Belajar Blog

Selasa, 01 Februari 2011

BERFIKIR POSITIF


A.     Berfikir Positif
1.      Pengertian Berfikir Positif
Berfikir positif dapat juga berarti kemampuan berfikir seseorang untuk menilai pengalaman-pengalaman seseorang dalam hidupnya sebagai bahan yang berharga untuk pengalaman selanjutnya dan menganggap semua itu sebagai proses hidup yang harus diterima. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa berfikir positif adalah menilai, mengorganisasikan, dan mengarahkan pikiran secara sengaja dengan melihat segi-segi positifnya melalui perhatian dan verbalisasi untuk mendapatka nilai positif. (Peale,1996)
Berfikir menunjukkan berbagai kegiatan yang melibatkan penggunaan konsep dan simbol sebagai pengganti objek dan peristiwa. Tujuannya adalah untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan, memecahkan persoalan dan menghasilkan sesuatu yang baru. Memahami realitas berarti menarik kesimpulan dan meneliti berbagai kemungkinan penjelasan dari realitas eksternal dan internal setiap individu berkuasa penuh. (Ulupi,1995)
Berfikir positif bukanlah optimisme buta, akan tetapi lebih merupakan cara menilai kembali sesuatu dengan melihat segi-segi positifnya. Cara melihat atau menilai ini diarahkan pada hal-hal yang lebih memberi dukungan, seseorang individu dapat melihat atau menilai sesuatu secara positif sehingga diharapkan akan mendapatkan hasil yang positif pula. (Makin&Lindley,1994)

2.      Tujuan Berfikir Positif
Dalam proses pikir sadar manusia ada 3 istilah bahasa verbal, pikiran visual dan pikiran kinestetik. Pikiran verbal di eksprasikan dalam kata-kata, frase dan kalimat. Pikiran visual merupakan gambaran mental yang biasanya terdiri dari bayangan, gambaran-gambaran, potongan gambar, skema yang dilihat dan dipikirkan oleh seorang individu. Sedangkan pikiran kinestetik adalah ekspresi dari seluruh sensasi termasuk reaksi emosi, ketegangan dan pengalaman-pengalaman lainnya. (Ulupi,1995)
Jadi tujuan berfikir positif adalah untuk mempertahankan tiga dimensi kerangka pikir yang positif dalam pikiran sadar tersebut. Dengan kata lain, jika seorang individu memberikan perhatian pada pengalaman-pengalaman positifnya dan memakai kata-kata positif yang mengekspresikan pikiran (verbalisasi positif), maka hal tersebut akan mendatangkan image positif dan memori visual dan perasaan positif dan memori kinestetik.
Berfikir positif akan membawa seseorang untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan. Orang yang berfikir positif mengetahui dengan tepat apa yang mereka inginkan. Mereka berusaha meraihnya dengan kepastian yang terarah dan usaha yang pantang menyerah. Dalam diri mereka ada antusiasme, semangat yang tetap bertahan dalam setiap situasi sulit, tidak pernah menyerah, mempunyai rasa percaya diri dan tidak pernah ragu-ragu. (Peale,1998)

3.      Cara Berfikir Positif
Ada banyak cara untuk berfikir secara positif, diantaranya adalah seorang individu harus mengenal terlebih dahulu pemikiran-pemikiran negatifnya. Dengan mengenal dan mengetahui pemikiran-pemikiran negatifnya. Dengan mengenal dan mengetahui pemikiran-pemikiran negatif, seseorang akan dengan mudah mengubah dari yang negatif menjadi positif, misalnya :
Pemikiran negatif                                                   →             Pemikiran Positif
Saya tidak berguna                                                 Saya memiliki ketrampilan khusus
(menyalahkan diri secara umum)                                  (kemampuan pada bidang tertentu)
Ini akan menjadi bencana                                   →             Ada segi baik dan buruk tentang hal


Itu. (membesarkan kegagalan)                                        Baiknya adalah........buruknya
                                                                                                        Adalah (menilai hasil secara adil)
(Makin&Lindley,1996)

Salah satu metode untuk membuat alam bawah sadar kita berkarakter positif adalah menyingkirkan ekspresi pemikiran dan perkataan tertentu yang dinilai “agak negatif”. Karena hal “agak negatif” ini kadang bida menjadi pasti bila semakin besar pemikiran itu semakin besar pula peluangnya terjadi. Dan jika sifat “agak negatif” itu mula berakar dalam pikiran kita, biasanya ia langsung terpatri dalam pikiran. Lama kelamaan ia berkembang menjadi kekuatan akumulatif yang sangay dahsyat. Tanpa kita sadari ia berkembang dari sifat “agak negatif” menjadi “sangat negatif”. (Peale,2006)
Cara terbaik untuk mengeliminasi itu adalah dengan tegas menancapkan hal-hal positif tentang apapun dalam pikiran kita. Karena dengan pikiran yang bersih dari hal-hal yang negatif akan menghasilkan hal-hal yang positif. Jadi untuk menghadapi rintangan dalam hidup maka tanamkan dalam-dalam ide positif di dalam pikiran alam sadar kita. Dan tegaskan pemikiran bahwa rintangan itu bisa dihadapi
Sedangkan orang yang berbahagia dan tenteram hidupnya ialah orang yang memikirkan setiap langkahnya secara akal sehat. Dia melihat kemampuan dirinya dan selalu menarik kesimpulan dari pertimbangan-pertimbangan dengan akal sehat (rasional). (Suparno,2006)
Di bawah ini merupakan suatu cara bagaimana berfikir baik dan benar (positif) dengan melakukan cara penalaran, yang konon bisa dipelajari :
1.       Harus berfikir secara kritis, hal ini dilakukan agar apabila ada sesuatu keterangan yang tidak atau belum pasti hendaknya jangan dipercaya begitu saja.
2.       Sebelum bertindak sebaiknya harus berfikir terlebih dahulu untuk beberapa saat (konsentrasi).
3.       Pandangan harus lebih luas daripada pikiran kita sendiri, sehingga harus waspada terhadap prasangka-prasangka sendiri. Jangan menganggap benar apa yang kita sukai dan menolak apa yang kita benci.
4.       Berfikir dua kali janganlah gegabah mengambil keputusan atau mengemukakan pendapat seakan-akan kebenaran mutlak/terlalu berani tanpa perhitungan.
5.       Bersikap terbuka, mungkin pendapat kita dibenarkan/dikoreksi atau ditinggalkan sama sekali atas dasar informasi yang benar.
6.       Hendaknya kita berfikir dalam jangka panjang dan berpandangan luas.
7.       Kita harus bersikap kritis terhadap apa yang telah dikemukakan oleh orang lain, untuk check and recheck juga terhadap pendapat sendiri.
8.       Kita wajib bersikap optimis, mencari segi-segi positif dalam segala hal dan berdiskusi juga dalam hal berfikir, serta bersikap simpatik terhadap orang lain.
9.       Harus bertagwa, karena tagwa itu sendiri adalah merupakan sumber kejujuran. Dengan bertagwa tentunya akan diikuti oleh kewibawaan.
10.   Bersikap jujur, orang banyak belajar dari kesalahannya sendiri, asal disadari dan diakuinya.
11.   Harus belajar terus-menerus.
12.   Bekerja dengan hati nurani yang tulus dan berfikir secara teratur dan berencana, agar mampu tampil secara profesional.

4.      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Berfikir Positif
Menurut Widarso, faktor-faktor yang mempengaruhi berfikir positif yaitu :
a.       Optimisme
Seseorang merasa yakin atas apa yang dilakukan dan selalu melihat sisi terang dari segala sesuatu.
b.       Kreativitas
Kemampuan individu untuk mengembangkan diri dan menciptakan segala sesuatu yang berbeda dari orang lain.
c.       Percaya diri
Suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuannya diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak terlalu cemas dalam tindakan, dapat merasa bebas untuk melaksanakan hal-hal yang disukai dan bertanggung jawab atas perbuatannya, hangat dan sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, dapat menerima dan mengenal kelebihan serta kekurangan. (Widarsono,2002)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar