Belajar Blog

Selasa, 01 Februari 2011

KESEHATAN MENTAL DISEKOLAH


KESEHATAN MENTAL DISEKOLAH

Sekolah adalah salah satu lembaga sekunder yang mempunyai peranan penting terhadap perkembangan jiwa anak. Sekolah bukan hanya berfungsi untuk mencerdaskan , tapi juga membentuk watak dan kepribadian anak. Orangtua perlu memperhatikan keadaan sekolah anaknya karena apabila tidak sesuai dengan kebudayaan rumah anak. Dan apabila tidak berfungsi dengan baik, maka sekolah akan menjadi sumber stress bagi anak dan akan mengacaukan perkembangan anak itu sendiri yang telah disusun dirumah.
Disinilah fungsi guru memegang perann yang sangat penting disamping factor- factor lain. Dalam pendidikan anak, peran guru dan orang tua harus seimbang dan komunikasi sangatlah penting peranannya disini. Beberapa hal yang akan dibahas disini antara lain: (1) hubungan antara kepribadian guru dan tingkah laku murid, (2) persoalan kepribadian didalam kelas, dan (3) membantu murid mengenai kesukaran- kesukarannya.
A.     HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN GURU DAN TINGKAHLAKU MURID
Secara langsung maupun tak langsung guru merupakan factor terpenting dan menentukan tinggi rendahnya tingkat kesehatan muridnya.

1.      Arti Kesehatan Mental bagi Guru
Apabila ditinjau dari segi kesehatan mental sekolah seharusnya diusahakan agar (1) dalam pemilihan untuk menentukan guru, kesehatan mental dipakai sebagai factor persyaratan, (2) menghilangkan hal- hal yang dapat mengganggu kesehatan jiwa guru, misalnya  gaji yang tidak cukup, tugas pekerjaan yang terlalu banyak, persoalan  administrasi yang terlalu rumit, (3) mengadakan  pertemuan pertemuan diantara guru- guru  yang dapat mempunyai efek penyembuhan ( group therapeutic session) agar guru- guru dapat meninjau kondisinya denga lebih objektif, dan (4) menganjurkan kepada guru  yang sekiranya mentalnya tidaklah begitu sehat untuk usaha penyembuahan kepada pihak- pihak kompeten.

2.      Arti Keperibadian bagi Guru
Keperibadian guru mempunyai sifat yang menular, sebagai contohnya, murid pasti akan melihat bagaimana cara guru berpakaian rapi atau tidak, dsb. Dengan mudah akan ditiru oleh muridnya. Apabila guru selalu tenang, mudah marah, mempunyai  sifat dominasi dan tidak memperdulikan muridnya, maka muridnya akan menunjukkan rasa tegang, ugal-ugalan, dan hubungan sosialnya tidak baik, begitupula sebaliknya. Jadi sebenarnya  hal ini timbul karena secara tidak sadar para murid akan meniri gaya muridnya.

3.      Tingkah Laku Guru Akan Selalu Ditiru oleh Muridnya.
Anak mungkin hanya meniru sebagian dari sifat gurunya. Guru sebaiknya mempunyai  sikap terbuka, dan mempunyai sikap approach yang tenang. Untuk itu guru harus berjiwa matang  dalam menjalankan tugas kewajibannya sebagai guru disekolah serta dapat meningkatkan kesehatan mental muridnya. Karena itu guru nmenmpunyai peranan yang penting.

4.      Memiliki Keperibadian Guru
Menurut Hunter (1957) berdasarkan hasil penelitiannya mengatakan bahwan penambahan pengetahuan usaha kesehatan jiwa membuat calon guru tersebut lebih efektif dalam memberikan pendidikan kepada guru- gurunya. Guru yang telah mengikuti kursus usaha kesehatan jiwa, mempunyai nilai yang lebih tinggi pada Minnesota Teachers Attitude Inventory, tetapi mereka tidaklah menjadi lebih unggul dibandingkan dengan tingkatan atas daripada hubungan antara guru dan murid.

MEMBANTU KESUKARAN- KESUKARAN MURIDNYA
                  Disni guru harus mengerti muridnya, dan untuk hal itu, guru harus ingat akan dua hal pokok, yaitu: (1) hal – hal yang mendahului kesukaran- kesukaran murid ini, yaitu pengalaman- pengalaman muridnya dalam kehidupannya yang turut membentuk tingkah laku murid serta keperibadiannya, dan (2) adanya factor  yang mencetuskan gangguan tingkah laku atau kepribadian murid.
Kesehatan mental sekolah akan tidak dapat berjalan bila semua murid yang mempunyai kelainan yang bersifat sementara dianggap sebagai kasus. Kesehatan mental juga tidak dapat berjalan bila selalu mengabaikan hal- hal yang perlu ditanggapinya. Jadi disnilah letak kemampuan guru untuk dapat melihat mana yang kasus danyang bukan.
                  Setiap orang ingin agar dirinya dihargai, Mendengarkan secra baik-b baik adalah salah satu cara memperkuat ego, karena beberapa sebab berikut

1)     Memberikan katarsis

                Freud mengatakan bahwa bila orang yang telah dapat mengeluarkan isi hatinya, maka hal ini akan dapat membantu dalam mengurangi frustasinya. Ketegangan – ketegangan yang ringan akan hilang bila seseorang dapat mencurahkan isi hatinya kepada orang lain yang dapat dipercayai. Demikian halnya juga dengan guru, dia dapat menolong muridnya dengan jalan suka mendengarkan dengan baik- baik apa yang dikatakan murid kepadanya.

2)      Memberikan “Insight”

                Suatu keuntungan lain dari ialah bahwa guru sebetulnya lebih mengerti akan persoalan muridnya. Dengan demikian guru dapat mengetahui denngan lebih mendalam mengenai latar belakang dari persoalan – persoalan muridnya.

Agar cara guru mendengarkan itu mempunyai nilai diagnostic maupun “terapi” maka perlu dikemukakan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru.

1.        Janganlah guru menunjukkan rasa terkejut ataupun kecewa mengenai apa yang dikatakan oleh murid kepadanya. Sebab hal ini akan dapat memberikan tanggapan yang keliru terhadap jalan pikirannya.
2.        Janganlah selalu menginterupsi pembicaraan murid baik yang bermaksud untuk mendapatkan informasi lain ataukah yang bersifat koreksi pada ucapan kata- kata murid ataupun segi tata bahasanya pada waktu murid mengeluarkan isi hatinya.

B.     PERSOALAN KEPERIBADIAN DALAM KELAS
Perlulah diinngat oleh guru bahwa setiap kasus haruslah ditanggapi sendiri-sendiri, dan kelainan tingkahlaku itu dapat berasal dari bermacam- macam sebab. Bebrapa sebab yang  dapat menimbulkan gangguan penyesuaian diri murid adalah sebagai berikut
1.       Sifat Manifestasi  dari Rasa Tidak Aman

                Rasa tidak aman dapat dilukiskan sebagai suatu sikap atau keyakinan individu bahwa dia itu tidak disukai oleh orang- orang , tidak mampu mengerjakan sesuatu, dan perasaan tidak aman atau jiwanya terancam.
2.      Manifestasi dari Rasa Kurang Harga Diri
                pada beberapa situasi walaupun seseorang cukup mempunyai kekuatan untuk menyesuaikan diri, masih dapat juga timbul  kurang percaya diri pada diri sendiri. Pada seseorang yang kurang dapat menyesuaikan dirinya ( maladjustment person) tampak kurang harga diri pada sebagian besar dari tingkah lakunya.
Pada guru- guru yangn mengajar di sekolah menengah harusnya lebih menyadari bahwa murid- murid yang menginjak umur dewasa muda adalah sedang dalam periode yang kritis untuk timbul rasa kurang harga diri. Anak- anak pada usia ini suka menunjukkan perbedaan- perbedaannya dengan temannya antara lain bahwa dia tidak mendapatkan kebebasannya dari orang tuanya seperti halnya dengan temannya yang lain.

3.       Manifestasi Rasa Bermusuhan
Rasa bermusuhan adalah merupakan factor yang paling penting dari beberapa jenis gangguan penyesuaian diri. Reaksi cemas, suatu bentuk dari neurosa, timbul dari impuls – impuls bermusuhan dari bermacam- macam jenis . pada anak- anak usia muda  rasa bermusuhan ini dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku yang mengganggu orangtua dan guru. Sifat merusak pada alat- alat sekolah , antara lain mencoret- coret dinding , sering memecahkan jendela , adalah petunjuk adanya  rasa bermusuhan walaupun mungkin anak tersebut tidak menyadarinya. Sebenarnya masih banyak lagi persoalan-persoalan yang menyangnkut keperibadian anak yangn perlu memperoleh perhatian. Guru memegang peranan yang sangat penting sebab dia dapat membantu dengan mengumpulkan keterangan- keterangan yang diperlukan untuk membantu murid nantinya yang dapat mengubah suasana kehidupan bagi murid yang dapat member efek terapi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar