Belajar Blog

Sabtu, 22 Januari 2011

Penyimpangan Perilaku Seks dan Gangguan Seksual


1.       Penyimpangan Perilaku Seks dan Gangguan Seksual
Seringkali dalam masyarakat terdapat pengetahuan kalau perilaku seks, khususnya yang tidak sesuai dengan norma agama, norma hukum, atau norma susila, yang dilakukan oleh remaja, dikatakan sebagai penyimpangan atau kelainan seksual, tapi secara psikologi pengertian itu tidak selamanya benar. Karena pengertian secara luas tingkah laku seksual itu sendiri, adalah, segala perilaku yang didasari oleh dorongan seks. Ada dua jenis perilaku seks, yaitu perilaku yang dilakukan sendiri, seperti masturbasi, fantasi seksual, membaca/ melihat bacaan porno, dll, serta perilaku seksual yang dilakukan dengan orang lain, seperti berpegangan tangan, berciuman, petting/ bercumbu berat hingga berhubungan intim.( coitus )
Dalam tinjauan psikologis proses tingkah laku yang lazim terdiri dari menyukai orang lain, timbulnya gairah, diikuti dengan tercapainya puncak kepuasan seksual atau orgasme dan diakhiri dengan tahap pemulihan (resolusi). Di dalam perkawinan, semua proses hubungan seks akan terpenuhi, sehingga tidak diragukan lagi kenormalannya berdasarkan norma psikologi. Bahkan masturbasi (onani) dan mimpi basah juga memenuhi semua proses untuk sampai pada puncak kepuasan seksual.

a.       Perilaku penyimpangan seksual
Perilaku penyimpangan seksual merupakan tingkah laku seksual yang tidak dapat diterima oleh masyarakat dan tidak sesuai dengan tata cara serta norma-norma agama. Penyimpangan seks dikuasai oleh kebutuhan-kebutuhan neorotis dengan dorongan-dorongan non-seks daripada kebutuhan erotis yang pada akhirnya menutun seseorang paad tingkah laku menyimpang. Penyimpangan seksual ini dapat merugikan orang lain dan orang banyak. Menurut Kartono (1998:22) Ketidakwajaran seksual “sexual perversion” itu mencakup perilaku seksual atau fantasi-fantasi seksual yang diarahkan pada pencapaian orgasme lewat relasi diluar hubungan kelamin heteroseksual dengan jenis kelamin yang sama atau dengan partner yang belum dewasa dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang bisa diterima secara umum.

Perilaku penyimpangan seksual menurut Surtiretna (2001) adalah sebagai berikut :
1)      Perzinaan
Hubungan seksual antara dua orang yang bukan suami-istri, baik dilakukan oleh jejaka dengan dara atau orang-orang yang sudah berumah tangga untuk memuaskan dorongan seksual sesaat. Perzinaan ini dilakukan untuk memperoleh tambahan kepuasan seks  yang tidak terpenuhi dan bila dilakukan akan menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan batin.
2)      Perkosaan
Tindakan menyetubuhi seorang wanita yang bukan isterinya dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. Dalam bahasa inggris perbuatan tersebut dinamakan rape yang berasal dari bahasa latin rapere, yakni “mengambil sesuatu dengan kekerasan”. Seorang suami yang memaksa istrinya untuk bersetubuh dengannya, tidak dapat dikenakan pidana “perkosaan” karena persetubuhan itu terjadi dalam perkawinan. Untuk membuktikan tindak pidana perkosaan, penuntut umum harus membuktikan bahwa persetubuhan telah terjadi dengan paksaan (kekerasan atau ancaman kekerasan) dan tertudulah yang berbuat seperti itu. Oleh karena itu, perlu dicari bukti yang menguatkan atau membenarkan (corroborate) keterangan wanita bahwa ia telah disetubuhi secara paksa. Bukti koroboratif dapat berupa kesaksian seseorang yang mendengar jeritan meminta pertolongan atau melihat wanita itu diseret dan melawan.
3)      Pelacuran
Penyediaan pelayanan hubungan seks dengan imbalan uang atau hadiah-hadiah, disebut sebagai hubungan seks diluar perkawinan karena terjadi hubungan seks antara orang yang tidak terikat oleh cinta perkawinan. Pelacuran bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau dengan perantara orang lain dengan perjanjian prosentase tertentu. Pelacuran, apapun namanya di kalangan masyarakat tidak diterima kehadirannya bahkan dimusuhi, karena dianggap sebagai perkerjaan yang tidak bermoral atas beberapa alasan :
-          Pekerjaan ini identik dengan perzinaan, suatu kegiatan seksual yang dianggap tidak bermoral oleh banyak agama
-          Perilaku seksual oleh masyarakat dianggap sebagai kegiatan yang berkaitan dengan tugas reproduksi dan tidak seharusnya digunakan secara bebas demi untuk memperoleh uang
-          Pelacuran dianggap sebagai ancaman terhadap kehidupan keluarga yang dibentuk melalui perkawinan dan melecehkan nilai skaral perkawinan
-          Kaum perempuan membenci pelacuran karena dianggap sebagai “pencuri cinta” kaum laki-laki (suami mereka) dan sekaligus pencuri hartanya
-          Pelacuran merupakan salah satu media terjadinay penularan penyakit hubungan seksual
4)      Nekrofilia
Berasal dari kata nekros yang berarti mayat dan philein yang berarti mencintai. Orang yang melakukan senggama dengan mayat dan merasa puas secara seksual. Penyebabnya antara lain rasa minder, pemalu, tidak mampu mengadakan sublimasi atau rasa dendam yang kronis. Nekrofilia terdapat dalam dua bentuk, yaitu :
-          Mayat yang sudah dikubur yang terdapat dalam kamar mayat atau dalam bangsal anatomi dicuri dan dipergunakan sebagai objek seksual
-          Korban dibunuh (pembunuhan seksual) dan mayat korban segera dipergunakan sebagai objek seksual. Dalam hal ini perbuatan nekrofil hanya merupakan sebagaian dari serangkaian perbuatan penuh emosi yang timbul dari nafsu agresi dan destruksi yang sangat kuat. Ia masih inigin menguasai dan menodai mayat korbannya. Disini pembunuhan seksual bukan merupakan tujuan akhir.
Perbuatan seksual atas mayat dapat berupa menciumi, memeluk dan meraba-raba tubuh mayat, melakukan masturbasi sambil memegang payudara dan alat kelamin mayat atau melakukan senggama dengan mayat. Perbuatan tersebut dapat disertai dengan membuat cacat mayat (nekrosadisme).

5)      Homoseksual
adalah orang yang merasakan atau hanya tertarik dengan jenis kelamin yang sama, pria suka sama pria. Terminology/definisi homoseksual tidak hanya diberlakukan untuk laki-laki, sebenernya wanita yang hanya Suka terhadap sesamanya juga termasuk dalam kategori Homoseksual, tetapi di masyarakat umum istilah lesbianisme lebih dikenal untuk wanita yang suka sama wanita. Padahal arti Homo sendiri berarti sama, sejenis atau satu golongan.  
Bagi homoseksualitas pada pasangan pria dengan pria. Cara pemuasan seksual sedikit berbeda, dimana seorang pria homoseksual dapat mencari obyek mangsanya diantara pria-pria yang tidak bertendensi homoseksual, bahkan diantaranya anak-anak dibawah umur, dengan rayuan-rayuan, janji-janji dan imbalan-imbalan material. Diantara mereka ada yang memutuskan untuk menikah ( cara ini ditempuh untuk menghindarkan imej negatif masyarakat pada dirinya)dan dikaruniai beberapa anak dan kemudian keinginannya untuk memuaskan diri secara homoseksual hilang. Akan tetapi ada pula diantara mereka yang secara tersembunyi masih melakukan hubungan homoseksual, karena pada dasarnya mereka termasuk dalam biseksual. Sering mereka menunjukkan gejala-gejala transvitisme, yaitu mengenakan pakaian wanita atau bermasturbasi sambil mengkhayalkan sedang bermesraan dengan seorang pria.

a)      Bagaimana seseorang bisa menjadi Homoseksual?
Faktornya banyak sekali,antara lain faktor herediter(bawaan atau turunan), sosial/ lingkungan (dari pergaulan atau bahkan ikut-ikutan. Ada juga istilah bagi para Homoseks yaitu "nggak penting jenis kelamin yang paling penting kasih sayang!!,). 
Faktor-faktornya yaitu :
·         Faktor trauma pada masa kecil
faktor yang trauma karena pernah diperkosa(oleh seorang gay atau lesbian dewasa tentunya) terutama terjadi dimasa kanak-kanak,dan kemudian si anak korban perkosaan tersebut tidak mendapatkan pertolongan dari ahli seperti psikolog atau psikiater. Atau homoseksualitas dapat terbentuk karena trauma pada masa kecil pernah melihat salah satu orang tuanya disiksa atau anak tersebut disakiti secara fisik oleh orangtuanya atau pernah mengalami kekecewaan (misalnya dikhianati atau ditinggalin sama pacar), sehingga anak atau orang tersebut tumbuh dalam kebencian kepada salah satu orang tuanya atau lawan jenis tersebut, karena anak tersebut merasa nggak bisa membela maka ia terus merasakan kebencian itu yang akhirnya mempengaruhi dia dalam membuat image tentang orang yang dibencinya, sebagai contoh ia menganggap bapak adalah seseorang yang jahat dsb, maka setelah dewasa ia .merasa lebih nyaman atau lebih terlindungi oleh cewek sampai akhirnya muncul rasa sayang, cinta dsb layaknya perasaan cowok ke cewek normal yang saling menyukai.
·         Faktor terbesar penyebab Homoseks
Dari sekian banyak faktor penyebab Homoseksualitas, faktor sosial atau pergaulan merupakan faktor terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, sekali pernah merasakan hubungan seksual (seperti sodomi misalnya), terus jadi ketularan walaupun nggak sepenuhnya gay tapi faktor ini juga bisa menyebabkan Biseksual, jadi Ke-lawan jenis iya ke-sesama jenis nggak masalah, Kemudian Faktor penyebab kedua adalah faktor trauma atau korban perkosaan pada masa kecil, dari beberapa kasus yang pernah masuk ke CMM, hampir ditemukan kesamaan latar belakang riwayat pada mereka yang mengalami homoseksualitas menceritakan bahwa mereka pernah disiksa atau memiliki ayah yang suka menyiksa, atau pernah diperkosa oleh orang-orang terdekat. Mereka yang menjadi homo dari faktor ini biasanya menyadari kalo mereka nggak semestinya menyukai sesama jenisnya, tetapi dari sesama jenisnya misalnya dalam hal ini ibu dapat memberikan perlindungan atau orang yang tidak memberikan kekerasan fisik atau karena memendam kebencian yang dalam secara terus menerus di alam bawah sadarnya pada ayah maka ia tumbuh menjadi seorang homo, terus untuk mereka yang pernah diperkosa, dengan mereka menjadi homo dikarenakan mereka membalas dendam kepada orang lain dengan menjadi atau berperilaku homo.Kebanyakan dari kasus trauma masa kecil atau diperkosa ini dapat recover tetapi memerlukan penanganan atau therapy dari psikolog yang memang bisa menangani kasus-kasus seperti ini dan memakan waktu yang tidak sebentar.
·         Faktor terkecil penyebab Homoseks
Terakhir adalah faktor penyebab dari herediter atau keturunan alias bawaan,dimana secara rootedness atau garis keturunan ada buyutnya yang punya riwayat homo kasus homoseksualitas. Terus perlu ditekankan bahwa yang disebabkan oleh faktor ini, menduduki peringkat terakhir peneyebab terjadinya homoseksualitas, karena prosesnya genetis sich, jadi ada bayi yang terlahir dengan susunan kromosom yang nggak pada umumnya, kalo cewe XX tapi terlahir dengan alat kelamin seperti cowo,yang diasumsikan penis ternyata itu adalah klitoris, terus ada juga yang secara fisik dia bayi cowok tapi susunan kromosomnya XY, tapi struktur fisik genitalianya(alat kelaminnya)nggak normal segede cabe atau bahkan nggak punya penis hal ini sangat kasuistik atau jarang-jarang sekali terjadi.

