menggunakan benda atau tingkah laku sebagai simbol pengganti suatu keadaan atau hal yang sebenarnya.
Contohnya:
1)      Purnomo selalu mengaji jika ia sedang cemas, bahkan frekuensi waktu mengaji jauh lebih banyak daripada waktu bermain. Setelah ditelusuri ternyata ia pernah meminum-minuman keras sehingga ia merasa dirinya adalah orang yang penuh dosa.
Realisasinya :           Purnomo menghilangkan kecemasannya dan rasa berdosa itu dengan memperbanyak frekuensi mengaji.
2)      Novi selalu rajin mengerjakan sholat bahkan ia adalah sosok yang sangat sering melakukan ibadah dan sedekah. Ternyata setelah ditelusuri ia dulu sering menghabiskan waktunya untuk dugem sehingga ia melakukan ibadah untuk menghilangkan rasa cemas dan rasa berdosa.
Realisasinya :           Novi menghilangkan kecemasan dan rasa berdosa dengan memperbanyak waktu beribadah dan melaksanakan ibadah lain seperti sedekah.

16.    Disosiasi Mekanisme pembelaan ego dengan adanya pemisahan suatu kelompok proses mental atau perilaku dari kesadaran /identitasnya. Keadaan dimana terdapat dua atau lebih kepribadian pada diri seorang individu.



Contoh:
1)      Sony tampak gugup dan bingung bahkan ia mengeluarkan keringat dingin saat ia malaksanakan ujian lisan. Ia benar-benar lupa saat ia ditanya beberapa pertanyaan  oleh dosennya tentang materi yang di ujikan.
Realisasinya :           Sony gugup dan bingung ketika ia lupa untuk menjawab meteri yang di ujikan oleh dosennya.
2)      Dimas mengamuk dalam ruang isolasi polisi. Ia dimintai keterangan terkait peristiwa perampokan itu. Ia diminta menjadi saksi. Kemudian polisi menyangka Dimas gila padahal Dimas tidak bisa memberikan keterangan karena ia lupa.
Realisasinya : Dimas mengamuk karena ia lupa saat ditanya paksa oleh polisi.

17.    Konversi Adalah  Mekanisme Pembelaan Ego transformasi konflik emosional ke dalam bentuk gejala-gejala jasmani.
Contoh:
1)      Maxel lupa tidak mengerjakan tugas di kampus sehingga ia pulang kembali kerumahnya dengan alasan sakit perut.
Realisasinya : Maxel pura-pura sakit karena ia lupa tidak mengerjakan tugas kuliah.
2)      Reni berusaha menghindari mata kuliah Filsafat, ia sengaja telat dengan alasan Ban motornya mengalami kebocoran.
Realisasinya :           Reni beralasan Ban bocornya bocor untuk menghindari mata kuliah filsafat.

1 komentar:

  1. greeeattt, good examples, i'm really amusing

    BalasHapus