Belajar Blog

Sabtu, 13 Agustus 2011

PANDUAN BAGI KELUARGA UNTUK MELAKSANAKAN RAWAT JALAN PASIEN SKIZOFRENIA


PENDAHULUAN
Skizofrenia merupakan salah satu dari banyak macam gangguan jiwa. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat. Walaupun demikian, dengan pengobatan yang baik, banyak pasien skizofrenia dapat disembuhkan. Kesembuhan pasien skizofrenia bergantung pada pengobatan rawat inap di ruang rawat inap, dan rawat jalan di poliklinik kesehatan jiwa. Pada rawat inap, dokter an perawatlah yang paling berperan bagi kesembuhan pasien pada rawat jalan, peran anggota keluarga sangatlah menentukan bagi kesembuhan pasien.
Tulisan ini bertujuan untuk sebagai panduan bagi keluarga, yang memiliki anggota keluarga, yang sedang menjalani rawat jalan, setelah pasien selesai menjalani pengobatan di ruang rawat inap. Diharapkan pasien dapat bertambah sehat, tidak sering kambuh, bahkan diharapkan bias sembuh secara optimal.
PENGOBATAN PASIEN SKIZOFRENIA
Rawat Inap
Diperuntungkan bagi pasien skizofrenia yang :
·         Membahayakan dirinya atau lingkungan, misalnya ngamuk, memukul, merusak.
·         Menelantarkan diri, misalnya tidak mau atau menolak makan dan minum, sehingga berbahaya bagi kelangsungan hidupnya.
·         Ada gagasan bunuh diri atau membunuh.

Rawat Jalan
Diperuntukkan bagi pasien skizofrenia yang :
·         Sudah tidak membahayakan dirinya atau lingkungannya.
·         Sudah mau makan dan minum sendiri.
·         Sudah tidak ada gagasan bunuh diri atau membunuh.

PANDUAN RAWAT JALAN
Peran anggota keluarga sangat menentukan bagi kelangsungan kesembuhan pasien skizofrenia. Oleh sebab itu anggota keluarga perlu mengetahui beberapa hal penting tentang rawat jalan pasien skizofrenia.
Keadaan pasien waktu dipulangkan
Waktu dipulangkan bukan berarti pasien sudah sembuh seratus persen. Pasien tersebut hanya kelihatan sembuh atau lebih baik, tetapi masih minum obat. Pasien baru bias dikataka sembuh seratus persen atau sembuh sempurna, apabila tanpa minum obat penyakitnya tidak muncul. Oleh sebab itu pengobatan masih harus dilanjutkan dengan rawat jalan.
Manfaat rawat jalan
Setelah diperiksa oleh dokter di poliklinik kesehatan jiwa  dokter bisa.
·         Menurunkan dosis obat secara bertahap, apabila keadaan jiwa pasien membaik.
·         Meningkatkan dosis obat apabila keadaan jiwa pasien bertambah jelek setelah dirawat keluarganya di rumah.
·         Mengganti obat, apabila ternyata obat yang selama ini diminum kurang berhasil meningkatkan kesembuhan pasien.
·         Menyarankan agar pasien dirawat inapkan lagi, apabila penyakit pasien tersebut diduga akan kambuh.
·         Mengatasi efek samping dari obat-obat yang diberikan, apabila ditemukan pada saat control.

Tanda-tanda pasien akan kambuh penyakitnya
·         Pasien mulai menolak atau tidak mau minum obat secara teratur, seperti yang disarankan dokter.
·         Pasien mulai sering sukar tidur.
·         Pasien mulai kelihatan bingung, mondar-mandir.
·         Pasien mulai malas makan dan minum.
·         Pasien mulai kelihatan lebih malas, tidak mau mengerjakan sesuatu, tidak mau bekerja dan tidak mau bergaul.
·         Pasien mulai kelihatan banyak diam atau jarang mau menjawab pertanyaan.

Segeralah control apabila terdapat tanda-tanda di atas.
Efek samping obat
Keluarga pasien perlu mengetahui, bahwa obat yang diberikan dokter bias menimbulkan efek samping, dimana efek samping tersebut sering membuat keluarga kawatir. Efek samping yang sering terjadi ialah :
·         Pasien menjadi gemetaran, terutama tangannya, kalau sedang diam.
·         Gerakan menjadi kaku, sehingga pasien kelihatan seperti robot.
·         Bola mata selalu ingin melirik ke atas, tanpa bias ditahan oleh pasien.
·         Kepala ingin selalu menoleh ke kiri atau ke kanan, tanpa bias ditahan oleh pasien.
·         Badan selalu ingin memutar ke kanaka tau ke kiri, tanpa bias ditahan oleh pasien.

Apabila keluarga menjumpai efek samping di atas, disarankan tidak perlu khawatir, karena efek samping tersebut tidak berbahaya. Segeralah control ke poliklinik kesehatan jiwa, dan dokter akan segera bias mengatasinya.
Pemberian obat pada pasien
·         Obat yang diberikan waktu rawat jalan, harus diminum sesuai petunjuk dokter. Sebaliknya salah satu anggota keluarga secara rutin dan teratur memberikan obat tersebut kepada pasien. Obat-obat jangan diberikan semuanya kepada pasien untuk menghindari penyalahgunaan (misalnya obat-obat diminum sekaligus, karena kondisi jiwa pasien belum normal).
·         Dosis obat jangan dirubah-rubah. Hendaknya diberikan sesuai dengan petunjuk dokter (misal, obat yang diminum sehari tiga kali, jangan diberikan dua kali).
·         Pada saat memberikan obat hendaknya ditunggu sampai obat betul-betul masuk ke dalam perut. Sering obat hanya disimpan di dalam mulut dan kalau tidak di awasi, obat akan dimuntahkan lagi.
·         Kalau pasien menolak minum obat, segeralah control ke poliklinik kesehatan jiwa, agar oleh dokter dapat diberikan obat suntik yang sesuai (sekali suntik bias untuk 1 bulan).

Terapi kerja
Pasien skizofrenia, hendaknya jangan dibiarkan menganggur, sebab menganggur akan memperberat penyakitnya atau bias memperlambat penyembuhan. Pekerjaan-pekerjaan yang perlu diberikan pada pasien skizofrenia hendaknya pekerjaan-pekerjaan yang tidak terlalu membebani pikirannya dan tidak terlalu bahaya, sebab kalu terlalu berat berfikir pasien akan mudah kambuh dari sakitnya. Contoh-contoh pekerjaan yang tidak terlalu membebani pikiran ialah menyulam, membersihkan rumah, membantu memasak, mencuci pakaian. Hindari pekerjaan-pekerjaan yang terlalu berbahaya, mislanya hubungan dengan api, listrik, bekerja di tempat yang tinggi, bekerja menggunakan alat-alat yang tajam.
Olah raga
Olah raga penting untuk mempercepat kesembuhan pasien. Disamping itu, olah raga kelompok, seperti sepak bola, volley, tenis meja dapat membantu meningkatkan pasien kemaun pasien bergaul dengan teman-temannya
Pergaulan
Pasien hendaknya didorong untuk bergaul, sebab pergaulan (yang baik) dapat mempercepat kesembuhan. Pasien jangan dikurung di rumah terus, sebab hal itu tidak membantu kesembuhan. Biarkan pasien mengikuti kegiatan social, kegiatan keagamaan, dll.
Kuliah sekolah dan kursus
Bagi yang sedang kuliah atau sekolah, setelah diijinkan oleh dokter karena dianggap sudah cukup bak kesehatannya, dapt kembali mengikuti atau melanjutkan kuliah atau sekolahnya. Bagi yang sudah tidak kuliah atau sekolah, boleh diikutkan kursus-kursus
Penutup
Semoga sedikit informasi  di atas ini bias bermanfaat bagi keluarga, agar keluarga dapat merawat pasien skizofrenia di rumah secara baik dan benar, sehingga pasien akan bertambah sehat dan jarang kambuh dari penyakitnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar