Belajar Blog

Senin, 31 Oktober 2011

PENGERTIAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

            Psikologi Adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental seseorang. Sebenarnya da berbagai definisi psikologi yang dikemukakan oleh para ahli, di antaranya adalah Muchinsky (1978) mengatakan bahwa : Psychology is defined as the scientific study of behavior.” Atkinson, dkk (1983) memberikan arti sebagai berikut : “Psikologi sebagai ilmiah mengenai proses perilaku dan proses mental”.
Pengertian psikologi Industri dan Organisasi menurut Scott (1967) secara formal dan ringkas terbatas elemen sebagai berikut.
a)      A System of coordinated activities;
b)      A group of people;
c)       Cooperation toward a goal;
d)      Authority and leadership;
Yang kemudian menjadi : “A formal organization is a system of coordinated activities of a group of people working cooperatively toward a common goal authority and leadership”. Psikologi industry dan organisasi adalah “Suatu studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental manusia dalam industry dan organisasi yang berorientasi pada system kegiatan yang terkoordinasi dari suatu kelompok orang yang bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan yang sama dibawa otoritas dan kepemimpinan tertentu.”
Perbedaan di antara psikologi Industri dan Organisasi dengan program-program Bisnis dapat dijelaskan melalui perbedaan yang diterapkan dalam psikologi. Psikologi Industri dan organisasi menerapkan prinsip-prinsip psikologi industry dan organisasi. Contohnya, prinsip-prinsip belajar digunakan untuk mengembangkan program-program training dan perencanaan insentif.
Prinsip-prinsip psikologi belajar dan social yang berguna membentuk kelompok-kelompok kerja yang lebih produktif dalam mengelola frustasi, konflik dan stress karyawan, sedangkan prinsip=pronsip motivasi dan emosi berguna untuk memotivasi dan meberi kepuasan dan meningkatkan produktifitas dan prestasi kerja.
Pada dasarnya pendekatan manajemen sumber daya manusia berusaha untuk membuat perencanaan dan staffing secara lebih efektif dan efisien dalam organisasi melalui wawancara sebagai sesuatu teknik yang dianggap bermakna mendapatkan karyawan terbaik sesuai dengan system organisasi yang ada. Tetapi, pendekatan psikologi industry dan organisasi mempertimbangkan wawancara sebagai salah satu teknik untuk menggali potensi 9ketrampilan dan keahlian) dan komptensi individu agar dapat ditempatkan pada jabatan yang sesuai dengan potensi dan kompetensinya (the right person in the right place), sehingga dapat melengkapi data dari beberapa alat alat seleksi yang lainnya seperti test psikologi, pengisian blanko aplikasi, dan assessment center (Asmot, 1995).
Perbedaan ruang lingkup psikologi industry dan organisasi dengan program manajemen sumber daya manusia atau program bisnis lain adalah :
·         Psikologi industry dan organisasi lebih mengkaji factor-faktor yang mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi;
·         Aspek-aspek yang lebih potensi yang terus-menerus berkembang dalam suatu organisasi seperti melatih potensi sumber daya manusia agar lebih berprestasi dan produktif, mengelola frustasi, konflik, dan stress kerja;
·         Meningkatkan kepuasan kerja karyawan;
·         Memotivasi karyawan agar lebih produktif;
·         Membina hubungan komunikasi antar atasan-bawahan.
Program-program bisnis memperkirakan daerah-daerah seperti accounting, marketing, dan transportasi, sedangkan program-psikologi industry dan organisasi hamper semua memfokuskan pada persoalan-persoalan sumber daya manusia (Penggans, Chandra, & McAlarnis, 1986), dijelaskan sebagai berikut.
Tabel 1
Perbandingan Lulusan Tingkat : MBA dengan Master I/O
Tipe Kerja Khusus I/O
Tipe Kerja Khusus MBA
Statistik
Metodologi Eksperimental
Teori Psikometri
Seleksi dan Penempatan Pekerja
Psikologi Organisasi
Training dan Pemgembangan Pekerja
Penilaian Kinerja
Analisis Kerja
Statistik
Penelitian Bisnis
Perilaku Organisasi
Kebijakan Administrasi
Ekonomi Manajemen
Manajemen Keuangan
Manajemen Marketing
Akunting Manajemen

Selain itu, psikologi industry organisasi berbeda juga dari psikologi klinis dan konseling. Psikologi industry dan organisasi mengarah secara intensif pada penelitian, metode-metode kuantitatif dan kualitatif, eksperimen, dan teknik-teknik testing.
Psikologi industry organisasi dilatih untuk menggunakan data empiris dan statistic daripada pertimbangan klinis dalam mengambil keputusan. Psikologi industry organisasi bukan psikologi klinis yang ada dalam industry, dan merekja bukan melakukan konseling ataupun terapi pada karyawan yang mengalami masalah dalam pekerjaan mereka.
Namun ada juga para psikologi yang bekerja dalam suatu organisasi melakukan pertolongan kepada para karyawan untuk mengatasi masalah seperti kecanduan minuman (alchoholic) dan obat-obatan (Adrug abuse). Jika tugas utamanya menolong karyawan mengatasi masalahnya, maka psikologi tersebut sebagai konselor atau psikolog klinis dari pada sebagai psikolog industry dan organisasi.
Satu alas an psikologi industry dan organisasi secara kontinu menambah popularitas adalah bahwa profesionalisme dalam satu bidang kerja dapat memberipengaruh positif dalam kehidupan orang lain.
Tabel 2 satu hari dalam suatu tipe kehidupan individu adalah sebagai berikut.


Tabel 2
Aktivitas
Penggunaan Waktu
Bekerja
Mengganti tugas
Menonton TV
Tidur
Makan
Lain-lain
8 jam
1 jam
3 jam
8 jam
2 jam
2 jam
Sumber : Aamot M.G. 1996. Applied Industrial/Organization Psychology. 2nd. Washington : Brooks/Cole Publishing Company.
Individu akan menggunakan waktunya lebih banyak di tempat kerja daripada kegiatan yang lainnya, kecuali mungkin individu menggunakan waktu untuk tidur. Jadi, itu membuat mereka merasa bahagia dan produktif dalam perjalanan mereka. Hal itu akan membuat mereka yang tidak bahagia dalam bekerja  karena hal itu akan dapat mempengaruhi juga terhadap kualitas kehidupan keluarga dan waktu luang mereka.
Dari perspektif social, psikologi industry dan organisasi juga menambah keefektifan pekerja, sehingga dapat memperbaiki kualitas produksi kembali dan mengurangi biaya materi/barang-barang, mengurangi perbaikan dan biaya penempatan ulang dengan meningkatkan efisiensi organisasi, dan dapat berhasil mengurangi setiap kegiatan seperti menunggu dalam satu jalur tertentu.
Jadi, psikologi industry dan organisasi dapat meningkatkan kualitas kehidupan pada tingkat yang sama, dan bahkan sering melebihi psikolog yang melakukan konseling dan dokter di bidang medis. Meskipun psikologi industry dan organisasi memperoleh gaji yang memadai, keuntungan yang nyata dan dampak pada pekerjaan mereka adalah berpengaruh positif terhadap kualitas kehidupan individu yang lain.
Menjelang jaman yang semakin modern, ilmu psikologi mulai memberikan pengaruh yang sangat besar pada berbagai aspek dan kualitas kehidupan masyarakat modern. Hal ini terlihat dari ilmuan yang berkecimpung pada bidang psikologi mulai aktif ikut berpastisipasi dan berkisar ke perguruan tinggi guna mengembangkan sayapnya menjadi staf pengajar, konselor atau psikolog bagi civitas akademika.

1 komentar:

  1. maaf sebelumnya..saya sekarang sedang skripsi tentang kleptomania..apakah saya boleh tahu buku referensi anada?dimana kau bisa dapatkan?terima kasih

    BalasHapus