RANGKUMAN
TEORI EKONOMI MIKRO
TEORI PRODUKSI DAN KEGIATAN PERUSAHAAN

DISUSUN OLEH :
Ika
Melati (0902020013)
UNIVERSITAS
WISNUWARDHANA MALANG
FAKULTAS
EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
2010
BENTUK BENTUK ORGANISASI PERUSAHAAN
Organisasi perusahaan
dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu :
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan
perseorangan adalah organisasi perusahaan yang terbanyak jumlahnya dalam setiap
perekonomian. Contohnya adalah restoran, toko kelontong, dan toko makanan dan
minuman. Keuntungan terpenting dari perusahaan ini adalah kebebasan yang tidak
terbatas yang dimiliki pemiliknya. Kelemahan utama dari perusahaan ini adalah
modalnya kecil dan sukar memperoleh pinjaman.
2. Perusahaan Perkongsian atau Firma
Organisasi
seperti ini adalah organisasi perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang. Di
samping kemungkinan memperoleh modal yang lebih banyak, kebaikan lain dari
perusahaan perkongsian adalah tanggung jawab bersama di dalam menjalankan
perusahaan.
3. Perseroan Terbatas
Dari segi
jumlah produksi dan hasil penjualan yang dilakukannya, organisasi perusahaan
yang berbentuk perseroan terbatas adalah bentuk perusahaan yang paling penting.
Di negara-negara maju sebagian besar hasil produksi nasional diciptakan oleh
perusahaan seperti ini. Kebaikan yang terpenting dari perseroan terbatas adalah
di dalam kemampuannya memperoleh modal.
Perusahaan
yang berbentuk perseroan terbatas dapat mengumpulkan modal yaitu mengeluarkan
saham. Dengan mengeluarkan saham-saham perusahaan dan menjualnya kepada masyarakat,
perseroan terbatas dapat mengumpulkan modal sebesar yang diingini.
BENTUK LAIN ORGANISASI PERUSAHAAN
1. Perusahaan Milik Negara
Perusahaan
ini dikenal sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Pada umumnya perusahaan
negara dikelola seperti perusahaan perseroan terbatas. Perbedaannya adalah
terletak pada pemilikan perusahaan tersebut, yaitu saham-saham dari perusahaan
negara adalah dimiliki pemerintah.
Pemerintah biasanya menjalankan perusahaan
kegiatan menyediakan jasa-jasa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat seperti
listrik, air, hiburan, televisi, jasa pos, pengangkutan, dan
telekomunikasi.
2. Perusahaan Koperasi
Perusahaan
koperasi adalah perusahaan yang didirikan bukan untuk mencari keuntungan tetapi
untuk melindungi kepentingan para anggotanya. Perusahaan koperasi dapat
dibedakan menjadi tiga jenis yaitu koperasi konsumsi, koperasi produksi dan
koperasi kredit.
PERUSAHAAN DITINJAU DARI SUDUT TEORI EKONOMI
TUJUAN PERUSAHAAN: MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN
Dalam teori ekonomi, pemisalan
terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah mereka akan melakukan
kegiatan memproduksi sampai tingkat dimana keuntungan mereka mencapai jumlah
yang maksimum.
Dalam praktek, pemaksimuman
keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Ada perusahaan yang
menekankan kepada volume penjualan dan ada pula yang memasukkan pertimbangan
politik dalam menentukan tingkat produksi yang akan dicapai.
CARA MENCAPAI TUJUAN MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN
Keuntungan atau kerugian adalah
perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. Keuntungan diperoleh
apabila hasil penjualan melebihi dari biaya produksi, dan kerugian akan dialami
apabila hasil penjualan kurang dari biaya produksi. Keuntungan maksimum dicapai
apabila perbedaan di antara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat
yang lebih besar. Dalam memperoleh keuntungan maksimum ada aspek yang harus
dipikirkan produsen yaitu :
1. Fungsi Produksi
Fungsi
produksi dapat didefinisikan dalam dua pengertian yaitu :
- Hubungan diantara tingkat produksi yang dapat dicapai dengan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk mewujudkan tingkat produksi tersebut.
- Suatu kurva yang menunjukkan tingkat produksi yang dicapai dengan berbagai jumlah tenaga kerja yang digunakan.
2. Peminimuman Biaya Produksi
Selain
menentukan komposisi faktor produksi yang akan meminimumkan biaya produksi,
produsen perlu memperhatikan :
- Besarnya pembayaran kepada faktor produksi tambahan yang akan digunakan.
- Besarnya pertambahan hasil penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi yang ditambah tersebut.
JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Dalam menganalisis bagaimana
perusahaan melakukan kegiatan produksi, teori ekonomi membedakan jangka waktu
analisis menjadi dua yaitu jangka waktu panjang dan jangka waktu pendek.
Jangka panjang adalah suatu
periode dalam analisis kegiatan memproduksi firma-firma yang memisalkan periode
tersebut adalah cukup panjang dan memungkinkan firma-firma menambah semua
faktor produksi yang diperlukan dalam operasinya.
Jangka pendek adalah suatu
periode dalam analisis kegiatan memproduksi firma-firma yang memisalkan bahwa
dalam periode tersebut hanya satu produksi saja (tenaga kerja) yang jumlahnya
dapat berubah-ubah. Di dalam masa tersebut perusahaan tidak dapat menambah
jumlah faktor produksi yang dianggap tetap. Faktor produksi yang dianggap tetap
biasanya adalah faktor modal seperti mesin-mesin dan peralatannya, alat-alat
produksi lainnya dan bangunan perusahaan.
FIRMA DAN INDUSTRI
Satu hal yang penting yang perlu
diterangkan adalah perbedaan diantara pngertian firma (perusahaan) dan
industri. Dalam teori ekonomi firma atau perusahaan adalah suatu badan usaha
yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang-barang yang
dibutuhkan oleh masyarakat.
Pengertian industri
dalam teori ekonomi sangat berbeda artinya dengan pengertian industri pada
umumnya dimengerti orang. Dalam teori ekonomi istilah industri diartikan
sebagai kumpulan firma-firma yang menghasilkan barang yang sama atau sangat
bersamaan yang terdapat dalam suatu perusahaan.
FUNSI PRODUKSI
Fungsi
produksi selalu dinyatakan dalam bentuk rumus yaitu :
Q = f (K, L, R, T)
Dimana K adalah jumlah stok
modal, L adalah jumlah tenaga kerja dan ini meliputi berbagai jenis tenaga dan
keahlian kewirausahaan, R adalah kekayaan alam, dan T adalah tingkat teknologi
yang digunakan. Sedangkan Q adalah jumlah produksi yang dihasilkan oleh
berbagai jenis faktor-faktor produksi tersebut, yaitu secara bersama digunakan
untuk memproduksi barang yang sedang dianalisis sifat produksinya.
Persamaan tersebut merupakan
suatu pernyataan matematik yang pada dasarnya bahwa tingkat produksi suatu
barang tergantung kepada jumlah modal, tenaga kerja, jumlah kekayaan alam, dan
tingkat teknologi yang digunakan.
TEORI PRODUKSI DENGAN SATU FAKTOR BERUBAH
Teori produksi yang sederhana
menggambarkan tentang hubungan diantara tingkat produksi suatu barang dengan
jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan tingkat produksi barang
tersebut. Dalam analisis tersebut dimisalkan bahwa faktor-faktor produksi
lainnya adalah tetap jumlahnya yaitu modal, tanah, dan teknologi. Satu-satunya
faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja.
HUKUM HASIL LEBIH YANG SEMAKIN BERKURANG
Hukum hasil lebih yang semakin
berkurang menyatakan bahwa apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya
(tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi
total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat
tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai
negatif. Sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan
produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum
dan kemudian menurun.
Dengan demikian pada hakikatnya
hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa hubungan diantara
tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat dibedakan menjadi
tiga tahap yaitu:
1.
Produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat.
2.
Produksi total pertambahannya semakin lambat.
3.
Produksi total semakin lama semakin berkurang.
PRODUKSI TOTAL, PRODUKSI RATA-RATA DAN PRODUKSI MARJINAL
Produksi total adalah jumlah
produksi yang dihasilkan oleh sejumlah tenaga kerja tertentu. Produksi marjinal
adalah tambahan produksi yang akan berlaku apabila seunit (seorang) tenaga
kerja ditambah. Apabila ΔL adalah pertambahan tenaga kerja, ΔTP adalah
pertambahan produksi total, maka produksi marjinal (MP) dapat dihitung dengan
persamaan berikut :
ΔTP
ΔL
Besarnya
produksi rata-rata, yaitu produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap
pekerja. Apabila produksi total adalah TP, jumlah tenaga kerja adalah L, maka
produksi rata-rata (AP) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai
berikut :
TP
L
TEORI PRODUKSI DENGAN DUA FAKTOR BERUBAH
1. KURVA PRODUKSI SAMA (ISOQUANT)
Kurva isoquant adalah suatu
kurva yang menggambarkan gabungan dua factor produksi yang berbeda yang akan
menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.
2. GARIS BIAYA SAMA (ISOCOST)
Kurva isocost adalah suatu kurva
yang menggamrkan gabungan dua faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan
sesuatu barang yang memerlukan biaya yang sama.
MEMINIMUMKAN BIAYA ATAU MEMAKSIMUMKAN PRODUKSI
1. Apabila
jumlah pengeluaran untuk membiayai produksi sudah ditentukan, keadaan yang
bagaimanakah yang akan memaksimumkan produksi?
2. Apabila
jumlah produksi yang ingin dicapai telah ditentukan, keadaan yang bagaimanakah
yang meminimumkan biaya?
MEMAKSIMUMKAN PRODUKSI
Dalam membicarakan persoalan
yang dinyatakan dalam pertanyaan (1) dimisalkan biaya yang dibelanjakan untuk
membeli per unit modal adalah Rp 15.000, upah tenaga kerja Rp 10.000, dan biaya
yang disediakan oleh produsen Rp300.000. Dengan uang sebanyak Rp 300.000
produsen dapat sekiranya membeli satu jenis faktor produksi saja, memperoleh 20
unit modal atau 30 tenaga kerja.
MEMINIMUMKAN BIAYA
Untuk dapat
membuat analisis mengenai persoalan (2) perlu dibuat pemisalan mengenai tingkat
produksi yang akan dicapai. Misalkan produsen ingin memproduksi sebanyak 1500
unit. Faktor produksi itu terdiri dari 9 tenaga kerja dan 8 unit modal, dan
biaya yang dikeluarkan adalah Rp 210.000.
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar