Belajar Blog

Senin, 24 Januari 2011

Pengertian Logika



Logika adalah Ilmu tentang berfikir secara rasional untuk mencari kebenaran. Bagian dari filsafat yang objek penyelidikannya adalah Budi atau akal. Budi adalah salah satu sifat yang diberikan Tuhan YME kepada manusia yang juga disebut sebagai hati nurani atau budi nurani. Budi nurani adalah pencerminan terbatas dari Tuhan YME , maka dalam logika yang namanya Budi itu tidak hanya diselidiki tetapi juga sebagai alat.
1.       Pengertian Logika Menurut Drs. Hasbullah. Bakry
·         Menyatakan di dalam bukunya “Sistematika Filsafat” Logika adalah ilmu yang mengatur penelitian hukum-hukum akal manusia sehingga menyebabkan pikiran dapat mencapai kebenaran.
·         Logika ilmu yang mempelajari pekerjaan akal yang dipandang dari jurusan benar dan salah.
·         Logika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari aturan-aturan dan cara berfikir yang dapat menyampaikan manusia kepada kebenaran.

2.       Menurut Prof. Dr. N. Driyarkara
Logika adalah ilmu pengetahuan yang memandang hukum-hukum atau susunan bentuk pikiran manusia yang menyebabkan pikiran manusia dapat mencapai kebenaran, Logika seperti itu disebut logika Naturalis atau logika kodrat atau logika biasa, maka logika yang kita pelajari adalah Scientifica atau logika pengetahuan. Sering kali bahwa logika disebut logika dialektika (maju sedikit demi sedikit) dialektika harus disikapi yang berarti proses perubahan keadaan.

3.       Menurut RBS. Fudyartanto tahun 1978.
Logika adalah salah satu cabang filsafat adalah ilmu pengetahuan oleh karena itu logika sebagai filsafat berarti ilmu yang sedalam-dalamnya tentang kebenaran, berfikir artinya mencari kebenaran yang tertinggi yang hakiki dari kebenaran berfikir, Kata lain logika adalah berfikir secara radikal untuk mencari kebenaran yang sampai pada hakikatnya atau sampai pada akarnya atau sampai pada radiksnya. (Logika yang diselidiki segala sesuatu).

4.       Drs. Nuril Huda
Yang dimaksud dengan logika adalah hukum-hukum atau kaidah-kaidah berfikir untuk mengontrol proses berfikir yang panjang dan berlipat-lipat maka hukum-hukum dan kaidah-kaidah berfikir tersebut terdapat dalam salah satu cabang filsafat yang disebut logika, Maka secara singkat logika adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum.
Konklusi Mencapai kesimpulan yang valid dan pemecahan persoalan yang bijaksana.

5.       AB. Hutabarat dalam Bukunya Berjudul LOGIKA
Adalah ilmu yang mempelajari berfikir secara tepat oleh sebab itu tidak sekedar dapat menunjukkan adanya kekeliruan di dalam rantai proses berfikir sehingga kesalahan atau kekeliruan itu dapat dielakkan untuk mencapai kebenaran hal tersebut disebut sebagai teknik berfikir.
Tujuan mempelajari logika untuk mencari kebenaran dengan rasio.

6.       Menurut IR. Predjowiyatna
Yang dimaksud logika adalah Filsafat Budi yang mempelajari teknik berfikir untuk mengetahui bagaimana manusia berfikir dengan semestinya atau dengan seharusnya.
Fungsi budi disini salah satu sifat yang diberika Tuhan YME untuk mencari kebenaran, Budi teknik berfikir, hati kecil.

7.       Menurut Drs. Soemardi Soeryabrata
Logika adalah salah satu cabang filsafat, kata logika menunjukkan berbagai arti dalam filsafat dapat dibagi menjadi 6 arti pokok :
-          Logika sebagai ajaran berfikir;
-          Logika sebagai ajaran tentang pernyataan yang tertib dan jelas;
-          Logika sebagai ajaran ilmu pengetahuan;
-          Logika sebagai teknik ilmu pengetahuan;
-          Logika sebagai teori pengetahuan;
-          Logika sebagai metafisika akal;

Hubungan Logika dengan Ilmu-ilmu lain :
1.       Hubungan dengan Ilmu Bahasa.
Adalah sebagai alat komunikasi untuk kita mengungkapkan pikiran kita guna memperoleh pengetahuan yang benar.

2.       Hubungan dengan Ilmu Psikologi.
Adalah logika berfungsi memikirkan segala sesuatu tentang jiwa manusia. Maka fungsi logika adalah untuk membahas proses yang berfikir dengan kejiwaan manusia.

3.       Hubungan dengan Ilmu Metafisika.
Logika berfungsi untuk menyelidiki hal-hal ada dan mungkin ada dengan metafisika. Maka logika mempunyai fungsi untuk menyelidiki tentang pengertian kebenaran yang ada dibalik alam semesta.

4.       Hubungan dengan Ilmu Epistemologi (dasar pengetahuan)
Menyelidiki sumber pengetahuan kita mungkin atau tidaknya kita mengenal kebenaran dan apabila mungkin maka bagaimana caranya kita dapat mencari kebenaran itu.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar