Belajar Blog

Selasa, 01 Februari 2011

Hubungan Efikasi Diri Dengan Berfikir Positif


A.     Hubungan Efikasi Diri Dengan Berfikir Positif
Menurut Bandura, orang yang memiliki penilaian yang baik terhadap kemampuan yang dimilikinya akan senantiasa memiliki pikiran yang positif pula pada dirinya. (Bandura,1991) Maka dalam setiap aktifitas yang dilakukannya ia selalu bersikap optimis akan hasil yang diraihnya. Namun, jika individu itu tidak yakin akan kemampuan yang dimiliki maka dalam menjalani kehidupannya tidak akan pernah menemukan kepuasan akan hasil yang diraihnya dan ia akan selalu memikirkan segi negative dari usaha yang telah dilakukannya.
Keyakinan bahwa seseorang dapat menyelesaikan tugas tidak dengan sendirinya menggugurkan kesulitan-kesulitan atau kemustahilan-kemustahilan. Akan tetapi keyakinan diri itu mendorong usaha lebih keras untuk mengatasi semua kesulitan dan membuat semua yang mustahil jadi serba mungkin, dan memampukannya memecahkan masalah tanpa emosional. Pertimbangan akan kemampuan diri sendiri dengan tepat merupakan keuntungan yang besar dan sering kali merupakan fungsi dasar yang efektif. Sehingga individu itu tidak perlu merasa pesimis apa yang dikerjakannya tidak berhasil sekalipun, individu tersebut selalu memikirkan sisi baik dari kegagalan tersebut. (Watson &Trap,1991)
Seseorang individu dengan pemikiran positif mempunyai keyakinan bahwa dirinya bernilai dan mampu menghadapi peristiwa-peristiwa yang dialami dengan baik, sehingga kegagalan yang dialaminya tidak pernah menyusutkan rasa percaya dirinya, melainkan dengan pasti individu tersebut akan menambah kesadaran tentang pembangunan dirinya. (Ulupi,1995) Keyakinan diri dan proses berfikir seseorang yang positif akan mengantarkan individu itu pada suatu kesuksesan dan keberhasilan. Orang yang mempunyai keyakinan diri tinggi senantiasa bersikap optimis untuk meraih suatu tujuannya mereka tidak pernah putus asa dan pantang menyerah dalam usahnya mencapai tujuan. (Peale,1996)
Remaja yang memiliki keyakinan diri akan bertindak mandiri, dengan membuat pilihan dan mengambil keputusan sendiri seperti menjalin relasi dengan orang lain, memiliki tanggung jawab dimana remaja mampu bertindak dengan segera dengan penuh keyakinan dan memiliki pikiran yang positif sehingga merasa bangga atas prestasinya mendekati tantangan baru dengan penuh antusias, dan mau melibatkan diri dengan lingkungan yang luas, dengan mengungkapkan kasih secara spontan, serta mampu mempengaruhi orang lain. (Meistasari,1995)
Mereka yang meragukan kemampuan dirinya dan tidak yakin dengan kemampuan dan penerimaan dirinya adalah orang yang selalu berfikiran negatif akan dirinya sendiri. Karena orang yang meragukan dirinya atau tidak yakin dengan kemampuan dirinya selalu mengkhawatirkan apa yang telah dilakukannya dan selalu memikirkan akan kegagalan yang diraihnya dalam setiap kegiatannya. (Ika,2003)
Orang yang berfikiran positif selalu memandang segala sesuatu dari sisi pandang kebaikannya. Individu yang berfikir positif akan memandang keterbatasan kemampuannya bukan merupakan suatu kebodohan yang menimbulkan berbagai kesialan, tetapi ia memandang sebagai suatu tantangan yang amat nikmat untuk di atasi dan yakin ia mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupannya. (Firman,2006)
Menurut Ulupi, seseorang yang senantiasa berfikiran positif akan mampu menghadapi masalah yang menimpanya dan selalu memiliki jalan keluar yang baik bagi masalahnya tersebut (Ulupi,1995), karena dengan pemikirannya yang positif dan keyakinan diri yang besar ia akan dapat mengatasi cobaan, rintangan yang dihadapi dalam kehidupannya. Menurut Rini (2006), orang dengan keyakinan diri yang besar adalah orang yang selalu bersikap positif untuk mengembangkan kemampuannya, didukung oleh penilaian dan cara berfikir yang positif dalam setiap kegiatan yang dilakukannya dan ia akan selalu yakin dengan hasil yang akan diraihnya sesuai kemampuan yang ada didalam dirinya.
Semakin kemampuan potensial seseorang, semakin besar dampak pemberdayaannya apabila cara berfikir positif, dan semakin besar dampak perusakannya apabila cara berfikir orang tersebut negatif. (Atmosoeprato,2003), Dengan keyakinan diri yang besar individu akan dapat menjalankan kehidupannya dengan baik, selain itu juga harus didukung dengancara berfikirnya yang positif. Meskipun individu tersebut memiliki keyakinan diri yang besar akan kemampuan yang dimiliki tetapi ia tidak pernah memikirkan hal-hal yang positif segala yang dilakukannya maka hasil yang diraihnya pun tidak akan pernah memuaskan dan berharga bagi dirinya. (Ulupi,1995)
Remaja yang kurang percaya diri atau kurang yakin akan kemampuan dirinya pada status mereka dalam kelompok cenderung melakukan penyesuaian diri secara berlebihan. Remaja yang tadinya sangat yakin pada dirinya sendiri dirinya pada stauts mereka dalam kelompok cenderung melakukan penyesuaian diri secara berlebihan. Remaja yang tadinya sangat yakin pada dirinya sendiri menjadi kurang yakin dan takut akan kegagalan karena adanya kritik terus-menerus yang datang dari orang tua dan teman-temannya. Sehingga dengan hilangnya keyakinan pada dirinya sendiri mengakibatkan anak senantiasa berfikiran negatif akan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. (Hurlock,1994)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar