Belajar Blog

Senin, 24 Januari 2011

MERUMUSKAN HIPOTESIS DAN ANGGAPAN DASAR


A.    Pengertian Hipotesis
Hipotesis (hipotesa) berasal dari dua penggalan kata, yaitu hypo berarti kurang dari, dibawah dan thesis / thesa berarti pendapat, kebenaran. Jadi hipotesis adalah pendapat yang kurang atau perlu dijelaskan lagi. Hipotesis adalah suatu pendapat atau jawaban atau kesimpulan yang masih belum final yang sifatnya sementara, karena kebenarannya masih harus dibuktikan. Hipotesis akan berubagh menjadi thesa atau pendapat atau teori bila kebenarannya sudah dibuktikan.
Hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau salah. (Sutrisno Hadi, 1987;63).
Menurut Donal Ary, et. al (1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya, yaitu:
1.    Hipotesis yang baik menunjukan bahwa peneliti memiliki ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan.
2.    Dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interprestasinya.
Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.
Jadi Hipotesis, secara sederhana merupakan dugaan sementara yang diharapkan terjadi dalam penelitian.
B.    Fungsi Pokok Hipotesis
Kedudukan hipotesis sangat penting dalam penelitian untuk menentukan arah pemikiran si peneliti didalam mengupas fakta-fakta sehingga kegiatan pengumpulan data-data, analisa, pengolahan dan seterusnya dalam penelitian akan menjadi lancar.
Fungsi-fungsi hipotesis dalam penelitian sebagai berikut:
  1. sebagai jawaban atau kesimpulan sementara dari suatu masalah
  2. memberikan arah dalam pencarian atau pengumpulan data
  3. memperjelas keadaan yang masih samar – samar (membingungkan)
  4. dapat membantu memprediksi kejadian – kejadian mendatang yang mungkin terjadi.

Ciri- ciri hipotesis yang baik
  1. menyatakan hubungan antar variable
  2. sesuai dangan fakta
  3. berhubungan dan sesuai dengan ilmu pengetahuan
  4. dapat diuji
  5. sederhana dan dibatasi
  6. dapat menerangkan fakta

Jenis-jenis hipotesa
a.        hipotesa mayor dan hipotesa minor
hipotesa mayor adalah hipotesa induk yang menjadi sumber dari anak – anak hipotesis(hipotesis minor). Sedangkan hipotesis minor adalah hipotesis yang dijabarkan dari hipotesis mayor.
Didalam perumusan, hipotesis anak harus sejalan dengan hipotesis induknya karena setiap pengetesan hipotesis minor, juga berarti pengetesan terhadap sebagian hipotesis mayor.
b.        hipotesis kerja dan hipotesis nol
hipotesis kerja juga dapat disebut dengan  hipotesis alternative, hipotesis penelitian atau hipotesis asli dan biadanya ditandai dengan huruf Ha atau H1. hipotesis kerja adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara variable X dan Y atau adanya perbedaan antara dua kelompok.

Rumusan hipotesa kerja
a.        Jika…maka…
Jika orang banyak makan, maka berat badannya akan naik.
b.       Ada perbedaan antara…dan…
Ada perbedaan antara penduduk kota dan penduduk desa dalam cara berpakaian.
c.        Ada pengaruh…terhadap…
Ada pengaruh makanan terhadap berat badan

Hipotesis nol (nul hipotesis) disebut juga hipotesis nihil dan hipotesis statistic (karena biasanya dipakai dalam penelitianyang bersifat statistic, yaitu diuji dengan perhitungan statistic). Hipotesis ini biasanya diberi symbol H0.

Hipotesis nol adalah hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan atau ada tidaknya perbedaan atau tidak ada pengaruh variable X terhadap variable Y.
Rumusan hipotesis nol adalah
  1. Tidak adanya perbedaan antara…dengan…
Tidak ada perbedaan antara mahasiswa tingkat satu dengan mahasiswa tingkat dua dalam disiplin kuliah.
  1. Tidak ada pengaruh...terhadap…
Tidak ada pengaruh jarak rumah kekampus terhadap kerajinan mengikuti kuliah

C.     Langkah-langkah dalam Merumuskan Hipotesa
Sebagian kesimpulan sementara sudah tentu hipotesis tidak dibuat semena-mena, melainkan atas dasar pengetahuan-pengetahuan tertent. Pengetahuan ini sebagian besar dapat diambil dari hasil-hasil serta problematik-problematik yang timbul dari penyeledikan-penyelidikan yang mendahului, dari renungan-renungan atas dasar pertimbangan-pertimbangan yang masuk akal. Namun yang terpenting sebelum ia dirumuskan atau sedang dirumuskan harus ada landasan-landasan teoritis dan praktisnya.
Selain dikembangkan dari kecenderungan, maka di dalam merumuskan hipotesis harus memperhatikan rumusan masalah yang telah dijadikan studi dan variabel-variabel yang telah direkrut dari rumusan masalah yang telah dikembangkan dengan baik variabel-variabel akan dengan mudah teridentifikasi. Dari variabel-variabel inilah hipotesis dirumuskan.
Contoh rumusan masalah:
Apakah kegemukan badan seseorang berpengaruh terhadap kemampuan seksulnya?
Dari rumusan masalah itu dirumuskan hipotesis:
Kegemukan badan seseorang mempengaruhi kemampuan seksualnya
Dalam merumuskan hipotesis, penelitian harus benar-benar memperhatikan dasar-dasar teori dan faktor pendukung penelitian, selain itu suatu hipotesis harus:
  1. hipotesis dirumuskan dengan bersumber pada rumusan masalah.
  2. disusun dalam kalimat deklaratif dengan menggunakan ejaan baku,
  3. menghubungkan dua variabel penelitian atau lebih,
  4. harus dapat diuji atau ditest,
  5. dengan menggunakan kalimat yang singkat dan jelas, tidak menggunakan kata-kata mutiara, gaya bahasa atau sindiran.

Dalam membuat atau merumuskan hipotesis, agar kebenarannya lebih dapat dijamin, maka ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan:
  1. penyelidikan pendahuluan (penjajakan) untuk menetapkan pokok-pokok persoalan.
  2. mengadakan analisa atau meraba-meraba sifat dan batas persoalan.
  3. menentukan ciri-ciri permasalahan yang menggambarkan arah penyelesaian perumusan masalah.
  4. mencari, landasan yang berupa teori-teori atau uraian-uraian yang lain yang berkaitan drngan latar belakang maupun pemecahan masalah yang sedang diteliti.

D.    Pengujian Hipotesa
Langkah atau prosedur untuk menentukan apakah menerima hipotesis atau menolak hipotesis dinamakan pengujian hipotesis.
Bagi seorang peneliti, hipotesis bukan merupakan suatu hal yang menjadi “vested interest”, dalam artian hipotesis harus selalu diterima kebenarannya. Penolakan hipotesis dapat merupakan penemuan yang positif, karena telah memecahkan ketidaktahuan universal dan memberi jalan kepada hipotesis yang lebih baik.

Cara pengujian hipotesa tergantung dari metode dan design penelitian yang digunakan. Secara umum hipotesa dapat diuji dengan dua cara, yaitu dengan cara mencocokkan dengan fakta, atau dengan mempelajari konsistensi logis.
Jika hipotesa diuji dengan konsistensi logis, maka si peneliti memilih suatu design di mana logika dapat digunakan, untuk menerima atau menolak hipotesa. Cara ini sering digunakan dalam menguji hipotesa pada penelitian yang menggunakan metode non experimental seperti metode deskriptif, metode sejarah dan sebagainya.

E.    Anggapan Dasar
Menurut Prof. Dr. Winanto surakhamd M.Sc.Ed. anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Setiap penyelidik dapat merumuskan postulat yang berbeda. Seorang penyelidik mungkin meragukan sesuatu anggapan dasar orang lain diterima sebagai kebenaran. Dari contoh kehidupan sehari-hari orang yang berkata bahwa orang yang banyak makan akan menjadi gemuk. Yang ada dibalik ucapan itu adalah suatu anggapan bahwa semua yang dimakan orang tentu dapat dicerna, kemudian berubah menjadi otot dan lemak. Inilah sebabnya maka orang menjadi gemuk.
Jadi anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal yang digunakan untuk tempat berpijak bagi peneliti di dalam melaksanakan penelitiannya dalam pembuatan anggapan dasar yang harus diperhatikan adalah:
    1. Membaca buku
    2. Mendengarkan berita
    3. Berkunjung ke tempat obyek penelitian
    4. Dengan mengadakan abstraksi.
Manfaat dalam pembuatan anggapan dasar adalah:
  1. ada pijakan berfikir yang kokoh
  2. untuk mempertegas variable
  3. guna menentukan dan merumuskan hipotesis

1 komentar:

  1. Thanks infonya gan, infonya membantu memberikan saya sedikit pencerahan dalam memahami hipotesis.

    Kunjungi balik gan halaman ane @ http://coretansunthree.blogspot.com/

    BalasHapus