b)      Bagiamana mensikapi kalau kita, sodara atau temen baik punya gejala Homoseksualitas?
·         Jangan panik, yang terpenting jangan dijauhi apalagi disebarkan sama teman-teman kalo dia itu Gay atau lesbian,buat dia percaya untuk bisa cur-hat (atau beri ia informasi ke tempat atau sumber informasi yang dapat dipercaya, karena kalo kita sendiri kan belum well informed dalam hal seperti ini) sama diajak ke psikolog atau psikiater kalo mereka merasa tersiksa dengan keadaannya tersebut, karena hal ini terjadi bukan atas kemauan mereka kecuali mereka yang salah gaul atau menganut budaya alternatif ( nggak penting jenis kelamin yang penting kasih sayangnya) 
·         Kalo memang kita sudah tahu bahwa dia gay atau lesbian bertemen biasa aja, yang terpenting kamu bisa memagari diri untuk menghindari kondisi-kondisi yang memungkinkan hal yang tidak diinginkan terjadi.Nggak perlu dijauhin karena mereka nantinya merasa nggak diterima dan terasing di lingkungan atau bahkan keluarganya sendiri. Mereka juga manusia biasa seperti kita yang butuh diterima oleh lingkungannya.

c)       Menghindari timbulnya perilaku Homoseksualitas
Antara lain:
·         Bila kita menghadapi suatu permasalahan, apapun bentuknya apalagi kalau sampai menimbulkan kesan trauma buat kamu, bicarakan segera dengan orang yang kamu percaya, jangan sampe kamu curhat ke orang yang salah yang bisa memanfaatkan kamu.
·         Hindari media atau informasi yang menyesatkan, boleh cukup untuk tahu saja, sekedar pengetahuan.
·         Pintar-pintar bawa diri dalam lingkungan apapun, biasanya ajakan-ajakan berhubungan seksual dari para gay atau lesbian yang tidak bertanggungjawab adalah mereka yang sering mengiming-imingi mangsanya barang-barang atau berkaitan dengan duit, diajak jalan dan lain-lain.
·         Kalo di tempat-tempat rame jaga-jaga  gelas minuman,jangan cari gratisan aja kalo ujung-ujungnya fatal. Biasanya penyebab homoseksual disebabkan oleh hal-hal yang tidak kita duga.
·         Bekali diri dengan tehnik beladiri atau tehnik perlindungan diri seperti menghindari berjalan di tempat sepi malem-malem, siaga terhadap orang yang nggak dikenal tapi ramah, soalnya banyak kasus cowok-cowok sudah dewasa yang diperkosa.
·         Waspada terhadap sentuhan atau bahkan lirikan dari sesama jenis yang gak normal(misalnya di daerah yang dekat dengan atau bahkan pada alat vital kamu)Ini sering sekali terjadi di bus atau kendaraan terutama dalam kodisi fully book, jangan ragu-ragu untuk marah atau bahkan teriak,biasanya para pelaku ini jadi ciut kalo kita tegas atau berani.

6)      Lesbianisme
dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai deviasi seksual, misalnya yang dilakukan di asrama-asrama putri atau rumah penjara, karena keadaan yang mendorong pelaku-pelakunya untuk berbuat demikian. Dalam keadaan normal mereka tidak melakukannya lagi. Dan mereka dapat dimasukkan ke dalam golongan lesbian pasif dan dapat terikat dalam pernikahan. Namun demikian banyak diantara mereka yang menunjukkan sikap dingin (frigid) dalam hubungan heteroseksual(perempuan -lelaki). Lesbian yang aktif tidak akan menikah, akan tetapi hanya pasangan yang sejenis kelaminnya saja. Frekuensi lesbianisme cukup tinggi, menurut Jeffcoate kira-kira 25% dan menurut Kinsey dkk kira-kira 28%.

7)      Ekshibionisme
Kata ini berasal dari bahasa latin exhibere, yang berarti menunjukkan. Adapun menurut istilahnya orang yang merasa puasa dengan memamerkan organ tubuhnya sendiri kepada orang yang tidak dikenalnya dengan tujuan untuk mendapatkan kegairahan seksual, tanpa upaya lanjut untuk mengadakan aktivitas seksual dengan orang yang tidak dikenalnya itu. Misalnya, pria memamerkan alat kelamin genitalnya dan wanita memamerkan payudaranya. Kepuasan seksual didapat dari melihat reaksi seperti : terperanjat, takut, kagum atau jijik yang berasal dari orang yang menyaksikannya. Orgasme dicapai dengan melakukan masturbasi pada waktu atau setelah kejadian itu. Penyebabnya antara lain pemalu, merasa tidak aman, rendah diri dan sebagainya. Gejala ini lebih banyak terdapat pada pria.

8)      Voyeurisme
Adalah suka mengintip orang yang lagi berhubungan seks atau suka melihat alat kelamin orang lain, yang jelas mereka seperti itu dengan sengaja alias punya niatan khusus untuk kegiatan-kegiatan seperti tadi, dan sudah pasti ini menjadi kebiasaan mereka. Voyeurisme ini juga dasarnya dilakukan supaya mendapatkan kepuasan seksualnya.Hanya dengan mengintip saja.

9)      Sodomi
masih ingatkah kita pada kasus Robot gedek ?, yang suka melakukan sodomi sama anak kecil, nah si robot ini dengan cara memaksa si korban untuk melakukan hubungan seks melalui anus,korbannya biasanya anak kecil karena dalam pikiran mereka anak kecil mudah untuk dibujuk atau dibohongin, misalnya saja ada seorang anak yang dikasih candy atau diiming-imingi semangkok bakso sama orang yang belum dia kenal langsung saja si anak menurut dan inilah kesempatan si pelaku untuk membujuk si anak menuruti apa yang diminta karena mungkin menurut si anak, orang tersebut sudah dengan baik banget memberinya permen. jangan salah,.. sodomi ini juga berlaku dikalagan para gay atau bisek dan bahkan hubungan heteroseksual juga ada yang melakukannya dengan cara sodomi (hubungan seks melalui anus).

10)   Insestus
Berasal dari bahasa Latin cestus, yang berarti murni. Jadi insectus berarti tidak murni. Hubungan seksual antara pria dan wanita yang satu sama lain terikat oleh pertalian keluarga sedarah, pertalian keluarga karena perkawinan atau pertalian keluarga angkat yang menurut agama atau kebudayaan dianggap sebagai penghalang bagi hubungan seksual itu seperti antara ayah dengan putrinya, antara kakek dan cucu perempuaannya. Demikian juga hubungan seksual antara ayah tiri dan anak tiri perempuan atau antara saudara tiri. Insect banyak terjadi di kalangan rakyat yang tingkat sosialnya rendah. Alasan sosial dan bologis mendukung pantangan terhadap insect. Perkawinan antara orang-orang yang sedarah mengandung resiko akan timbulnya gen resesif yang merugikan yakni kemungkinan menghasilkan anak-anak yang cacat baik fisik maupun mental. Secara sosial insect merupakan gejala broken home, yang membuat kekacauan hubngan dan status sosial khususnya dalam sistem keluarga. Misalnya kakek sekaligus merangkap ayah.

11)   Sadisme,
 istilah ini muncul pertama kali dari seorang bangsawan Perancis. Seseorang yang melakukan tindakan sadistik biasanya dia akan merasakan kepuasaan yang amat sangat kalau orang tersebut ketika melakukan hubungan seks dengan cara menyiksa, menganiaya dan menyakiti ( seperti memukul, mencambuk) Orang yang seperti ini akan terus menerus mencari pasangan seks yang sesuai dengan keinginannya. Tindakan sadistik ini pola-nya ada dua versi:
·         Pertama, seorang yang sadistik mempunyai pasangan seks yang memang pasangannya juga menikmati cara berhubungan seperti itu artinya, dia engga merasa kalau secara fisik sudah disakiti (dicambuk, dipukul, diikat dsb), bahkan orang tersebut merasakan juga kenikmatan seksual dengan cara seperti tadi.
·         Kedua, seorang yang sadistik mempunyai pasangan seks yang memang dia merasakan dirugikan dari tindakan tersebut, kalau yang ini sudah jelas ini masuk dalam tindak pidana. Terus perlu kita ketahui bahwa kelainan ini bisa terjadi dalam perilaku pacaran yang dikenal dengan dating rape, -sadisme bisa juga terjadi pada cewe-dimana perkosaan dapat terjadi kalo salah satu pasangan memaksakan untuk menyalurkan hasrat seksualnya pada pasangannya tanpa mempertimbangkan keberatan atau tidaknya tindakan tersebut.

12)   Fetikhisme
Berasal dari bahasa Portugis feitico, yang berarti sulapan atau sihir. Kata ini berarti ketergantungan pada suatu bagian tubuh atau benda mati sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kegairahan seksual dan ejakulasi. Keadaan ini terutama ditemukan pada para pria. Ciri utama fetisisme adalah penggunaan benda mati (fetisy) sebagai cara terpilih atau ekslusif untuk mencapai kepuasan seksual. Benda mati itu dapat berupa suatu bagian dari tubuh seorang wanita, seperti rambut kepala, rambut kemaluan, kuku, pakaian dan benda lain milik seorang wanita seperti BH, kaos kaki, syal, sepatu dan tas kulit. Pria mencapai kepuasan seksual dengan menyentuh benda-benda atau bagian tubuh dari wanita yang menjadi sasaran nafsu seksualnya. Penyebab fetisisme antara lain karena perasaan infantil dibarengi dengan rasa agresif. Sering sebagai akibat dari sifat asosial dan dibayangi kecemasan menjadi impoten. Benda-benda itu dibutuhkan untuk dapat membangkitkan nafsu seksualnya. Seorang fetis dapat melanggra hukum karena tindak pidana pencurian, misalnya ia mencuri celana dalam atau kutang dari jemuran (KUHP Pasal 362) atau melanggar KUHP pasal 1366 karena mengunting rambut seorang wanita karena nafsu birahinya timbul ketika melihat rambut wanita yang panjang. Fetisisme biasanya bersamaan dengan kleptomania.

13)   Pedofilia erotika,
Berasal dari kata paido (anak) dan philein (mencintai). Orang dewasa yang merasakan kepuasan seksual dengan mengadakan persetubuhan dengan anak-anak. Biasanya dilakukan oleh orang yang mempunyai kelainan mental. Pedofil membahayakan perkembangan seksualitas anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan secara cermat lingkungan pergaulan anaknya, istilahnya dia akan merasa aman secara psikis justru dilingkungan anak-anak. Seorang yang pedofilia umumnya impoten atau kurang paten dalam hubungan heteroseksual biasa.


14)   Transvetisme
Seseorang yang secara anatomis laki-laki, tetapi secara psikologis merasa dan menganggap dirinya seorang perempuan. Ia akan berperilaku dan berpakaian seperti perempuan Untuk mendapatkan kegairahan seksual. Seorang transvestit memakai pakaian wanita (cross-dressing) sebagai pernyataan identifikasi dirinya wanita (fiminine identification). Bangkitnya rangsangan seksual dan orgasme menandakan kemenangan atas identifikasi feminim itu.. Ada transvestite yang melakukannya dikamar tidurnya tanpa kehadiran orang lain, memandang dirinya pada kaca. Pada waktu cross-dressed, terjadi ereksi penis. Orgasme dapat menjadi spontan atau dengan melakukan masturbasi. Transvestite lain terdorong untuk berjalan mondar-mandir di jalan, berpakaian wanita lengkap dengan wig, make up dan perhiasan. Ia dapat begitu teliti dan mahir sehingga penampilannya tampak sekali mirip dengan wanita. Namun bila tanpa cross-dressing akan terlihat jelas kelaki-lakiannya. Dalam masyarakat kita dikenal dengan istilah banci atau waria.

15)   Masturbasi
Bisa disebut juga onani atau rancap. Kata masturbasi berasal dari bahasa latin yang berarti memuaskan diri sendiri. Kata masturbasi sendiri terdiri atas dua kata yaitu manus yang berarti tangan dan stuprare yang berarti mengurangi kehormatan. Kata onani berasal dari nama orang yaitu Onan dalam kitab kejadian (Kitab Suci Yahudi Kristen) pasal 38 ayat 9. Dalam kisah tersebut, Onan melakukan senggama terputus atau coitus interruptus. Masturbasi diartikan sebagai pemenuhan dan pemuasan kebutuhan seksual dengan merangsang alat kelamin sendiri dengan tangan atau alat-alat mekanik. Yang dilakukan pria adalah menggosok-gosok kemaluannya dengan tangan sendiri sehingga spermanya keluar. Sedangkan yang dilakukan wanita adalah memasukkan jari tangannya kedalam vagina, menggosok-gosok klitoris dan sebagainya, baik dilakukan dengan jari tangan atau alat lainnya seperti pisang, botol kecil atau alat lain yang berbentuk seperti alat kelamin pria, misalnya dildo atau vibrator sehingga terjadi orgasme.

16)   Troilisme
Berasal dari bahasa Perancis trois yang berarti tiga, adalah gejala melakukan senggama dengan pasangannya dengan mengajak orang lain sebagai penonton. Penderita gangguan psikoseksual jenis ini biasanya melakukan hubungan seks dengan tiga orang dua wanita dan satu pria, atau dua pria dan satu wanita secara bersama-sama sekaligus melakukan kegiatan menyimpang sepeti felasio, kunilingus, pederasti atau senggama yang disertai beberapa kegiatan seksual lain. Misalnya, seorang pria menyuruh isterinya dan wanita lain saling melakukan kunilingus sedangkan ia sendiri melakukan sodomi pada isterinya. Hubungan segitiga yang terdapat pada troilisme mencerminkan keadaan oedipus di masa kanak-kanak dimana seorang anak ingin ikut serta dalam percintaan antara ayah dan ibunya. Keinginan atau nafsu itu akan terbawa terus hingga troilisme tidak menyadari motivasi yang mendorongnya kedalam perbuatan tersebut. Namun perasaan bersalah dapat timbul dan jika ditekan akan menimbulkan psikosomatik.


17)   Bestialitas
Persetubuhan dengan hewan. Penyebabnya karena merasa kekurangan untuk melakukan hubungan seks dengan manusia. Hal ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Mislanya seorang wanita yang memelihara anjing yang sangat disayanginya. Dia melatih anjingnya untuk menjilati kelaminnya dan kemudian bersetubuh dengan anjing itu. Kepuasan seksualnya diperoleh dari persetubuhan dengan anjingnya.

b.      Penyebab penyimpangan seksual
Menurut Waskito (1993:29) penyebab penyimpangan seks pada remaja disebabkan oleh :
1)      Faktor intern
-          Kelainan fisik sejak lahir
-          Kelainan pengaruh obat
-          Problem emosional
2)      Faktor ekstern
-          Lingkungan keluarga
Pada saat ini di kota-kota besar terkadang dapat dikatakan bahwa keluarga kita pada umumnya bahwa keluarga kita pada umumnya tidak sempat lagi memperhatikan kebutuhan remaja akan penerapan moral dan pendidikan agama pada putra-putrinya, selain itu diakibatkan tidak harmonisnya hubungan antara remaja dengan orang tua. Misalnya akibat broken home atau orang tua tinggalnya berjauhan padahal pada saat tertentu remaja sangat membutuhkan orang tua tetapi mereka tidak disisinya.
-          Lingkungan sosial
Terjadi perubahan sosial dapat menyebabkan pergeseran nilai-nilai pada remaja. Perkenalan remaja dengan seks sesungguhnya bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Perkenalan tersebut akibat dari lingkungan yang mendorong mereka tidak hanya mengenal seks tetapi sekaligus mempraktekkan hubungan seks diluar nikah. Para remaja mungkin bisa memalingkan muka atau mematikan TV, VCD yang menayangkan film dengan adegan kissing atau berkumpul di tepi pantai. Adegan-adegan itu mereka saksikan hampir setipa hari pada saatnya mereka seharusnya belajar dan beribadah.
-          Lingkungan sekolah
Masalah seksual pada remaja mungkin terjadi karena kegagalannya sekolah formal untuk mensosialisasikan nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama yang akan membentuk disiplin para remaja. Pada saat ini lembaga-lembaga pendidikan agaknya lebih banyak memusatkan muatan pengajaran pada masalah IPTEK dan kurang memaksimalkan masalah-masalah moralitas.

Menurut Sarwono (1990:149) penyebab remaja melakukan penyimpangan perilaku seksual antara lain:
1)      Meningkatkan libido seksual
Kematangan organ kelamin mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual yang menyebabkan menegangnya alat kelamin, sehingga untuk melepaskan ketegangan itu remaja melakukan hubungan seksual. Dalam tubuh remaja diproduksi zat hormon kelamin yang mempunyai pengaruh pada alat-alat kelamin sehingga timbul dorongan seksual pada remaja. Perubahan-perubahan hormonal yang terjadi membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku seksual tertentu.
2)      Penundaan usia perkawinan
Taraf pendidikan yang semakin tinggi di masyarakat, maka semakin tertunda kebutuhan untuk melaksanakan perkawinan misalnya belum menyelesaikan studi karena tuntunan orang tua, belum mendapatkan pekerjaan yang jelas, hal ini dapat berakibat buruk jika seseorang  yang sudah waktunya menikah belum menikah. Di lain pihak terdapat norma sosial yang semakin lama semakin menuntut persyaratan yang semakin tinggo untuk perkawinan, misalnya pendidikan, pekerjaan dan batas usia minimum dalam menikah.
3)      Tabu-larangan
Di kalangan masyarakat terutama orang tua seks masih dibicarakan secara sembunyi-sembunyi dan sebagian lagi menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu dan tidak patut dibicarakan secara terbuka. Orang tua menganggap bahwa remaja akan mengetahui seks setelah mereka menikah dan melarang membicarakan seks dengan siapapun.
4)      Kurangnya informasi tentang seks
Dengan adanya teknologi yang canggih melalui media massa yang tidak terbendung akan mengakibatkan pengaruh buruk bagi remaja seperti buku-buku cabul, blue film, melihat praktek seksual dan lain-lain. Remaja dalam melihat teknologi yang canggih itu, ingin tahu dan mencoba atau meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Hal ini dikarenakan belum mengetahui masalah seksual dari orang tuanya yang mempunyai pandangan bahwa seks itu tabu, sehingga mereka mencari informasi seks secara sembunyi-sembunyi dan belum jelas kebenarannya.
5)      Pergualan bebas
Adanya kecenderungan pergaulan yang semakin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat dengan tidak mematuhi aturan dan norma yang berlaku. Dengan mudah kita dapat melihat perilaku penyimpangan seksual. Hal ini sebagai akibat berkembangannya peran dan pendidikan wanita yang semakin sejajar dengan pria.

c.       Akibat penyimpangan seksual
Dampak yang ditimbulkan akibat penyimpangan seks adalah sebagai berikut :
1)      Dampak secara fisik
Kehamilan ini terjadi akibat perbuatan seks sekaligus titik awal dari bencana yang melanda remaja. Hal ini terjadi karena terkadang embrio yang dikandungnya di aborsi, padahal aborsi akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan si remaja karena ia menjadi orang beresiko tinggi terhadap kanker kandungan. Bila kelahiran itu dilanjutkan hingga bayi lahir maka anaknya akan menjadi anak yang tidak berbapak dan seandainya si remaja dikawinkan maka ia riskan dengan perceraian. Selain terjadi kehamilan juga bisa terkena penyakit kelamin yang menular.
2)      Penyelewengan seks biasanya akan menimbulkanperasaan berdosa dan menjadi penganggu ketenangan batin. Penyimpangan seksual akan mengakibatkan perasaan dosa dan terhina yang akan selalu menjadi penganggu ketenagan batin. Penyelewengan seksual oleh pihak manapun akan menimbulkan perasaan-perasaan berdosa yang secara tidak sadar ingin ditekan jauh-jauh dalam ketidaksadaran untuk dilupakan. Hal ini bisa menjadi komplek-komplek terdesak yang sukar diatasi dan selalu menjadi penganggu bagi ketenangan batin. Sebagai akibatnya orang selalu gelisah, cemas, emosinya tidak stabil dan mengalami banyak frustasi (Kartono, 1994:168). Hal lain yang mungkin terjadi akibat penyimpangan seks secara psikis adalah terjadinya frustasi. Hal ini mungkin terjadi karena sang pacar meninggalkannya dalam keadaan hamil, maka akan dikucilkan masyarakat dan diusir dari keluarga. Karena frustasi dan rasa malu, terkadang seseorang akan murung, mudah tersinggung, merasa rendah diri dan selalu merasa bersalah. Seseorang yang melakukan seks tanpa adanya norma atau aturan agama maka ia akan merasa terhina dan berdosa dalam hidupnya. Kasus yang lebih parah adalah ketika terjadi kehamilan diluar nikah, maka pihak yang tidak mengharapkan kelahiran anak tersebut akan menggugurkan kandungan. Kalaupun bayi tersebut akan dibuang, ini tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum manapun agama dan yang bersanngkutan bisa dikenakan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

d.      Diagnosis terhadap penyimpangan seks
1)      Psikologis
Untuk medapatkan diagnosis secara psikologis siswa atau orang tua dapat berkonsultasi langsung dengan konselor di sekolah atau dengan rubrik pembaca di majalah atau koran tentang seks dan psikologis.
2)      Sosiologis
Untuk diagnosis secara sosiologis siswa dapat bertanya atau konsultasi dengan tokoh masyarakat, pemuka agama atau orang tua.

3)      Medis
Orang tua, siswa, iphak sekolah bisa bekerja sama dengan pihak medis atau dokter untuk masalah penyimpangan seks ini. Untuk orang tua bisa langusng berkonsultasi dengan dokter pribadi atau keluarga. Sedangkan siswa dapat berkonsultasi melalui rubrik majalah atau koran yang marak membuka konsultasi masalah seks. Sedangkan pihak sekolah bisa mendatangkan dokter untuk memberikan penyuluhan tentang seputar permasalahan seks.

e.      Terapi terhadap penyimpangan seks
1)      Seseorang yang melakukan penyimpangan seks, secara umum ia mempunyai beban psikologis yaitu merasa berdosa dan minder. Maka untuk penyembuhan ini si penderita bisa menghubungi atau berkonsultasi dengan psikolog atau konselor di sekolah, karena konselor dan psikolog tersebut akan menyembuhkan si penderita sampai dia tiak merasa terbebani dan timbul percaya diri lagi dan juga tidak mengulangi lagi penyimpangan seks.
2)      Sosiologis
Penyembuhan secara sosiologis cenderung mengarah psikologis namun yang menangani lain. Kalau psikolog yang menangani atau konselor kalau disekolah penyembuhan sosiologis yang menangani bisa orang tua, tokoh masyarakat atau pemuka agama. Mereka melakukan penyembuhan secara psikis dengan menggodok pasien dengan kerohanian atau keagamaan secara terus menerus sampai sembuh. Namun ada juga penyembuhan sosiologis yang menyembuhkan penyakit fisik yaitu dengan pengobatan alternatif.
3)      Medis
Pada umumnya orang yang melakukan penyimpangan seks akanterkena penyakit. Sedangkan pada umunya terapi melalui medis menyangkut keadaan fisik seseorang yang terkena penyakit, maka terapi medis ini langsung pada pengobatan yang dilakukan oleh dokter sampai sembuh.
f.        Penyakit menular
Ada beberapa penyakit kelamin yang disebabkan oleh seseorang berganti-ganti pasangan, terlibat pelacuran dan homoseksual. Penyakit tersebut antara lain :
1)      Gonorea (kencing nanah)
Salah satu penyakit PMS (Penyakit Menular Seksual) yang menyerang selaput lendir pada beberapa organ seks an organ kemih, anus, rectum, selaput lendir mulut, mata dan beberapa organ lain. Penyebabnya adalah kuman Neisseria gonorrhoeae. Kadang-kadang kuman gonore ini masuk kedalam darah dan menyerang  sendi, khususnya sendi lutut. Penyakit ini dapat terjadi pada saat melakukan hubungan kelamin dengan penderita yang diikuti dengan rasa sakit pada waktu buang air kecil dan disertai keluarnya nanah. Pada anak yang usianya belum mencapai remaja, gonore menyerang selaput lendir vagina biasanya diperoleh dari orang tua mereka.
2)      Sifilis (penyakit raja singa)
Merupakan jenis penyakit yang ditularkan melalui kegiatan senggama yang haram. Tanda pertama sifilis adalah bintik-bintik merah yang muncul pada alat kelamin sepuluh hari sampai tiga bulan setelah ketularan penyakit ini. Penyebabnya adalah kuman Treponema palidium yang menyerang selaput lendir, termasuk anus, kemaluan serta mulut. Jika seorang wanita hamil menderita penyakit ini, maka kuman dapat menembus plasenta dan menyerang janin. Kalau tidak meninggal, kemungkinan besar bayinya akan lahir cacat. Selain melalui senggama, sifilis dapat ditularkan melalui pemakaian handuk basah milik orang berpenyakit sifilis atau kalau kita mengenakan pakaian mereka.
3)      Kanker kelamin
Adanya kanker di dalam rahim atau kelamin yang menyebabkan luka bernanah yang berkepanjangan, peradangan saluran kencing, rasa nyeri pada persendian dan pembengkakan pada kulit.
4)      Aids (Aquired Immuno Defferency Syndrome)
Penyebab dari AIDS adalah sejenis virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Seseorang yang terkena virus ini disebut terinveksi HIV. Secara klinis, HIV bisa berkembang secara sporadis apabila masuk kedalam tubuh manusia melalui luka lecet yang kecil sekalipun. Kemudian, HIV menemukan sel-sel tubuh manusia yang cocok, seperti sel darah putih tipe limfosit-T (salah satu bentuk sel darah putih yang melumpuhkan kuman), sel makropagh (sel pemakan kuman), sel otak tertentu atau sel darah putih monosit. Virus yang masuk kedalam sel-sel tersebut akan berkembang biak dan berpotensi menginfeksi sel lain. Menurut penelitian, Pengidap HIV baru menjadi penderita AIDS secara klinis setelah masa inkubasi lima sampai sepuluh tahun. AIDS adalah penyakit yang menyengsarakan, baik fisik, mental maupun sosial. Penyakit ini dapat ditularkan diantaranya melalui hubungan seksual baik melalui vagina atau anus dengan seorang pria atau wanita yang menderita AIDS, melalui jarum suntik yang tercemar darah penderita AIDS, melalui transfusi darah terinfeksi, transplantasi organ tubuh dari seorang penderita AIDS, dari ibu pengidap HIV/AIDS kepada bayinya karena HIV dapat melalui sawar (barier) plasenta dan juga dapat terinfeksi melalui ASI. Secara sederhana untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit AIDS, maka kita harus mewaspadai gejala-gejala AIDS berikut :
-          Terjadi penurunan ketahanan tubuh yang ditandai dengan seringnya sakit berat atau suatu penyakit yang biasanya ringan tetapi lama pulihnya
-          Menurunnya berat badan setiap bulan secara terus-menerus
-          Terdapat penyakit yang biasanya mudah disembuhkan menjadi sulit disembuhkan, seperti radang paru-paru atau eksema
-          Terdapat bercak-bercak merah coklat yang merata di seluruh tubuh yang sulit menghilang
-          Terjadi pembesaran kalenjar getah bening di seluruh tubuh.
Sejak ditemukannya kasus AIDS di Amerika Serikat paad 1981, penyakit ini selalu menarik perhatian dunia kedokteran ataupun masyarakat luas. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa AIDS telah menyebabkan angka kematian yang tinggi, jumlah penderita yang meningkat dalam waktu singkat dan belum adanya penanggulangan secara tuntas karena obat yang efektif belum ditemukan.

g.       Cara mensiasati perilaku penyimpangan seksual
Kalau kita pernah menghadapi masalah-masalah perilaku penyimpangan seksual seperti yang diatas baik pernah jadi korban langsung atau ada diantara teman atau saudara yang berperilaku seperti di atas, ada beberapa tips atau saran untuk kamu-kamu dalam menghadapi prilaku penyimpangan seksual ini :
1)      Jika kejadiannya kitalah yang jadi korban, seperti kita bertemu sama seorang yang ekshibionisme.( laki-laki juga bisa jadi korban/mangsa si tukang pamer)
·         Langkah pertama yang kudu kamu lakukan adalah jangan panik, cobalah bersikap tenang jangan beteriak apalagi menjerit selain akan mengundang perhatian orang lain, pelaku ekshibionis akan mendapatkan kepuasaan dari tindakan kamu itu, karena otomatis dari tingkah kamu yang panik itu misalnya dengan berteriak orang-orang disekitar kamu juga akan melihat si pelaku dan ini jusru membuat si pelaku ekshibionisme bertambah puas dengan perilakunya seperti itu karena dia merasa sudah menarik perhatian banyak orang.
·         Langkah kedua kalau kita masih bisa menghindar, lakukan langkah seribu untuk bisa menjauhi pelaku ekshibionis tadi namun kita juga harus tetap bersikap tenang
·         Dan kalau kejadiannya kita bertemu dengan orang yang baik kita kenal dekat atau tidak dan ternyata dia terindikasi ada gejala penyimpangan seksual, yang pertama kali harus kamu lakukan yaitu memberikannya rasa percaya dia sama kamu, dan setelah kamu dekat sama dia dan dia mulai mau sharing atau curhat ke kamu, inilah waktu yang tepat untuk kita mencoba menasehati dan memberikan saran-saran kita untuknya. Biarkan dia percaya kalau didunia ini masih ada yang bisa memaklumi tingkahnya dan tahu kalau masih banyak yang memperhatikan dia. Apalagi kalau ternyata orang itu memang merasa bersalah atas tindakannya itu, ini akan lebih mudah untuk diajak berprilaku normal kembali. Kita bisa kasih saran yang memang sepengetahuan kita ini baik untuknya atau kamu bisa langsung kasih saran padanya untuk berkonsultasi sama yang ahli menangani kasusnya. Tapi, beda lagi sama orang yang jelas-jelas dia melakukan penyimpangan seksual tapi dia engga merasa bersalah sama sekali, ini lebih sulit karena rasa bersalah tidak timbul dalam pikirannya, otomatis dia tidak termotivasi untuk berprilaku normal seperti yang lain.




2 komentar:

  1. bang kagak ada sumbernya?

    BalasHapus
  2. Maaf mas, boleh minta sumbernya? :) trm ksh..

    BalasHapus