Belajar Blog

Senin, 11 Juli 2011

Mengembangkan Perilaku Asertif Dalam Dunia Pendidikan


Mengembangkan
Perilaku Asertif
Dalam Dunia Pendidikan

Apa Itu Perilaku Asertif ?

Banyak kendala ketika kita berada di lingkungan dunia pendidikan, entah itu sebagai pegawai, sebagai mahasiswa atau sebagai tenaga pengajar di suatu institusi pendidikan. Kendala yang paling nyata adalah ketika kita tidak mampu untuk mengikuti derap langkah institusi tersebut. Dan faktor yang paling adalah “sikap” kita yang kurang profesional, seperti cara berbicara, berperilaku atau cara mengekspresikan diri. Apa akibatnya kalau kita bersikap agresif dan apa akibatnya kalau kita bersikap pasif, sehingga cara yang paling dapat diterima adalah sikap asertif. Asertif adalah suatu perilaku alternatif dari perilaku pasif, agresif dan manipulatif.
Asertif berasal dari kata to assert yang berarti menyatakan sesuatu dengan tegas. Asertif menurut BARNETTE (2000) adalah kemampuan seseorang untuk menyatakan dengan terus terang dan jelas mengenai pendapat, perasaan, keinginan, sikap dan apa yang menjadi hak-haknya (tanpa rasa bersalah yang tidak seharusnya) dengan cara tidak melanggar hak-hak orang lain.
Berperilaku asertif menempatkan Anda pada posisi yang mampu mempengaruhi orang lian dengan tepat dan bereaksi mereka secara positif.

Ciri-ciri Perilaku Asertif

1.       Memiliki rasa percaya diri,
2.       Bertindak secara rasional dan matang,
3.       Menyatakan secara langsung apa yang diinginkan, kebutuhan-kebutuhan serta masalah yang sedang dihadapi,
4.       Mapu bersikap jujur, berfikir positif dan terbuka,
5.       Mampu menghargai orang lain seperti menghargai diri sendiri,
6.       Bersikap tenag dan rileks,
7.       Mudah untuk memberi penghargaan kepada orang lain dan mudah menerima penghargaan dari orang lain,
8.       Tidak takut untuk mengambil resiko,
9.       Mampu untuk menerima kegagalan dengan besar hati, dan belajar dari kegagalan tersebut,
10.   Mempunyai pandangan hidup yang aktif dan positif, ia mampu memotivasi diri untuk selalu lebih maju dan berkualitas.

ORANG YANG ASERTIF TIDAK AKAN BERPERILAKU :

1.       Memojokkan orang lain,
2.       Menusuk (menekan) orang dari belakang,
3.       Menyindir,
4.       Membuat malu orang lain,
5.       Menyebut (membicaakan) orang lain secara negatif,
6.       Mengabaikan perasaan orang lain


ISYARAT BAHASA TUBUH
Nonasertif
Asertif
Agresif
POSTUR
Merosot
Bahu ke depan
Sering berganti posisi


Dagu turun

Duduk; tungkai saling melilit





Tegak tapi rileks
Bahu lurus
Jarang berubah posisi, nyaman


Kepala tegak atau sedikit miring

Duduk : Tungkai rapat atau disilangkan

Tegak, tegang, kaku
Bahu ke belakang
Berubah posisi dengan menyentak atau tetap di tempat
Dagu terangkat atau condong ke dapan
Duduk : Tumit di atas meja, tangan di belakang kepala atau tubuh condong ke dapan dengan tegang

GERAK ISYARAT
Tangan gemetar

Gerakan berbelit
Mengangkat bahu

Anggukan kepala yang kerap


Gerakan tangan sambil lalu

Tangan yang rileks
Tangan terbuka, telapak menghadap ke luar
Anggukan kepala sekali-kali

Gerakan tangan memotong atau menusuk
Tangan terkepal atau menujuk
Lengan menyapu

Anggukan tajam dan cepat
EKSPRESI WAJAH
Alis terangkat, wajah memohon, mata terbelalak dan berkedip cepat

Senyum gugup dan bersalah

Mengunyah bibir bawah
Memperlihatkan kemarahan dengan membuang muka, wajah memerah, tampang bersalah



Tampak rileks, bijaksana, penuh perhatian atau prihatin, sedikit kedipan mata

Senyum tulus

Mulut rileks
Memperilhatkan kemarahan dengan wajar dan proporsional, tampang serius, wajah sedikit memerah

Dahi berkerut, rahang tertutup rapat, wajah tegang, mata membelalak tanpa berkedip
Senyum merendahkan atau sarkastik

Bibir rapat
Memperlihatkan kemarahan dengan merengut tidak setuju, mata menyala, bibir sangat rapat atau memperlihatkan gigi, warna merah yang ekstrem pada wajah

SUARA
Tenang, lembut, bernada tinggi

Ragu
Berhenti di tengah-tengah
Tawa gugup
Pernyataan yang terdengar seperti pernyataan dengan nada suara naik pada ujung

Resonan, tegas, menyenangkan

Lancar, bahkan mengalir
Penyampaian menyenangkan
Tertawa hanya dengan humor
Nada suara tetap datar sewaktu membuat pertanyaan

Suara tenang atau keras bagai baja kasar
“Menelan” kata-kata, singkat
Penyampaian teratur
Tertawa sarkastik
Pernyataan terdengar seperti perintah atau pengumuman.



Manfaat Perilaku Asertif Dalam Dunia Pendidikan

1.       Mengurangi tingkat dpresi yang muncul dari kemarahan dan rasa putus asa,
2.       Mengalahkan kemarahan secara lebih positif,
3.       Mengurangi rasa benci yang dapat mengakibatkan munculnya perilaku asertif,
4.       Mengurangi hubungan disharmonis yang disebabkan oleh adanya perselisihan atau konflik,
5.       Mengurangi adanya keluhan fisik seperti pusing, tekanan darah tinggi atau keluhan-keluhan lain.

Peranan Emosi Dalam Pengambangan Perilaku Asertif

Pengembangan keasertifan adalah mengembangkan kemampuan untuk mengeksperikan emosi secara jujur. Untuk itu kita perlu melatih diri berbicara mengenai perasaan-perasaan kita secara apa adanya. Mulai dengan “saya merasa.......”, apakah MARAH, SEDIH, SENANG atau TAKUT. Itulah 4 emosi dasar manusia. Sedangkan emosi-emosi yang lain merupakan kombinasi 2 atau lebih dari 4 kategori tersebut.

MARAH
SEDIH
SENANG
TAKUT
KOMBINASI
Jengkel
Terganggu
Gusar
Berang
Geram
Muram
Kecewa
Murung
Pilu
Terluka
Puas
Bahagia
Riang
Gembira
Bergairah
Lemas
Khawatir
Prihatin
Gugup
Bimbang
Merasa bersalah
Cemburu
Frustasi
Malu
Bingung

Daftar emosi diatas ini dapat membantu Anda untuk mengembangkan kosakata emosi, dan sementara itu Anda belajar untuk mengekspresikan perasaan Anda dengan langsung, terbuka dan jujur.

Yang Mana Gaya Asertif Anda?

Setiap orang memiliki gaya asertif yang berbeda-beda, sesuai dengan tipe kepribadiannya masing-masing. Ada 4 macam gaya sertif, yaitu :
1.       Menyokong atau Memperhatikan,
2.       Mengerahkan atau Membimbing,
3.       Analitis,
4.       Ekspresif.

1.      Menyokong atau Memperhatikan
Gaya ini mengkomunikasikan kehangatan, pengasuhan dan perhatian kepada orang lain. Isi disajikan dengan cara yang langsung, jujur dan penuh respek. Gaya ini mengutamakan kesadaran akan perasaan orang lain, sehingga disebut gaya “PERASA”.



2.      Mengarahkan atau Membimbing
Ini adalah gaya impersonal yang mengkomunikasikan informasi, masalah data-data yang masuk akal dan memberi perhatian serta kepercayaan untuk menghasilkan solusi yang sesuai. Ini merupakan gaya yang kokoh tetapi penuh dengan respek yang menggunakan arahan ketimbang permintaan. Gaya ini disebut dengan “PELAKSANA” ata dan “PEMIKIR”.

3.      Analitis
Gaya ini mengkomunikasikan fakta, informasi, gagasan dan kemungkinan-kemungkinan. Gaya ini menggunakan permintaan untuk memproses suatu masalah ketimbang arahan untuk memperoleh hasil. Mengarahkan atau membimbing adalah gaya “katakan kepada mereka”. Sementara Analitis adalah gaya “minta mereka”. Analitis bersikap tenang dan emosi tertata dengan apik, sehingga gaya ini digunakan paling wajar oleh mereka yang berada di dalam kelompok “PEMIKIR”.

4.      Ekspresif
Gaya ini hidup, energik, spontan dan emosional. Perasaan suka dan tidak suka diekspresikan secara langsung. Keinginan dan kebutuhan dikomunikasikan di dalam gaya ini dengan cara yang terbuka dan ekspresif. Mereka yang menggunakan gaya ini biasanya intutif, kreatif, spontan dan bersemangat. Mereka umumnya adalah “PELAKSANA” atau “PERASA”.

BEBERAPA ANJURAN DAN LARANGAN
Berikut ini adalah beberapa ANJURAN dan LARANGAN untuk seleksi kata-kata yang Asertif


ANJURAN

HINDARI

Katakan “tidak” dengan sopan dan tegas

Mengatakan “Saya tidak dapat” atau “Saya tidak akan dapat”

Ekspresikan perasaan dengan jujur
“Saya marah”
“Saya kecewa” “Saya senang”

Menyangkal perasaan atau pemilikan :
“Anda membuat saya marah” “itu mengecewakan”

“Saya senang berada bersama Anda”

“Itu menyenangkan” “Anda membuat saya merasa begitu senang”
Katakan
Bersikap realistis, menaruh respek & jujur.
“Sudah tiga bulan berturut-turut Anad terlambat menyerahkan laporan”
Mengatakan
Melebih-lebihkan, mengecilkan atau menggunakan sarkasme :
“Anda tidak pernah menyerahkan laporan Anad tepat pada waktunya.”
Katakan
“Terima kasih karena Anda bertanya. Saya lebih suka tidak ada yang merokok di dalam mobil saya”
Mengatakan
“Ah, baiklah. Kami tidak mau suasana menjadi tegang dan mengikuti kemauan Anda!”
Katakan
Ekspresikan kesukaan dan prioritas :
“Saya tidak ada usul apapun mengenai film yang akan kita tonton, tetapi saya benar-benar tidak suka film yan berisikan kekerasan.”
Mengatakan
Menangguhkan untuk bergaul atau setuju dengan enggan :
“Saya tidak peduli – apapun yang diinginkan oleh semua yang lain tidak jadi masalah buat saya.”

EKSPRESIKAN DIRI
30 Detik Yang Menentukan
Pada perjumpaan pertama, Anda Cuma punya waktu 3 detik untuk mengekspresikan siapa diri
Anda dan membentuk impresi bagi orang lain. Tetapi, dengan waktu yang sangat singkat itu, Anda dituntut untuk lebih kreatif memperkenalkan diri. Buatlah kalimat perkenalan yang menarik perhatian, dituntut untuk lebih kreatif memperkenalkan diri. Buatlah kalimat perkenalan yang menarik perhatian, mudah diingat, dan membuat orang berespons.

Spektrum Kepercayaan Diri


Oval: Patuh (Pasif)
Fokus pada sumber daya dan kebutuhan orang lain,
Meremhkan diri sendiri

Menyesuaikan, merasa takut, mengkasihani diri, 
tidak menyadari keunggulan diri, merasa diri selalu 
salah.

Percaya diri (Asertif)
Fokus pada sumber daya dan kebutuhan orang lain tanpa 
meremehkan diri sendiri atau orang lain.

Mampu mengambil tanggung jawab, aktif mencari dan memberi informasi, menyampaikan kebutuhan, memodifikasi perilaku, menunjukkan pemahaman, fokus pada interaksi dua arah.

Arogan (Agresif)
Fokus pada sumber daya dan kebutuhan diri sendiri, 
meremehkan orang lain.

Merendahkan, menunjukkan pandangan sinis, 
meremehkan orang lain, 
menyalahkan orang lain.













 
















Karakteristik Spektrum Kepercayaan Diri

Submisif
(Pasif)
Percaya Diri
(Asertif)
Arogan
(Agresif)
Selalu salah
Tergantung
Tampak tidak tegas
Submisif
Perilaku menghindar
Mundur
Saya merasa tidak mampu memperhitungkan
Tidak menuntut
Takut tampil
Tenang
Termotivasi
Tekun
Otonom
Jujur
Tegas
Terbuka
Ingin tahu
Kuat
Persuasif
Menerima orang lain
Egois
Suka diperhatikan
Tidak simpatik
Orang lain tidak diperhitungkan
Tidak mendengarkan
Merendahkan orang lain
Tertutup
Selalu benar
Dominan
Tidak peduli
Menggertak


5 Cara Membangkitkan Rasa Percaya Diri

·         Yakini bahwa setidaknya 50% dari populasi manusia di dunia ini seperti Anda, yakni pemalu dan tak percaya diri.
·         Buang rasa was-was dan iba terhadap keadaan diri sendiri. Rasa tak percaya diri bukan kekurangan yang tak terampuni! Ini bisa diatasi.
·         Cari celah agar Anda mendapat kesempatan masuk ke pembicaraan mengenai hal yang Anda kuasai.
·         Bila celah tidak diperoleh, jadilah pendengar yang baik, cari informasi mengenai diri lawan bicara. Dia pasti menikmati kebersamaan dengan Anda.
·         Jangan lupa menindaklanjuti pertemuan, paling tidak dengan sebuah kartu ucapan dan pesan, “It,s nice to meet you.”

TIPS BERSIKAP ASERTIF

Smile
Open – hearted
Friendly
Touch
Emphaty
Nod






1 komentar:

  1. berikut referensi tentang ber perilaku asertif :
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1240/1/10507299.pdf

    BalasHapus