A. Hubungan Efikasi Diri Dengan Berfikir
Positif
Menurut Bandura, orang yang memiliki
penilaian yang baik terhadap kemampuan yang dimilikinya akan senantiasa
memiliki pikiran yang positif pula pada dirinya. (Bandura,1991) Maka dalam
setiap aktifitas yang dilakukannya ia selalu bersikap optimis akan hasil yang
diraihnya. Namun, jika individu itu tidak yakin akan kemampuan yang dimiliki
maka dalam menjalani kehidupannya tidak akan pernah menemukan kepuasan akan
hasil yang diraihnya dan ia akan selalu memikirkan segi negative dari usaha
yang telah dilakukannya.
Keyakinan bahwa seseorang dapat
menyelesaikan tugas tidak dengan sendirinya menggugurkan kesulitan-kesulitan
atau kemustahilan-kemustahilan. Akan tetapi keyakinan diri itu mendorong usaha
lebih keras untuk mengatasi semua kesulitan dan membuat semua yang mustahil
jadi serba mungkin, dan memampukannya memecahkan masalah tanpa emosional.
Pertimbangan akan kemampuan diri sendiri dengan tepat merupakan keuntungan yang
besar dan sering kali merupakan fungsi dasar yang efektif. Sehingga individu
itu tidak perlu merasa pesimis apa yang dikerjakannya tidak berhasil sekalipun,
individu tersebut selalu memikirkan sisi baik dari kegagalan tersebut. (Watson
&Trap,1991)
Seseorang individu dengan pemikiran
positif mempunyai keyakinan bahwa dirinya bernilai dan mampu menghadapi
peristiwa-peristiwa yang dialami dengan baik, sehingga kegagalan yang
dialaminya tidak pernah menyusutkan rasa percaya dirinya, melainkan dengan
pasti individu tersebut akan menambah kesadaran tentang pembangunan dirinya.
(Ulupi,1995) Keyakinan diri dan proses berfikir seseorang yang positif akan
mengantarkan individu itu pada suatu kesuksesan dan keberhasilan. Orang yang
mempunyai keyakinan diri tinggi senantiasa bersikap optimis untuk meraih suatu
tujuannya mereka tidak pernah putus asa dan pantang menyerah dalam usahnya
mencapai tujuan. (Peale,1996)
Remaja yang memiliki keyakinan diri
akan bertindak mandiri, dengan membuat pilihan dan mengambil keputusan sendiri
seperti menjalin relasi dengan orang lain, memiliki tanggung jawab dimana
remaja mampu bertindak dengan segera dengan penuh keyakinan dan memiliki
pikiran yang positif sehingga merasa bangga atas prestasinya mendekati
tantangan baru dengan penuh antusias, dan mau melibatkan diri dengan lingkungan
yang luas, dengan mengungkapkan kasih secara spontan, serta mampu mempengaruhi
orang lain. (Meistasari,1995)
Mereka yang meragukan kemampuan
dirinya dan tidak yakin dengan kemampuan dan penerimaan dirinya adalah orang
yang selalu berfikiran negatif akan dirinya sendiri. Karena orang yang
meragukan dirinya atau tidak yakin dengan kemampuan dirinya selalu
mengkhawatirkan apa yang telah dilakukannya dan selalu memikirkan akan
kegagalan yang diraihnya dalam setiap kegiatannya. (Ika,2003)
Orang yang berfikiran positif selalu
memandang segala sesuatu dari sisi pandang kebaikannya. Individu yang berfikir
positif akan memandang keterbatasan kemampuannya bukan merupakan suatu
kebodohan yang menimbulkan berbagai kesialan, tetapi ia memandang sebagai suatu
tantangan yang amat nikmat untuk di atasi dan yakin ia mampu melakukan sesuatu
yang bermanfaat dalam kehidupannya. (Firman,2006)
Menurut Ulupi, seseorang yang
senantiasa berfikiran positif akan mampu menghadapi masalah yang menimpanya dan
selalu memiliki jalan keluar yang baik bagi masalahnya tersebut (Ulupi,1995),
karena dengan pemikirannya yang positif dan keyakinan diri yang besar ia akan
dapat mengatasi cobaan, rintangan yang dihadapi dalam kehidupannya. Menurut
Rini (2006), orang dengan keyakinan diri yang besar adalah orang yang selalu
bersikap positif untuk mengembangkan kemampuannya, didukung oleh penilaian dan
cara berfikir yang positif dalam setiap kegiatan yang dilakukannya dan ia akan
selalu yakin dengan hasil yang akan diraihnya sesuai kemampuan yang ada didalam
dirinya.
Semakin kemampuan potensial seseorang,
semakin besar dampak pemberdayaannya apabila cara berfikir positif, dan semakin
besar dampak perusakannya apabila cara berfikir orang tersebut negatif.
(Atmosoeprato,2003), Dengan keyakinan diri yang besar individu akan dapat
menjalankan kehidupannya dengan baik, selain itu juga harus didukung dengancara
berfikirnya yang positif. Meskipun individu tersebut memiliki keyakinan diri
yang besar akan kemampuan yang dimiliki tetapi ia tidak pernah memikirkan
hal-hal yang positif segala yang dilakukannya maka hasil yang diraihnya pun
tidak akan pernah memuaskan dan berharga bagi dirinya. (Ulupi,1995)
Remaja yang kurang percaya diri atau
kurang yakin akan kemampuan dirinya pada status mereka dalam kelompok cenderung
melakukan penyesuaian diri secara berlebihan. Remaja yang tadinya sangat yakin
pada dirinya sendiri dirinya pada stauts mereka dalam kelompok cenderung
melakukan penyesuaian diri secara berlebihan. Remaja yang tadinya sangat yakin
pada dirinya sendiri menjadi kurang yakin dan takut akan kegagalan karena
adanya kritik terus-menerus yang datang dari orang tua dan teman-temannya.
Sehingga dengan hilangnya keyakinan pada dirinya sendiri mengakibatkan anak
senantiasa berfikiran negatif akan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri.
(Hurlock,1994)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar