Belajar Blog

Selasa, 01 Februari 2011

KESEHATAN MENTAL DI NEGARA BERKEMBANG


KESEHATAN MENTAL DI NEGARA BERKEMBANG

                Pepatah mengatakan : mens sana in corpore sano yaitu dalam badan yang sehat terletak mental yang sehat. Dus bila masyarakat kita sehat badannya maka mental masyarakatnya pun akan sehat. Begitulah pikiran orang-orang yang belum mengerti akan arti dan maksud program kesehatan mental bagi masyarakat. Program kesehatan mental  masyarakat tidaklah hanya mengurangi orang-orang yang menurut istilah umum disebut “gila” atau dalam istilah umum disebut schizophrenia

A.     FUNGSI KESEHATAN MENTAL DI MASYARAKAT
Program kesehatan mental masyarakat jauh lebih daripada itu, yaitu meliputi segala segi kehidupan kita. Fungsinya tidak hanya mencegah, melainkan juga berusaha meningkatkan kesehatan mental masyarakat. Kesehatan mental mengusahakan agar setiap manusia dapat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin, dan anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar semaksimal mungkin karena tidak ada hambatan-hambatan emosi. Orang yang sehat mentalnya lebih mantap sebab itu ia lebih mampu menghadapi stress-stress psikologis. Tapi, kita juga mengetahui bahwa banyak juga orang yang fisik sehat tetapi mentalnya tidak sehat.
Berbagai gangguan mental dapat kita jumpai di masyarakat, diantaranya psikoneurosa dengan perasaan yang selalu cemas, depresi yang murung, reaksi kepribadian yang tidak masak, atau kepribadian yang sosiopatik yang selalu mengganggu orang di sekitarnya dan merugikan dirinya sendiri. Gangguan lain ialah gangguan psikosomatik yaitu gangguan fungsi faaliah sebagai alat tubuh, misalnya fungsi alat pencernaan, jantung dan pembuluh-pembuluh darah. Dasar persoalannya sebetulnya tidak terletak pada organnya, tetapi pada mentalnya yang tidak dapat menyelesaikan tekanan atau stress tertentu.
Apabila kita melihat dalam segi hidup kemasyarakatan juga banyak persoalan kesehatan mental yang perlu mendapat perhatian. Sebagian diantaranya kenakalan anak-anak, baik yang bersifat individual maupun yang berkelompok, kegoncangan-kegoncangan dalam kehidupan keluarga yang disebabkan karena perubahan social budaya yang cepat karena kemajuan teknik dan komunikasi. Hal-hal ini semua tentu akan sangat menghambat kemajuan pembangunan kita. Persoalan demikian akan sangat merugikan apabila kita biarkan saja. Timbulnya gangguan-gangguan mental ini adalah karena stress psikis yang cukup berat yang dialami oleh masyarakat.

B. BERBAGAI STRESSOR DI MASYARAKAT BERKEMBANG
Timbulnya stress-stress pada masyarakat negara yang sedang berkembang adalah sebagai berikut
               
1.      Timbulnya pengharapan-pengharapan yang banyak.
Harapan orang ialah agar dapat menikmati kebahagiaan hidup. Harapan-harapan mereka untuk dapat menikmati kebahagiaan hidup belum kunjung dating. Akibatnya ada yang mengalami frustasi dan tidak sabar lagi menghadapi persoalan ini, mereka tinggal diam saja atau merintangi pembangunan. Segala kejelekan tentu tidak dapat hilang dengan sendirinya apabila kita tidak berusaha untuk melakukan perbaikan dan pembangunan.
Efek yang demikian dapat dicegah atau dikurangi dengan bimbingan mental, frustasi ini dapat diperkecil atau mungkin dicegahnya. Jadi tidaklah kita akan mendapat banyak keuntungan dalam rangka pembangunan negara kita bila segi pembinaan mental diikutsertakan dalam pembangunan fisik negara kita.

2.      Meningkatnya (permintaan) kebutuhan-kebutuhan.
Untuk meningkatkan rasa harga diri, maka kebutuhan terhadap persyaratan hidup bertambah, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam bidang materiil.
Kebutuhan dalam segi materiil ini sedemikian sangatnya sehingga tidak jarang pula melebihi keperluan. Berhasil dalam mengumpulkan materi yang jauh melebihi dari yang dibutuhkan dalam jangka waktu yang relative pendek, baik dalam segi kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan social. Di lain bidang kita melihat naiknya kebutuhan akan pendidikan. Kesadaran bersekolah dan wajib belajar menyebabkan dibukanya lebih banyak sekolah-sekolah dalam jangka waktu yang relative sangat singkat. Hal ini menunjukkan suatu tanda kemajuan dari hasil kemerdekaan negara kita. Walaupun demikian, ini pun membawa konsekuensinya, yaitu kebutuhan akan kenaikan standar hidupnya bertambah juga.

3.      Penerapan teknologi modern.
Untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang telah selesai belajar maka teknologi modern diterapkan. Hal ini sangat perlu untuk dapat menutupi kebutuhan rakyat yang meningkat ini serta mencukupi pengharapan, sehingga frustasi dapat dikurangi. Orang-orang yang tidak dapat menyesuaikan dirinya pada situasi yang baru ini akan merasakannya sebagai suatu stress baginya, dan akan menimbulkan beberapa macam bentuk gangguan mental. Besar dan lamanya stress pada suatu masyarakat berakibat pada meningkatnya orang-orang yang mendapat gangguan mental.
Majunya komunikasi sebagai akibat teknik modern, televise misalnya; terbukti mempercepat pengaruh kebudayaan luar negeri ke dalam negeri kita. Maka mungkin sekali orang tidak akan sempat menyesuaikan dirinya dengan kebudayaan yang baru itu. Hal ini tentu akan menimbulkan pertentangan-pertentangan dalam segi-segi norma budaya.
Di negara berkembang, dapat pula timbul sikap meniru-niru tanpa kritik. Apa saja yang datang dari luar dianggapnya baik, dan ini dijadikan tanda status sosialnya dalam kehidupan masyarakat. Tidak jarang pula, bahwa tingkah laku yang ditirunya itu di negeri asalnya justru dianggap sebagai barang buangan tetapi mereka tidak tahu.  

4.       Urbanisasi.
Urbanisasi yang luas dan begitu cepat, akan mengubah tradisi untuk membentuk extended family. Extended family (keluarga besar yang terdiri dari nenek, kakek, dan paman-pamannya hidup dalam satu rumah) mulai dihapus. Maka timbul bentuk nuclear family (keluarga inti), yaitu keluarga yang hanya terdiri dari orang tua dan anak-anaknya. Kecenderungan ini akan berpengaruh pada bidang-bidang kehidupan social, kebutuhan fisik, dan juga cara-cara kehidupan keluarga.
Yang pasti ialah bahwa persoalan perikehidupan keluarga perlu sekali mendapat perhatian sebab keluarga ini merupakan inti dari masyarakat. Lagipula keluarga memegang peranan penting sebagai tempat atau lembaga untuk melatih anak hidup bermasyarakat dengan baik, termasuk dalam bidang penyuluhan kesehatan mental masyarakat.

5.      Kepadatan penduduk.
Ciri suatu negara berkembang bahwa angka kepadatan penduduk dikatakan tinggi. Bertambah padatnya serta bertambah baiknya komunikasi akan mempengaruhi interaksi social.
Kemajuan teknologi, termasuk ilmu kedokteran, telah menunjukkan keberhasilannya dalam mengurangi angka kematian. Orang yang semestinya sudah meninggal disebabkan penyakitnya, berkat kemajuan di bidang teknologi kesehatan, dapat ditolong mereka tetap hidup sekalipun diantara mereka ada yang cacat, baik berat maupun yang ringan. Ini tentunya memerlukan bimbingan mental tersendiri untuk menghadapi stress-stress dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah sebetulnya letak arti peranan kesehatan  mental masyarakat bagi negara berkembang termasuk di Indonesia.
Program kesehatan mental haruslah bersifat meyeluruh yang menyangkut ilmu kedokteran jiwa klinik, ilmu kedokteran jiwa pencegahan, ilmu kedokteran jiwa social, ilmu pendidikan, ilmu social, dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar