1. Penyimpangan Perilaku Seks dan Gangguan
Seksual
Seringkali dalam masyarakat terdapat pengetahuan kalau
perilaku seks, khususnya yang tidak sesuai dengan norma agama, norma hukum,
atau norma susila, yang dilakukan oleh remaja, dikatakan sebagai penyimpangan
atau kelainan seksual, tapi secara psikologi pengertian itu tidak selamanya
benar. Karena pengertian secara luas tingkah laku seksual itu sendiri, adalah,
segala perilaku yang didasari oleh dorongan seks. Ada dua jenis perilaku seks,
yaitu perilaku yang dilakukan sendiri, seperti masturbasi, fantasi seksual,
membaca/ melihat bacaan porno, dll, serta perilaku seksual yang dilakukan
dengan orang lain, seperti berpegangan tangan, berciuman, petting/ bercumbu
berat hingga berhubungan intim.( coitus )
Dalam tinjauan psikologis proses tingkah laku yang lazim
terdiri dari menyukai orang lain, timbulnya gairah, diikuti dengan tercapainya
puncak kepuasan seksual atau orgasme dan diakhiri dengan tahap pemulihan
(resolusi). Di dalam perkawinan, semua proses hubungan seks akan terpenuhi,
sehingga tidak diragukan lagi kenormalannya berdasarkan norma psikologi. Bahkan
masturbasi (onani) dan mimpi basah juga memenuhi semua proses untuk sampai pada
puncak kepuasan seksual.
a. Perilaku penyimpangan seksual
Perilaku penyimpangan seksual merupakan tingkah laku
seksual yang tidak dapat diterima oleh masyarakat dan tidak sesuai dengan tata
cara serta norma-norma agama. Penyimpangan seks dikuasai oleh
kebutuhan-kebutuhan neorotis dengan dorongan-dorongan non-seks daripada
kebutuhan erotis yang pada akhirnya menutun seseorang paad tingkah laku
menyimpang. Penyimpangan seksual ini dapat merugikan orang lain dan orang
banyak. Menurut Kartono (1998:22) Ketidakwajaran seksual “sexual perversion” itu
mencakup perilaku seksual atau fantasi-fantasi seksual yang diarahkan pada
pencapaian orgasme lewat relasi diluar hubungan kelamin heteroseksual dengan
jenis kelamin yang sama atau dengan partner yang belum dewasa dan bertentangan
dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang bisa diterima
secara umum.
Perilaku
penyimpangan seksual menurut Surtiretna (2001) adalah sebagai berikut :
1) Perzinaan
Hubungan
seksual antara dua orang yang bukan suami-istri, baik dilakukan oleh jejaka
dengan dara atau orang-orang yang sudah berumah tangga untuk memuaskan dorongan
seksual sesaat. Perzinaan ini dilakukan untuk memperoleh tambahan kepuasan
seks yang tidak terpenuhi dan bila
dilakukan akan menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan batin.
2) Perkosaan
Tindakan
menyetubuhi seorang wanita yang bukan isterinya dengan kekerasan atau ancaman
kekerasan. Dalam bahasa inggris perbuatan tersebut dinamakan rape yang berasal
dari bahasa latin rapere, yakni “mengambil sesuatu dengan kekerasan”. Seorang
suami yang memaksa istrinya untuk bersetubuh dengannya, tidak dapat dikenakan
pidana “perkosaan” karena persetubuhan itu terjadi dalam perkawinan. Untuk
membuktikan tindak pidana perkosaan, penuntut umum harus membuktikan bahwa
persetubuhan telah terjadi dengan paksaan (kekerasan atau ancaman kekerasan)
dan tertudulah yang berbuat seperti itu. Oleh karena itu, perlu dicari bukti
yang menguatkan atau membenarkan (corroborate) keterangan wanita bahwa ia telah
disetubuhi secara paksa. Bukti koroboratif dapat berupa kesaksian seseorang
yang mendengar jeritan meminta pertolongan atau melihat wanita itu diseret dan
melawan.
3) Pelacuran
Penyediaan
pelayanan hubungan seks dengan imbalan uang atau hadiah-hadiah, disebut sebagai
hubungan seks diluar perkawinan karena terjadi hubungan seks antara orang yang
tidak terikat oleh cinta perkawinan. Pelacuran bisa dilakukan secara
sendiri-sendiri atau dengan perantara orang lain dengan perjanjian prosentase
tertentu. Pelacuran, apapun namanya di kalangan masyarakat tidak diterima
kehadirannya bahkan dimusuhi, karena dianggap sebagai perkerjaan yang tidak
bermoral atas beberapa alasan :
-
Pekerjaan ini
identik dengan perzinaan, suatu kegiatan seksual yang dianggap tidak bermoral
oleh banyak agama
-
Perilaku
seksual oleh masyarakat dianggap sebagai kegiatan yang berkaitan dengan tugas
reproduksi dan tidak seharusnya digunakan secara bebas demi untuk memperoleh
uang
-
Pelacuran
dianggap sebagai ancaman terhadap kehidupan keluarga yang dibentuk melalui
perkawinan dan melecehkan nilai skaral perkawinan
-
Kaum
perempuan membenci pelacuran karena dianggap sebagai “pencuri cinta” kaum
laki-laki (suami mereka) dan sekaligus pencuri hartanya
-
Pelacuran
merupakan salah satu media terjadinay penularan penyakit hubungan seksual
4) Nekrofilia
Berasal
dari kata nekros yang berarti mayat dan philein yang berarti mencintai. Orang
yang melakukan senggama dengan mayat dan merasa puas secara seksual.
Penyebabnya antara lain rasa minder, pemalu, tidak mampu mengadakan sublimasi
atau rasa dendam yang kronis. Nekrofilia terdapat dalam dua bentuk, yaitu :
-
Mayat yang
sudah dikubur yang terdapat dalam kamar mayat atau dalam bangsal anatomi dicuri
dan dipergunakan sebagai objek seksual
-
Korban
dibunuh (pembunuhan seksual) dan mayat korban segera dipergunakan sebagai objek
seksual. Dalam hal ini perbuatan nekrofil hanya merupakan sebagaian dari
serangkaian perbuatan penuh emosi yang timbul dari nafsu agresi dan destruksi
yang sangat kuat. Ia masih inigin menguasai dan menodai mayat korbannya. Disini
pembunuhan seksual bukan merupakan tujuan akhir.
Perbuatan
seksual atas mayat dapat berupa menciumi, memeluk dan meraba-raba tubuh mayat,
melakukan masturbasi sambil memegang payudara dan alat kelamin mayat atau
melakukan senggama dengan mayat. Perbuatan tersebut dapat disertai dengan
membuat cacat mayat (nekrosadisme).
5) Homoseksual
adalah
orang yang merasakan atau hanya tertarik dengan jenis kelamin yang sama, pria
suka sama pria. Terminology/definisi homoseksual tidak hanya diberlakukan untuk
laki-laki, sebenernya wanita yang hanya Suka terhadap sesamanya juga termasuk
dalam kategori Homoseksual, tetapi di masyarakat umum istilah lesbianisme lebih
dikenal untuk wanita yang suka sama wanita. Padahal arti Homo sendiri berarti
sama, sejenis atau satu golongan.
Bagi homoseksualitas pada pasangan pria dengan pria. Cara
pemuasan seksual sedikit berbeda, dimana seorang pria homoseksual dapat mencari
obyek mangsanya diantara pria-pria yang tidak bertendensi homoseksual, bahkan
diantaranya anak-anak dibawah umur, dengan rayuan-rayuan, janji-janji dan
imbalan-imbalan material. Diantara mereka ada yang memutuskan untuk menikah (
cara ini ditempuh untuk menghindarkan imej negatif masyarakat pada dirinya)dan
dikaruniai beberapa anak dan kemudian keinginannya untuk memuaskan diri secara
homoseksual hilang. Akan tetapi ada pula diantara mereka yang secara
tersembunyi masih melakukan hubungan homoseksual, karena pada dasarnya mereka
termasuk dalam biseksual. Sering mereka menunjukkan gejala-gejala transvitisme,
yaitu mengenakan pakaian wanita atau bermasturbasi sambil mengkhayalkan sedang
bermesraan dengan seorang pria.
a) Bagaimana seseorang bisa menjadi Homoseksual?
Faktornya banyak sekali,antara lain faktor
herediter(bawaan atau turunan), sosial/ lingkungan (dari pergaulan atau bahkan
ikut-ikutan. Ada juga istilah bagi para Homoseks yaitu "nggak penting
jenis kelamin yang paling penting kasih sayang!!,).
Faktor-faktornya
yaitu :
·
Faktor trauma
pada masa kecil
faktor
yang trauma karena pernah diperkosa(oleh seorang gay atau lesbian dewasa
tentunya) terutama terjadi dimasa kanak-kanak,dan kemudian si anak korban
perkosaan tersebut tidak mendapatkan pertolongan dari ahli seperti psikolog
atau psikiater. Atau homoseksualitas dapat terbentuk karena trauma pada masa
kecil pernah melihat salah satu orang tuanya disiksa atau anak tersebut
disakiti secara fisik oleh orangtuanya atau pernah mengalami kekecewaan
(misalnya dikhianati atau ditinggalin sama pacar), sehingga anak atau orang
tersebut tumbuh dalam kebencian kepada salah satu orang tuanya atau lawan jenis
tersebut, karena anak tersebut merasa nggak bisa membela maka ia terus
merasakan kebencian itu yang akhirnya mempengaruhi dia dalam membuat image
tentang orang yang dibencinya, sebagai contoh ia menganggap bapak adalah
seseorang yang jahat dsb, maka setelah dewasa ia .merasa lebih nyaman atau
lebih terlindungi oleh cewek sampai akhirnya muncul rasa sayang, cinta dsb
layaknya perasaan cowok ke cewek normal yang saling menyukai.
·
Faktor
terbesar penyebab Homoseks
Dari
sekian banyak faktor penyebab Homoseksualitas, faktor sosial atau pergaulan
merupakan faktor terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, sekali pernah
merasakan hubungan seksual (seperti sodomi misalnya), terus jadi ketularan
walaupun nggak sepenuhnya gay tapi faktor ini juga bisa menyebabkan Biseksual,
jadi Ke-lawan jenis iya ke-sesama jenis nggak masalah, Kemudian Faktor penyebab
kedua adalah faktor trauma atau korban perkosaan pada masa kecil, dari beberapa
kasus yang pernah masuk ke CMM, hampir ditemukan kesamaan latar belakang
riwayat pada mereka yang mengalami homoseksualitas menceritakan bahwa mereka
pernah disiksa atau memiliki ayah yang suka menyiksa, atau pernah diperkosa
oleh orang-orang terdekat. Mereka yang menjadi homo dari faktor ini biasanya
menyadari kalo mereka nggak semestinya menyukai sesama jenisnya, tetapi dari
sesama jenisnya misalnya dalam hal ini ibu dapat memberikan perlindungan atau
orang yang tidak memberikan kekerasan fisik atau karena memendam kebencian yang
dalam secara terus menerus di alam bawah sadarnya pada ayah maka ia tumbuh
menjadi seorang homo, terus untuk mereka yang pernah diperkosa, dengan mereka
menjadi homo dikarenakan mereka membalas dendam kepada orang lain dengan
menjadi atau berperilaku homo.Kebanyakan dari kasus trauma masa kecil atau
diperkosa ini dapat recover tetapi memerlukan penanganan atau therapy dari
psikolog yang memang bisa menangani kasus-kasus seperti ini dan memakan waktu
yang tidak sebentar.
·
Faktor
terkecil penyebab Homoseks
Terakhir
adalah faktor penyebab dari herediter atau keturunan alias bawaan,dimana secara
rootedness atau garis keturunan ada buyutnya yang punya riwayat homo kasus
homoseksualitas. Terus perlu ditekankan bahwa yang disebabkan oleh faktor ini,
menduduki peringkat terakhir peneyebab terjadinya homoseksualitas, karena
prosesnya genetis sich, jadi ada bayi yang terlahir dengan susunan kromosom
yang nggak pada umumnya, kalo cewe XX tapi terlahir dengan alat kelamin seperti
cowo,yang diasumsikan penis ternyata itu adalah klitoris, terus ada juga yang
secara fisik dia bayi cowok tapi susunan kromosomnya XY, tapi struktur fisik
genitalianya(alat kelaminnya)nggak normal segede cabe atau bahkan nggak punya
penis hal ini sangat kasuistik atau jarang-jarang sekali terjadi.
b) Bagiamana mensikapi kalau kita, sodara atau
temen baik punya gejala Homoseksualitas?
·
Jangan panik,
yang terpenting jangan dijauhi apalagi disebarkan sama teman-teman kalo dia itu
Gay atau lesbian,buat dia percaya untuk bisa cur-hat (atau beri ia informasi ke
tempat atau sumber informasi yang dapat dipercaya, karena kalo kita sendiri kan
belum well informed dalam hal seperti ini) sama diajak ke psikolog atau
psikiater kalo mereka merasa tersiksa dengan keadaannya tersebut, karena hal
ini terjadi bukan atas kemauan mereka kecuali mereka yang salah gaul atau
menganut budaya alternatif ( nggak penting jenis kelamin yang penting kasih
sayangnya)
·
Kalo memang
kita sudah tahu bahwa dia gay atau lesbian bertemen biasa aja, yang terpenting
kamu bisa memagari diri untuk menghindari kondisi-kondisi yang memungkinkan hal
yang tidak diinginkan terjadi.Nggak perlu dijauhin karena mereka nantinya
merasa nggak diterima dan terasing di lingkungan atau bahkan keluarganya
sendiri. Mereka juga manusia biasa seperti kita yang butuh diterima oleh
lingkungannya.
c) Menghindari timbulnya perilaku
Homoseksualitas
Antara
lain:
·
Bila kita
menghadapi suatu permasalahan, apapun bentuknya apalagi kalau sampai
menimbulkan kesan trauma buat kamu, bicarakan segera dengan orang yang kamu
percaya, jangan sampe kamu curhat ke orang yang salah yang bisa memanfaatkan
kamu.
·
Hindari media
atau informasi yang menyesatkan, boleh cukup untuk tahu saja, sekedar
pengetahuan.
·
Pintar-pintar
bawa diri dalam lingkungan apapun, biasanya ajakan-ajakan berhubungan seksual
dari para gay atau lesbian yang tidak bertanggungjawab adalah mereka yang
sering mengiming-imingi mangsanya barang-barang atau berkaitan dengan duit,
diajak jalan dan lain-lain.
·
Kalo di
tempat-tempat rame jaga-jaga gelas
minuman,jangan cari gratisan aja kalo ujung-ujungnya fatal. Biasanya penyebab
homoseksual disebabkan oleh hal-hal yang tidak kita duga.
·
Bekali diri
dengan tehnik beladiri atau tehnik perlindungan diri seperti menghindari
berjalan di tempat sepi malem-malem, siaga terhadap orang yang nggak dikenal
tapi ramah, soalnya banyak kasus cowok-cowok sudah dewasa yang diperkosa.
·
Waspada
terhadap sentuhan atau bahkan lirikan dari sesama jenis yang gak
normal(misalnya di daerah yang dekat dengan atau bahkan pada alat vital
kamu)Ini sering sekali terjadi di bus atau kendaraan terutama dalam kodisi
fully book, jangan ragu-ragu untuk marah atau bahkan teriak,biasanya para
pelaku ini jadi ciut kalo kita tegas atau berani.
6) Lesbianisme
dalam
batas-batas tertentu dianggap sebagai deviasi seksual, misalnya yang dilakukan
di asrama-asrama putri atau rumah penjara, karena keadaan yang mendorong
pelaku-pelakunya untuk berbuat demikian. Dalam keadaan normal mereka tidak
melakukannya lagi. Dan mereka dapat dimasukkan ke dalam golongan lesbian pasif
dan dapat terikat dalam pernikahan. Namun demikian banyak diantara mereka yang
menunjukkan sikap dingin (frigid) dalam hubungan heteroseksual(perempuan
-lelaki). Lesbian yang aktif tidak akan menikah, akan tetapi hanya pasangan
yang sejenis kelaminnya saja. Frekuensi lesbianisme cukup tinggi, menurut
Jeffcoate kira-kira 25% dan menurut Kinsey dkk kira-kira 28%.
7) Ekshibionisme
Kata
ini berasal dari bahasa latin exhibere, yang berarti menunjukkan. Adapun
menurut istilahnya orang yang merasa puasa dengan memamerkan organ tubuhnya
sendiri kepada orang yang tidak dikenalnya dengan tujuan untuk mendapatkan
kegairahan seksual, tanpa upaya lanjut untuk mengadakan aktivitas seksual
dengan orang yang tidak dikenalnya itu. Misalnya, pria memamerkan alat kelamin
genitalnya dan wanita memamerkan payudaranya. Kepuasan seksual didapat dari
melihat reaksi seperti : terperanjat, takut, kagum atau jijik yang berasal dari
orang yang menyaksikannya. Orgasme dicapai dengan melakukan masturbasi pada
waktu atau setelah kejadian itu. Penyebabnya antara lain pemalu, merasa tidak
aman, rendah diri dan sebagainya. Gejala ini lebih banyak terdapat pada pria.
8) Voyeurisme
Adalah
suka mengintip orang yang lagi berhubungan seks atau suka melihat alat kelamin
orang lain, yang jelas mereka seperti itu dengan sengaja alias punya niatan
khusus untuk kegiatan-kegiatan seperti tadi, dan sudah pasti ini menjadi
kebiasaan mereka. Voyeurisme ini juga dasarnya dilakukan supaya mendapatkan
kepuasan seksualnya.Hanya dengan mengintip saja.
9) Sodomi
masih
ingatkah kita pada kasus Robot gedek ?, yang suka melakukan sodomi sama anak
kecil, nah si robot ini dengan cara memaksa si korban untuk melakukan hubungan
seks melalui anus,korbannya biasanya anak kecil karena dalam pikiran mereka
anak kecil mudah untuk dibujuk atau dibohongin, misalnya saja ada seorang anak
yang dikasih candy atau diiming-imingi semangkok bakso sama orang yang belum
dia kenal langsung saja si anak menurut dan inilah kesempatan si pelaku untuk
membujuk si anak menuruti apa yang diminta karena mungkin menurut si anak,
orang tersebut sudah dengan baik banget memberinya permen. jangan salah,..
sodomi ini juga berlaku dikalagan para gay atau bisek dan bahkan hubungan
heteroseksual juga ada yang melakukannya dengan cara sodomi (hubungan seks
melalui anus).
10) Insestus
Berasal
dari bahasa Latin cestus, yang berarti murni. Jadi insectus berarti tidak
murni. Hubungan seksual antara pria dan wanita yang satu sama lain terikat oleh
pertalian keluarga sedarah, pertalian keluarga karena perkawinan atau pertalian
keluarga angkat yang menurut agama atau kebudayaan dianggap sebagai penghalang
bagi hubungan seksual itu seperti antara ayah dengan putrinya, antara kakek dan
cucu perempuaannya. Demikian juga hubungan seksual antara ayah tiri dan anak
tiri perempuan atau antara saudara tiri. Insect banyak terjadi di kalangan
rakyat yang tingkat sosialnya rendah. Alasan sosial dan bologis mendukung
pantangan terhadap insect. Perkawinan antara orang-orang yang sedarah mengandung
resiko akan timbulnya gen resesif yang merugikan yakni kemungkinan menghasilkan
anak-anak yang cacat baik fisik maupun mental. Secara sosial insect merupakan
gejala broken home, yang membuat kekacauan hubngan dan status sosial khususnya
dalam sistem keluarga. Misalnya kakek sekaligus merangkap ayah.
11) Sadisme,
istilah ini muncul pertama kali dari seorang
bangsawan Perancis. Seseorang yang melakukan tindakan sadistik biasanya dia
akan merasakan kepuasaan yang amat sangat kalau orang tersebut ketika melakukan
hubungan seks dengan cara menyiksa, menganiaya dan menyakiti ( seperti memukul,
mencambuk) Orang yang seperti ini akan terus menerus mencari pasangan seks yang
sesuai dengan keinginannya. Tindakan sadistik ini pola-nya ada dua versi:
·
Pertama,
seorang yang sadistik mempunyai pasangan seks yang memang pasangannya juga
menikmati cara berhubungan seperti itu artinya, dia engga merasa kalau secara
fisik sudah disakiti (dicambuk, dipukul, diikat dsb), bahkan orang tersebut
merasakan juga kenikmatan seksual dengan cara seperti tadi.
·
Kedua,
seorang yang sadistik mempunyai pasangan seks yang memang dia merasakan
dirugikan dari tindakan tersebut, kalau yang ini sudah jelas ini masuk dalam
tindak pidana. Terus perlu kita ketahui bahwa kelainan ini bisa terjadi dalam
perilaku pacaran yang dikenal dengan dating rape, -sadisme bisa juga terjadi
pada cewe-dimana perkosaan dapat terjadi kalo salah satu pasangan memaksakan
untuk menyalurkan hasrat seksualnya pada pasangannya tanpa mempertimbangkan
keberatan atau tidaknya tindakan tersebut.
12) Fetikhisme
Berasal
dari bahasa Portugis feitico, yang berarti sulapan atau sihir. Kata ini berarti
ketergantungan pada suatu bagian tubuh atau benda mati sebagai satu-satunya
cara untuk mendapatkan kegairahan seksual dan ejakulasi. Keadaan ini terutama
ditemukan pada para pria. Ciri utama fetisisme adalah penggunaan benda mati
(fetisy) sebagai cara terpilih atau ekslusif untuk mencapai kepuasan seksual.
Benda mati itu dapat berupa suatu bagian dari tubuh seorang wanita, seperti
rambut kepala, rambut kemaluan, kuku, pakaian dan benda lain milik seorang
wanita seperti BH, kaos kaki, syal, sepatu dan tas kulit. Pria mencapai
kepuasan seksual dengan menyentuh benda-benda atau bagian tubuh dari wanita
yang menjadi sasaran nafsu seksualnya. Penyebab fetisisme antara lain karena
perasaan infantil dibarengi dengan rasa agresif. Sering sebagai akibat dari
sifat asosial dan dibayangi kecemasan menjadi impoten. Benda-benda itu
dibutuhkan untuk dapat membangkitkan nafsu seksualnya. Seorang fetis dapat
melanggra hukum karena tindak pidana pencurian, misalnya ia mencuri celana
dalam atau kutang dari jemuran (KUHP Pasal 362) atau melanggar KUHP pasal 1366
karena mengunting rambut seorang wanita karena nafsu birahinya timbul ketika
melihat rambut wanita yang panjang. Fetisisme biasanya bersamaan dengan kleptomania.
13) Pedofilia erotika,
Berasal
dari kata paido (anak) dan philein (mencintai). Orang dewasa yang merasakan
kepuasan seksual dengan mengadakan persetubuhan dengan anak-anak. Biasanya
dilakukan oleh orang yang mempunyai kelainan mental. Pedofil membahayakan
perkembangan seksualitas anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus
memperhatikan secara cermat lingkungan pergaulan anaknya, istilahnya dia akan
merasa aman secara psikis justru dilingkungan anak-anak. Seorang yang pedofilia
umumnya impoten atau kurang paten dalam hubungan heteroseksual biasa.
14) Transvetisme
Seseorang
yang secara anatomis laki-laki, tetapi secara psikologis merasa dan menganggap
dirinya seorang perempuan. Ia akan berperilaku dan berpakaian seperti perempuan
Untuk mendapatkan kegairahan seksual. Seorang transvestit memakai pakaian
wanita (cross-dressing) sebagai pernyataan identifikasi dirinya wanita
(fiminine identification). Bangkitnya rangsangan seksual dan orgasme menandakan
kemenangan atas identifikasi feminim itu.. Ada transvestite yang melakukannya
dikamar tidurnya tanpa kehadiran orang lain, memandang dirinya pada kaca. Pada
waktu cross-dressed, terjadi ereksi penis. Orgasme dapat menjadi spontan atau
dengan melakukan masturbasi. Transvestite lain terdorong untuk berjalan
mondar-mandir di jalan, berpakaian wanita lengkap dengan wig, make up dan
perhiasan. Ia dapat begitu teliti dan mahir sehingga penampilannya tampak
sekali mirip dengan wanita. Namun bila tanpa cross-dressing akan terlihat jelas
kelaki-lakiannya. Dalam masyarakat kita dikenal dengan istilah banci atau
waria.
15) Masturbasi
Bisa
disebut juga onani atau rancap. Kata masturbasi berasal dari bahasa latin yang
berarti memuaskan diri sendiri. Kata masturbasi sendiri terdiri atas dua kata
yaitu manus yang berarti tangan dan stuprare yang berarti mengurangi
kehormatan. Kata onani berasal dari nama orang yaitu Onan dalam kitab kejadian
(Kitab Suci Yahudi Kristen) pasal 38 ayat 9. Dalam kisah tersebut, Onan
melakukan senggama terputus atau coitus interruptus. Masturbasi diartikan
sebagai pemenuhan dan pemuasan kebutuhan seksual dengan merangsang alat kelamin
sendiri dengan tangan atau alat-alat mekanik. Yang dilakukan pria adalah
menggosok-gosok kemaluannya dengan tangan sendiri sehingga spermanya keluar.
Sedangkan yang dilakukan wanita adalah memasukkan jari tangannya kedalam
vagina, menggosok-gosok klitoris dan sebagainya, baik dilakukan dengan jari
tangan atau alat lainnya seperti pisang, botol kecil atau alat lain yang
berbentuk seperti alat kelamin pria, misalnya dildo atau vibrator sehingga
terjadi orgasme.
16) Troilisme
Berasal
dari bahasa Perancis trois yang berarti tiga, adalah gejala melakukan senggama
dengan pasangannya dengan mengajak orang lain sebagai penonton. Penderita
gangguan psikoseksual jenis ini biasanya melakukan hubungan seks dengan tiga
orang dua wanita dan satu pria, atau dua pria dan satu wanita secara
bersama-sama sekaligus melakukan kegiatan menyimpang sepeti felasio,
kunilingus, pederasti atau senggama yang disertai beberapa kegiatan seksual
lain. Misalnya, seorang pria menyuruh isterinya dan wanita lain saling
melakukan kunilingus sedangkan ia sendiri melakukan sodomi pada isterinya.
Hubungan segitiga yang terdapat pada troilisme mencerminkan keadaan oedipus di
masa kanak-kanak dimana seorang anak ingin ikut serta dalam percintaan antara
ayah dan ibunya. Keinginan atau nafsu itu akan terbawa terus hingga troilisme
tidak menyadari motivasi yang mendorongnya kedalam perbuatan tersebut. Namun
perasaan bersalah dapat timbul dan jika ditekan akan menimbulkan psikosomatik.
17) Bestialitas
Persetubuhan
dengan hewan. Penyebabnya karena merasa kekurangan untuk melakukan hubungan
seks dengan manusia. Hal ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Mislanya
seorang wanita yang memelihara anjing yang sangat disayanginya. Dia melatih
anjingnya untuk menjilati kelaminnya dan kemudian bersetubuh dengan anjing itu.
Kepuasan seksualnya diperoleh dari persetubuhan dengan anjingnya.
b. Penyebab penyimpangan seksual
Menurut
Waskito (1993:29) penyebab penyimpangan seks pada remaja disebabkan oleh :
1) Faktor intern
-
Kelainan
fisik sejak lahir
-
Kelainan
pengaruh obat
-
Problem
emosional
2) Faktor ekstern
-
Lingkungan
keluarga
Pada saat ini di kota-kota besar
terkadang dapat dikatakan bahwa keluarga kita pada umumnya bahwa keluarga kita
pada umumnya tidak sempat lagi memperhatikan kebutuhan remaja akan penerapan
moral dan pendidikan agama pada putra-putrinya, selain itu diakibatkan tidak
harmonisnya hubungan antara remaja dengan orang tua. Misalnya akibat broken
home atau orang tua tinggalnya berjauhan padahal pada saat tertentu remaja
sangat membutuhkan orang tua tetapi mereka tidak disisinya.
-
Lingkungan
sosial
Terjadi perubahan sosial dapat
menyebabkan pergeseran nilai-nilai pada remaja. Perkenalan remaja dengan seks
sesungguhnya bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Perkenalan tersebut akibat dari
lingkungan yang mendorong mereka tidak hanya mengenal seks tetapi sekaligus
mempraktekkan hubungan seks diluar nikah. Para remaja mungkin bisa memalingkan
muka atau mematikan TV, VCD yang menayangkan film dengan adegan kissing atau
berkumpul di tepi pantai. Adegan-adegan itu mereka saksikan hampir setipa hari
pada saatnya mereka seharusnya belajar dan beribadah.
-
Lingkungan
sekolah
Masalah seksual pada remaja
mungkin terjadi karena kegagalannya sekolah formal untuk mensosialisasikan
nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama yang akan membentuk disiplin para
remaja. Pada saat ini lembaga-lembaga pendidikan agaknya lebih banyak
memusatkan muatan pengajaran pada masalah IPTEK dan kurang memaksimalkan
masalah-masalah moralitas.
Menurut Sarwono (1990:149) penyebab remaja melakukan
penyimpangan perilaku seksual antara lain:
1) Meningkatkan libido seksual
Kematangan
organ kelamin mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual yang
menyebabkan menegangnya alat kelamin, sehingga untuk melepaskan ketegangan itu
remaja melakukan hubungan seksual. Dalam tubuh remaja diproduksi zat hormon
kelamin yang mempunyai pengaruh pada alat-alat kelamin sehingga timbul dorongan
seksual pada remaja. Perubahan-perubahan hormonal yang terjadi membutuhkan
penyaluran dalam bentuk tingkah laku seksual tertentu.
2) Penundaan usia perkawinan
Taraf
pendidikan yang semakin tinggi di masyarakat, maka semakin tertunda kebutuhan
untuk melaksanakan perkawinan misalnya belum menyelesaikan studi karena
tuntunan orang tua, belum mendapatkan pekerjaan yang jelas, hal ini dapat
berakibat buruk jika seseorang yang
sudah waktunya menikah belum menikah. Di lain pihak terdapat norma sosial yang
semakin lama semakin menuntut persyaratan yang semakin tinggo untuk perkawinan,
misalnya pendidikan, pekerjaan dan batas usia minimum dalam menikah.
3) Tabu-larangan
Di
kalangan masyarakat terutama orang tua seks masih dibicarakan secara
sembunyi-sembunyi dan sebagian lagi menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu
dan tidak patut dibicarakan secara terbuka. Orang tua menganggap bahwa remaja
akan mengetahui seks setelah mereka menikah dan melarang membicarakan seks
dengan siapapun.
4) Kurangnya informasi tentang seks
Dengan
adanya teknologi yang canggih melalui media massa yang tidak terbendung akan
mengakibatkan pengaruh buruk bagi remaja seperti buku-buku cabul, blue film,
melihat praktek seksual dan lain-lain. Remaja dalam melihat teknologi yang
canggih itu, ingin tahu dan mencoba atau meniru apa yang dilihat dan
didengarnya. Hal ini dikarenakan belum mengetahui masalah seksual dari orang
tuanya yang mempunyai pandangan bahwa seks itu tabu, sehingga mereka mencari
informasi seks secara sembunyi-sembunyi dan belum jelas kebenarannya.
5) Pergualan bebas
Adanya
kecenderungan pergaulan yang semakin bebas antara pria dan wanita dalam
masyarakat dengan tidak mematuhi aturan dan norma yang berlaku. Dengan mudah
kita dapat melihat perilaku penyimpangan seksual. Hal ini sebagai akibat berkembangannya
peran dan pendidikan wanita yang semakin sejajar dengan pria.
c. Akibat penyimpangan seksual
Dampak
yang ditimbulkan akibat penyimpangan seks adalah sebagai berikut :
1) Dampak secara fisik
Kehamilan
ini terjadi akibat perbuatan seks sekaligus titik awal dari bencana yang
melanda remaja. Hal ini terjadi karena terkadang embrio yang dikandungnya di
aborsi, padahal aborsi akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan si
remaja karena ia menjadi orang beresiko tinggi terhadap kanker kandungan. Bila
kelahiran itu dilanjutkan hingga bayi lahir maka anaknya akan menjadi anak yang
tidak berbapak dan seandainya si remaja dikawinkan maka ia riskan dengan
perceraian. Selain terjadi kehamilan juga bisa terkena penyakit kelamin yang
menular.
2) Penyelewengan seks biasanya akan
menimbulkanperasaan berdosa dan menjadi penganggu ketenangan batin.
Penyimpangan seksual akan mengakibatkan perasaan dosa dan terhina yang akan
selalu menjadi penganggu ketenagan batin. Penyelewengan seksual oleh pihak
manapun akan menimbulkan perasaan-perasaan berdosa yang secara tidak sadar
ingin ditekan jauh-jauh dalam ketidaksadaran untuk dilupakan. Hal ini bisa
menjadi komplek-komplek terdesak yang sukar diatasi dan selalu menjadi
penganggu bagi ketenangan batin. Sebagai akibatnya orang selalu gelisah, cemas,
emosinya tidak stabil dan mengalami banyak frustasi (Kartono, 1994:168). Hal
lain yang mungkin terjadi akibat penyimpangan seks secara psikis adalah
terjadinya frustasi. Hal ini mungkin terjadi karena sang pacar meninggalkannya
dalam keadaan hamil, maka akan dikucilkan masyarakat dan diusir dari keluarga.
Karena frustasi dan rasa malu, terkadang seseorang akan murung, mudah
tersinggung, merasa rendah diri dan selalu merasa bersalah. Seseorang yang
melakukan seks tanpa adanya norma atau aturan agama maka ia akan merasa terhina
dan berdosa dalam hidupnya. Kasus yang lebih parah adalah ketika terjadi
kehamilan diluar nikah, maka pihak yang tidak mengharapkan kelahiran anak
tersebut akan menggugurkan kandungan. Kalaupun bayi tersebut akan dibuang, ini
tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum manapun agama dan yang
bersanngkutan bisa dikenakan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
d. Diagnosis terhadap penyimpangan seks
1) Psikologis
Untuk medapatkan diagnosis secara
psikologis siswa atau orang tua dapat berkonsultasi langsung dengan konselor di
sekolah atau dengan rubrik pembaca di majalah atau koran tentang seks dan
psikologis.
2) Sosiologis
Untuk diagnosis secara sosiologis
siswa dapat bertanya atau konsultasi dengan tokoh masyarakat, pemuka agama atau
orang tua.
3) Medis
Orang tua, siswa, iphak sekolah
bisa bekerja sama dengan pihak medis atau dokter untuk masalah penyimpangan
seks ini. Untuk orang tua bisa langusng berkonsultasi dengan dokter pribadi
atau keluarga. Sedangkan siswa dapat berkonsultasi melalui rubrik majalah atau
koran yang marak membuka konsultasi masalah seks. Sedangkan pihak sekolah bisa
mendatangkan dokter untuk memberikan penyuluhan tentang seputar permasalahan
seks.
e. Terapi terhadap penyimpangan seks
1) Seseorang yang melakukan penyimpangan seks,
secara umum ia mempunyai beban psikologis yaitu merasa berdosa dan minder. Maka
untuk penyembuhan ini si penderita bisa menghubungi atau berkonsultasi dengan
psikolog atau konselor di sekolah, karena konselor dan psikolog tersebut akan
menyembuhkan si penderita sampai dia tiak merasa terbebani dan timbul percaya
diri lagi dan juga tidak mengulangi lagi penyimpangan seks.
2) Sosiologis
Penyembuhan secara sosiologis
cenderung mengarah psikologis namun yang menangani lain. Kalau psikolog yang
menangani atau konselor kalau disekolah penyembuhan sosiologis yang menangani
bisa orang tua, tokoh masyarakat atau pemuka agama. Mereka melakukan
penyembuhan secara psikis dengan menggodok pasien dengan kerohanian atau
keagamaan secara terus menerus sampai sembuh. Namun ada juga penyembuhan
sosiologis yang menyembuhkan penyakit fisik yaitu dengan pengobatan alternatif.
3) Medis
Pada umumnya orang yang melakukan
penyimpangan seks akanterkena penyakit. Sedangkan pada umunya terapi melalui medis
menyangkut keadaan fisik seseorang yang terkena penyakit, maka terapi medis ini
langsung pada pengobatan yang dilakukan oleh dokter sampai sembuh.
f.
Penyakit
menular
Ada
beberapa penyakit kelamin yang disebabkan oleh seseorang berganti-ganti
pasangan, terlibat pelacuran dan homoseksual. Penyakit tersebut antara lain :
1) Gonorea (kencing nanah)
Salah
satu penyakit PMS (Penyakit Menular Seksual) yang menyerang selaput lendir pada
beberapa organ seks an organ kemih, anus, rectum, selaput lendir mulut, mata
dan beberapa organ lain. Penyebabnya adalah kuman Neisseria gonorrhoeae.
Kadang-kadang kuman gonore ini masuk kedalam darah dan menyerang sendi, khususnya sendi lutut. Penyakit ini
dapat terjadi pada saat melakukan hubungan kelamin dengan penderita yang diikuti
dengan rasa sakit pada waktu buang air kecil dan disertai keluarnya nanah. Pada
anak yang usianya belum mencapai remaja, gonore menyerang selaput lendir vagina
biasanya diperoleh dari orang tua mereka.
2) Sifilis (penyakit raja singa)
Merupakan
jenis penyakit yang ditularkan melalui kegiatan senggama yang haram. Tanda
pertama sifilis adalah bintik-bintik merah yang muncul pada alat kelamin
sepuluh hari sampai tiga bulan setelah ketularan penyakit ini. Penyebabnya
adalah kuman Treponema palidium yang menyerang selaput lendir, termasuk anus,
kemaluan serta mulut. Jika seorang wanita hamil menderita penyakit ini, maka
kuman dapat menembus plasenta dan menyerang janin. Kalau tidak meninggal,
kemungkinan besar bayinya akan lahir cacat. Selain melalui senggama, sifilis
dapat ditularkan melalui pemakaian handuk basah milik orang berpenyakit sifilis
atau kalau kita mengenakan pakaian mereka.
3) Kanker kelamin
Adanya
kanker di dalam rahim atau kelamin yang menyebabkan luka bernanah yang
berkepanjangan, peradangan saluran kencing, rasa nyeri pada persendian dan
pembengkakan pada kulit.
4) Aids (Aquired Immuno Defferency Syndrome)
Penyebab
dari AIDS adalah sejenis virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Seseorang yang terkena virus ini disebut terinveksi HIV. Secara klinis, HIV
bisa berkembang secara sporadis apabila masuk kedalam tubuh manusia melalui
luka lecet yang kecil sekalipun. Kemudian, HIV menemukan sel-sel tubuh manusia
yang cocok, seperti sel darah putih tipe limfosit-T (salah satu bentuk sel
darah putih yang melumpuhkan kuman), sel makropagh (sel pemakan kuman), sel
otak tertentu atau sel darah putih monosit. Virus yang masuk kedalam sel-sel
tersebut akan berkembang biak dan berpotensi menginfeksi sel lain. Menurut
penelitian, Pengidap HIV baru menjadi penderita AIDS secara klinis setelah masa
inkubasi lima sampai sepuluh tahun. AIDS adalah penyakit yang menyengsarakan,
baik fisik, mental maupun sosial. Penyakit ini dapat ditularkan diantaranya
melalui hubungan seksual baik melalui vagina atau anus dengan seorang pria atau
wanita yang menderita AIDS, melalui jarum suntik yang tercemar darah penderita
AIDS, melalui transfusi darah terinfeksi, transplantasi organ tubuh dari
seorang penderita AIDS, dari ibu pengidap HIV/AIDS kepada bayinya karena HIV
dapat melalui sawar (barier) plasenta dan juga dapat terinfeksi melalui ASI.
Secara sederhana untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit AIDS,
maka kita harus mewaspadai gejala-gejala AIDS berikut :
-
Terjadi
penurunan ketahanan tubuh yang ditandai dengan seringnya sakit berat atau suatu
penyakit yang biasanya ringan tetapi lama pulihnya
-
Menurunnya
berat badan setiap bulan secara terus-menerus
-
Terdapat
penyakit yang biasanya mudah disembuhkan menjadi sulit disembuhkan, seperti
radang paru-paru atau eksema
-
Terdapat
bercak-bercak merah coklat yang merata di seluruh tubuh yang sulit menghilang
-
Terjadi
pembesaran kalenjar getah bening di seluruh tubuh.
Sejak
ditemukannya kasus AIDS di Amerika Serikat paad 1981, penyakit ini selalu
menarik perhatian dunia kedokteran ataupun masyarakat luas. Hal ini disebabkan
oleh kenyataan bahwa AIDS telah menyebabkan angka kematian yang tinggi, jumlah
penderita yang meningkat dalam waktu singkat dan belum adanya penanggulangan
secara tuntas karena obat yang efektif belum ditemukan.
g. Cara mensiasati perilaku penyimpangan seksual
Kalau kita pernah menghadapi masalah-masalah perilaku
penyimpangan seksual seperti yang diatas baik pernah jadi korban langsung atau
ada diantara teman atau saudara yang berperilaku seperti di atas, ada beberapa
tips atau saran untuk kamu-kamu dalam menghadapi prilaku penyimpangan seksual
ini :
1) Jika kejadiannya kitalah yang jadi korban,
seperti kita bertemu sama seorang yang ekshibionisme.( laki-laki juga bisa jadi
korban/mangsa si tukang pamer)
·
Langkah
pertama yang kudu kamu lakukan adalah jangan panik, cobalah bersikap tenang
jangan beteriak apalagi menjerit selain akan mengundang perhatian orang lain,
pelaku ekshibionis akan mendapatkan kepuasaan dari tindakan kamu itu, karena
otomatis dari tingkah kamu yang panik itu misalnya dengan berteriak orang-orang
disekitar kamu juga akan melihat si pelaku dan ini jusru membuat si pelaku
ekshibionisme bertambah puas dengan perilakunya seperti itu karena dia merasa
sudah menarik perhatian banyak orang.
·
Langkah kedua
kalau kita masih bisa menghindar, lakukan langkah seribu untuk bisa menjauhi
pelaku ekshibionis tadi namun kita juga harus tetap bersikap tenang
·
Dan kalau
kejadiannya kita bertemu dengan orang yang baik kita kenal dekat atau tidak dan
ternyata dia terindikasi ada gejala penyimpangan seksual, yang pertama kali
harus kamu lakukan yaitu memberikannya rasa percaya dia sama kamu, dan setelah
kamu dekat sama dia dan dia mulai mau sharing atau curhat ke kamu, inilah waktu
yang tepat untuk kita mencoba menasehati dan memberikan saran-saran kita
untuknya. Biarkan dia percaya kalau didunia ini masih ada yang bisa memaklumi
tingkahnya dan tahu kalau masih banyak yang memperhatikan dia. Apalagi kalau
ternyata orang itu memang merasa bersalah atas tindakannya itu, ini akan lebih
mudah untuk diajak berprilaku normal kembali. Kita bisa kasih saran yang memang
sepengetahuan kita ini baik untuknya atau kamu bisa langsung kasih saran
padanya untuk berkonsultasi sama yang ahli menangani kasusnya. Tapi, beda lagi
sama orang yang jelas-jelas dia melakukan penyimpangan seksual tapi dia engga
merasa bersalah sama sekali, ini lebih sulit karena rasa bersalah tidak timbul
dalam pikirannya, otomatis dia tidak termotivasi untuk berprilaku normal
seperti yang lain.
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar