Belajar Blog

Selasa, 01 Februari 2011

DATA


A.      Definisi Data
1.      Pengertian Data
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari “datum” berasal dari Bahasa Latin, yang berarti “sesuatu yang diberikan.”. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. Misalnya, informasi tinggi badan si Luna adalah 165 cm ini adalah datum, sedangkan informasi tentang tinggi badan para mahasiswa semester III Fakultas Psikologi Unidha, ini adalah data. Dengan demikian, maka dapat dirumuskan bahwa data adalah sejumlah informsi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau masalah, baik yang berbentuk angka-angka (kuantitatif), maupun yang berbentuk kategori (kualitatif).
Baik buruknya hasil suatu penelitian sebagian tergantung kepada teknik-teknik pengumpulan datanya. Pengumpulan data dalam penelitian ilmiah dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat, dan reliabel. Untuk memperoleh data seperti yang dimaksudkan itu, pekerjaan penelitian menggunkana teknik, prosedur-prosedur, alat-alat, serta kegiatan-kegiatan yang dependable, yang dapat diandalkan.

2.      Klasifikasi, Jenis dan Macam Data
a.      Jenis Data menurut cara Memperolehnya
1)      Data Primer
Data primer adalah data yang secara langsung diambil peneliti dari objek penelitian, baik dilakukan oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Data primer disebut juga data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, berbagai teknik dapat digunakan peneliti, antara lain observasi, wawancara, diskusi terfokus (focus group discussion – FGD) dan penyebaran koesioner.
Misalnya, peneliti mewawancarai langsung Mahasiswa Fakultas Psikologi Unidha untuk mengetahui sikap mereka terhadap kecenderungan pendidikan biaya tinggi.

2)      Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat  secara tidak langsung dari objek penelitian (dalam hal ini si peneliti sebagai tangan kedua). Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan sebagainya.
Misalnya, peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

NOTE :
Penelitian dengan mengambil data sekunder kini semakin banyak dikembangkan yang disebut sebagai meta-analisis. Meta-analisis diawali dari tinjauan pustaka, kemudian review article (disusun secara sistematis sehingga lalu disebut systematic review), selanjutnya digunakanlah analisis statistika. Jadi meta-analisis diawali tinjauan pustaka systematic review meta-analisis, yakni dengan, “menggunakan suatu teknik statistika peneliti menggabungkan hasil dua atau lebih penelitian sejenis,” sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif.
Pemahaman terhadap kedua jenis data (primer dan sekunder) di atas penting sebagai landasan dalam menentukan teknik serta langkah pengumpulan data penelitian.

b.      Macam-macam Data Berdasarkan Sumber Datanya
1)      Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misalnya, data mahasiswa Unidha asal Malang tahun 2009, data mahasiswa yang mengambil semester pendek Fakultas Psikologi Unidha tahun 2010, dan sebagainya.

2)      Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah pengguna produk PT. Unilever pada rumah tangga di desa X, data anak-anak autis di Kabupaten Jember, dan lain sebagainya.

c.       Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya
1)      Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pengguna jasa Lembaga Psikologi Terapan Unidha dalam satu semester, jumlah pembeli saat Hari Raya Idul Fitri, tinggi badan mahasiswa semester III Fakultas Psikologi Unidha, dan lain-lain.

2)      Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna (bukan dalam bentuk angka). Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video.

d.      Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1)      Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilai-nya adalah bilngan asli. Artinya, data diskrit ini diperoleh dengan cara membilang.
Misalnya, jumlah Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan XXX sebanyak 20, jumlah siswa laki-laki di SD YYY sebanyak 67 orang, awal tahun 2010 jumlah penduduk di Kabupaten Malang 2,7 juta orang.

2)      Data Kontinum
Data kontinum adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Ada pula yang mengatakan bahwa data kontinum adalah data dalam bentuk bilangan angka atau bilangan yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran.
Data kontinum dapat berbentuk bilangan bulat atau pecahan, tergantung jenis skala pengukuran yang digunakan.
Dalam bidang psikologi, kita mengenal kontinum diartikan sebagai suatu deretan satuan pengukuran yang tersusun dan terletak pada garis lurus. Dari pengertian itu, lalu kita mengenal pembedaan kontinum fisik dan kontinum psikologis.
Berbicara mengenai kontinum psikologis lalu kita belajar pendekatan stimulus dan pendekatan respon, dan seterusnya, yang semua itu dapat mahasiswa temukan melalui mata kuliah lainnya.
Contoh data kontinum, kita biasa mendengar kata-kata sekitar, kurang lebih, kira-kira (dapat dibayangkan ada nilai dalam satu kontinum yang lebih tinggi dan lebih rendah), atau misalnya bantuan untuk bencana berupa beras 501 kg, tinggi badan Budi adalah 150,5 centimeter, IQ Budi adalah 120, suhu udara di ruang kelas 24o Celsius, dan sebagainya.

Sampai disini, perlu kiranya digambarkan bagan jenis data penelitian sebagai berikut :














Telah diketahui bahwa “pengklasifikasian data berdasarkan jenis datanya” sebagai mana dipaparkan di atas, dibagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Selanjutnya, ditinjau dari “pembagian jenis data berdasarkan sifat datanya,” dibagi menjadi data diskrit dan data kontinum. Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, maka “data kuatitatif” dapat dikelompokkan dalam empat jenis (tingkatan) yang memiliki sifat berbeda-beda yaitu :

·         Data Nominal
Data nominal atau sering disebut juga “data kategori” yaitu data yang diperoleh melalui pengelompokkan objek berdasarkan kategori tertentu. Perbedaan kategori objek hanya menunjukkan perbedaan kualitatif. Walaupun data nominal dapat dinyatakan dalam bentuk angka, namun angka tersebut tidak memiliki urutan atau makna matematika sehingga tidak dapat dibandingkan.
Logika perbandingan “>” dan “<” tidak dapat digunakan untuk menganalisis data nominal. Operasi matematika seperti penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (X), atau pembagian (:) juga tidak dapat diterapkan dalam analisis data nominal.
Contoh data nominal, antara lain :
Jenis kelamin yang terdiri dari dua kategori yaitu :
(1)    Laki-laki
(2)    Perempuan
Angka (1) untuk laki-laki, dan angka (2) untuk perempuan hanya merupakan simbol, yang digunakan untuk membedakan dua kategori jenis kelamin. Angka-angka tersebut tidak memiliki makna kuantitatif, artinya angka (2) pada data di atas tidak berarti lebih besar ari angka (1), karena laki-laki tidak memiliki makna lebih besar dari perempuan. Terhadap kedua kata (angka) tersebut tidak dapat dilakukan operasi matematika (+, -, X, :). Misalnya (1) = laki-laki, (2) = perempuan, maka (1) + (2) (3), karena tidak ada kategori (3) yang merupakan hasil penjumlahan (1) dan (2).
Contoh lainnya, misalnya status pernikahan yang terdiri dari tiga kategori yaitu :
-          Belum menikah.
-          Menikah.
-          Janda atau Duda.
Data tersebut juga memiliki sifat-sifat yang sama dengan data tentang jenis kelamin di atas.

·         Data Ordinal
Data ordinal aadlah data yang berasal dari suatu objek atau ketegori yang telah disusun secara berjenjang menurut besarnya. Setiap data ordinal memiliki tingkatan tertentu yang dapat diurutkan mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi atau sebaliknya. Namun demikian, jarak atau rentang antar jenjang yang tidak harus sama. Dibandingkan dengan data nominal di atas, data ordinal memiliki sifat berbeda dalam hal urutan.
Terhadap data ordinal berlaku perbandingan dengan menggunakan fungsi pembeda yaitu “>” dan “<”. Walaupun data ordinal dapat disusun dalam suatu urutan, namun belum dapat dilakukan operasi matematika (+, -, X, :).
Contoh jenis data ordinal, antara lain :
Tingkatan pendidikan yang disusun dalam urutan sebagai berikut :
-          Taman- kanak-kanak (TK).
-          Sekolah Dasar (SD).
-          Sekola Menengah Pertama (SMP).
-          Sekolah Menengah Atas (SMA).
-          Diploma.
-          Sarjana.
Analisis terhadap urutan data di atas menunjukkan bahwa SD memiliki tingkatan lebih tinggi dibandingkan dengan TK dan lebih rendah dibandingkan dengan dengan SMP. Namun demikian, data tersebut tidak dapat dijumlahkan, Misalnya SD (2) + SMP (3) (5) Diploma. Dalam hal ini, operasi matematika (+, -, X, :) tidak berlaku untuk data ordinal.
Contoh lain, misalnya :
-          Tidak baik                            nilai 1.                                   - Status sosial rendah     nilai 1.
-          Membaik                             nilai 2                                     - Status sosial sedang     nilai 2.
-          Sangat Membaik              nilai 3                                     - Status sosial tinggi         nilai 3.
Jadi, data ordinal tidak hanya membedakan atas kategori saja, tetapi juga memberikan jenjang atas objek menurut kriteria tertentu.

·         Data Interval
Data interval adalah data hasil pengukuran yang dapat diurutkan atas dasar kriteria tertentu, ada rank-order serta menunjukkan semua sifat yang dimiliki oleh data ordinal. Kelebihan sifat data interval dibandingkan dengan data ordinal adalah memiliki sifat kesamaan jarak (equality interval) atau memiliki rentang yang sama diantara data yang telah diurutkan. Karena kesamaan jarak tersebut, terhadap data interval dapat dilakukan operasi matematika penjumlahan dan pengurangan (+, -, X, :). Namun demikian masih terdapat satu sifat yang belum dimiliki oleh data interval yaitu tidak adanya angka nol mutlak.
Contoh jenis data interval, antara lain :
-          Hasil pengukuran suhu (temperatur) menggunakan termometer yang dinyatakan dalam ukuran derajat. Rentang temperatur antara 00 Cecius sampai 10 Celcius memiliki jarak yang sama dengan 10 Celcius sampai 20 Celcius. Oleh karena itu berlaku operasi metematik (+, -), misalnya 150 Celcius + 150 Celcius + 300 Celcius. Namun demikian, tidak dapat dinyatakan bahwa benda yang bersuhu 150 Celcius memiliki ukuran panas separuhya dari benda yang bersuhu 300 Celcius. Demikian juga, tidak dapat dikatakan bahwa benda dengan suhu 00 Celcius tidak memiliki suhu sama sekali. Angka 00 Celcius memiliki sifat relatif (tidak mutlak). Artinya, jika diukur dengan menggunakan termometer Fahrenheit diperoleh 00 Celcius = 320 Fahrenheit.
-          Kecerdasan intelektual yang dinyatakan dalam IQ. Rentang IQ 100 sampai 110 memiliki jarak yang sama dengan 110 sampai 120. Namun demikian tidak dapat dinyatakan orang yang memiliki IQ 150 tingkat kecerdasannya 1,5 kali dari orang yang memiliki IQ 100.
-          Dalam banyak kegiatan penelitian, data skor yang diperoleh melalui kuesioner (misalnya skala sikap atau intensitas perilaku) sering dinyatakan sebagai data interval setelah alternatif jawabannya diberi skor yang ekuivalen (setara) dengan skala interval. Dalam penyusunan skala psikologi, teknik penskalaan Likert (menggunakan pendekatan respon, yang disebut sebagai Method of Summated Ratings), menjadi contoh yang mudah untuk diingat, misalnya:
Ø  Skor (5) untuk jawaban “Sangat Setuju”
Ø  Skor (4) untuk jawaban “Setuju”
Ø  Skor (3) untuk jawaban “Tidak Punya Pendapat”
Ø  Skor (2) untuk jawaban “ Tidak Setuju”
Ø  Skor (1) untuk jawaban “Sangat Tidak Setuju”

Dalam pengolahannya, skor jawaban responden atau ketegori respon responden terhadap skala psikologis yang disajikan peneliti, diasumsikan memiliki sifat-sifat yang sama dengan data interval.

·         Data Rasio
Data rasio adalah data yang menghimpun semua sifat yang dimiliki oleh data nominal, data ordinal, serta data interval sebagaimana telah dipaparkan diatas. Data rasio adalah data yang berbentuk angka dalam arti yang sesungguhnya karena dilengkapi dengan titik nol absolut (mutlak) sehingga dapat diterapkannya semua bentuk oprasi matematik (+, -, X, :). Sifat-sifat yang membedakan antara data rasio dengan jenis data nominal, ordinal, dan interval, dapat dilihat dengan memperhatikan beberapa contoh berikut ini.
-          Panjang suatu benda yang dinyatakan dalam ukuran meter adalah data rasio. Benda yang panjangnya 1 meter berbeda secara nyata dengan benda yang panjangnya 2 meter sehingga dapat dibuat kategori benda yang berukuran 1 meter dan 2 meter (sifat data nominal). Ukuran panjang benda dapat diurutkan mulai dari yang terpanjang sampai yang terpendek (sifat data ordinal). Perbedaan antara benda yang panjangnya 1 meter dengan 2 meter memiliki jarak yang sama dengan perbedaan antara benda yang panjangnya 2 meter dengan 3 (sifat data interval).
Ø  Angka 0 meter menunjukkan nilai mutlak yang artinya tidak ada benda yang diukur; serta
Ø  Benda yang panjangnya 2 meter, 2 kali lebih panjang dibandingkan denganbenda yang panjangnya 1 meter yang menunjukkan berlakunya semua operasi matematik.

Bandingkan, kedua hal tersebut tidak berlaku untuk jenis data nominal, data ordinal, ataupun data interval.
-          Data hasil pengukuran berat suatu benda yang dinyatakan dalam gram memiliki semua sifat-sifat sebagai data interval. Benda yang beratnya 1 kg. Berbeda secara nyata dengan benda yang beratnya 2 kg. Ukuran berat benda dapat diurutkan mulai dari yang terberat sampai yang terringan. Perbedaan sama dengan perbedaan antara benda yang beratnya 2 kg, dengan 3 kg. Angka 0 kg menunjukkan tidak ada benda (atau tidak ada berat) yang diukur. Benda yang beratnya 2 kg,  2 kali lebih berat dibandingkan dengan benda yang beratnya 1 kg.
Pemahaman penelitian terhadap jenis-jenis data penelitian tersebut diatas bermanfaat untuk menentukan teknik analisis data yang akan digunakan. Terdapat sejumlah teknis analisis data kualitatif akan berbeda dengan teknis analisis data kuantitatif. Karena memiliki sifat yang berbeda, maka teknik analisis data nominal akan berbeda dengan teknik analisis data ordinal, data interval, dan data rasio.
Dalam bahasan tentang penskalaan, menurut Sutrisno Hadi (1990) pada dasarnya penskalaan (scaling) data, hanya dapat dikenakan pada gejala kontinum. Scale, dari bahasa Latin scala berarti jenjang. Artinya Scaling adalah perbuatan membuat penskalaan, yaitu menetapkan proposi atau mengatur menurut perimbangan (to set in proportion, to design or to regulate to ratio).

Untuk memudahkan mengingat tentang penskalaan, disajikan gambar sebagai berikut :
Skala
Contoh
Nominal
Jenis kelamin
(pria – wanita)

Ciri-ciri :
Sekdar mengelompokkan objek-objek berdasarkan “kategori” tertentu.
Ordinal
Peringkat dalam lomba lari

Ciri-ciri :
Data berurutan menggunakan angka, namun sekedar menunjukkan peringkatnya, perhatikan jarak pelari tidak sama.
Interval
Temperatur

Ciri-ciri  :
Perbedaan antara skor benar-benar menunjukkan perbedaan yang sama dalam variabel yang diukur.
Rasio
Uang

Ciri-ciri :
Mencakup seluruh karakteristik di atas, ditambah dengan adanya nilai nol (mutlak)

Skala pengukuran yang paling baik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan. Skala pengukuran yang lebih tinggi dapat diubah ke tingkat pengukuran yang lebih rendah, tetapi sebaliknya tidak dapat dilakukan. Sehubungan hal tersebut sebaiknya diusahakan untuk melakukan pengukuran variabel dengan skala pengukuran yang setinggi mungkin, supaya bisa diubah bila diperlukan.
Menurut Sutrisno Hadi (1990), penyebutan nominal scale untuk gejala-gejala nominal (yang bersifat kategorik, diskrit, dimana penggolongannya secara terpisah) sama sekali bukan tempatnya. Karena pada dasarnya, tidak ada apa yang disebut nominal scale, sebab “scale” selalu menunjuk pada jenjang, proporsi, atau ratio.

e.      Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
1)      Data Cross Section
Data Cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu.
Contohnya Observasi tanggal 22 September 2010, laporan keuangan per 31 Desember 2009, data pelanggaran PT. Amburadul bulan Oktober 2008, dan lain sebagainya.

2)      Data Time Series (berkala)
Data time series adalah data yang menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis.
Contohnya data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar Amerika terhadap Euro Eropa dari tahun 2008 sampai 2010, jumlah pengikut Ustadz Abu Bakar Baasyir dari bulan X sampai Y, perkembangan abak berkebutuhan khusus dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2010 di Kodya Malang, dan sebagainya.

f.        Teknik Pengumpulan Data
Teknik dan alat pengumpulan data, terdiri atas : teknik wawancara,   teknik angket, pemeriksaan dokumentasi, dan teknik OBSERVASI.
1)      Teknik Wawancara
Teknik wawancara adalah teknik pengumpulan data dari responden (sumber data) atas dasar inisiatif pewawancara (peneliti) dengan menggunakan alat berupa pedoman atau schedule wawancara, yang dilakukan secara tatap muka (personal, face to face interview) maupun melalui telepon (telephone interview).
Alat pengumpulan data dalam wawancara biasanya berbentuk pedoman atau schedule wawancara (interview schedule ada pula yang menyebutnya interview guide), yaitu daftar pertanyaan yang telah disusun peneliti untuk ditanyakan kepada responden (interviwee). Tentu saja panduan wawancara yang dibuat interviewer senantiasa berpedoman pada konsep analitis variabel penelitian atau tidak boleh diluar ari permasalahan peneliti.

2)      Teknik Angket
Teknik angket adalah cara pengumpulan data berbentuk pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Alat pengumpulan data dengan angket adalah kuesioner, yaitu alat pengumpulan data berupa daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti untuk disampaikan kepada responden yang jawabannya diisi oleh responden sendiri.

3)      Pemeriksaan dokumentasi (studi dokumenter), dilakukan dengan meneliti bahan dokumentasi yang ada, yang dianggap mempunyai relevansi dengan tujuan penelitian.
4)      Teknik OBSERVASI
Yaitu  teknik pengumpulan data di mana peneliti mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap objek yang diteliti, baik dalam situasi buatan yang secara khusus diadakan (laboraturium) maupun dalam situasi alamiah atau sebenarnya (lapangan).




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar