Belajar Blog

Rabu, 14 Maret 2012

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

            Prestasi yang dapat dicapai seseorang individu merupakan interaksi dari berbagai factor yang mempengaruhi baik dalam diri subjek (factor internal) dan di luar subjek (factor eksternal).
Dijelaskan bahwa ada beberapa factor utama yang mempengaruhi prestasi belajar sebagai berikut :
1.      Faktor Internal (dari dalam diri siswa), yaitu factor keadaan jasmani (fisiologis) dan psikologis, meliputi :
a)      Yang termasuk faktor fisiologis, baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh misalnya :
-          Penglihatan : Anak yang kurang dalam penglihatannya atau misalnya rabun jauh atau rabun dekat. Maka yang rabun jauh duduk pada meja paling depan dan mereka yang rabun dekat harus duduk pada meja paling belakang agar mereka dapat melihat dan membaca tulisan di papan tulis dengan baik, sehingga anak dapat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.
-          Pendengaran : Bagi anak yang kurang mampu untuk mendengar dengan baik mereka ditempatkan pada deretan paling depan agar anak dapat menerima suara dengan baik, sehingga anak tersebut tidak terhambat proses belajarnya.
-          Struktur tubuh : Bagi anak yang mempunyai struktur tubuh pendek akan ditempatkan pada tempat duduk deretan paling depan supaya dapat melihat dan membaca tulisan di papan tulis dengan baik, dan anak yang berstruktur tubuh tinggi akan ditempatkan pada deretan paling belakang supaya tidak menghalang-halangi temannya yang membaca tulisan dipapan tulis sehingga proses belajarnya mengajar dapat berjalan dengan baik.
b)      Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh.
Misalnya :
-          Kecerdasan : Anak yang memiliki IQ tinggi dapat menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi. Anak yang normal IQ (90-110) dapat menamatkan SD tepat pada waktunya. Mereka yang memiliki IQ 110-140 dapat digolongkan cerdas, 140 ke atas tergolong genius. Golongan ini mempunyai potensi untuk dapat menyelesaikan pendidikan diperguruan tinggi jadi semakin tinggi IQ seseorang akan makin cerdas pula. Mereka yang mempunyai IQ kurang dari 90 tergolong lemah mental (mentally defective). Anak inilah yang banyak mengalami kesulitan belajar.
-          Bakat : adalah potensi atau kecakapan dasar yang di bawah sejak lahir. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda. Misalnya : seseorag anak yang berbakat dibidang teknik tetapi dibidang olah raga lemah. Jadi seseorang akan mudah mempelajari yang sesuai dengan bakat-bakatnya apabila seorang anak harus mempelajari bahan yang lain ia akan cepat bosan, mudah putus asa, dan tidak senang. Hal tersebut akan tampak pada anak suka menganggu kelas, berbuat gaduh, tidak mau mengikuti pelajaran sehingga nilainya rendah.
-          Minat : Tidak adanya minat seseorang anak terhadap suatu pelajaran akan timbul suatu kesulitan belajar. Belajar yang tidak ada minatnya mungkin tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhan, tidak sesuai dengan kecakapan, dan tidak sesuai dengan tipe-tipe khusus anak banyak menimbulkan problema pada dirinya. Karena itu pelajaranpun tidak pernah terjadi proses dalam otak, akibatnya timbul kesulitan dalam belajar.
-          Motivasi : Motivasi sebagai factor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengerahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan. Misalnya : anak yang memiliki motivasi yang besar akan semakin besar kesuksesan belajarnya sebaliknya anak yang motivasinya lemah maka akibatnya banyak mengalami kesulitan belajar sehingga prestasi belajarnya menurun.
-          Kepribadian : Dalam belajar tidak menyangkut segi intelek, tetapi juga menyangkut kepribadian yang dimiliki oleh anak tersebut, karena apabila anak yang memiliki kepribadian yang baik maka anak akan mempunyai mental yang sehat dan ketenangan dalam emosi sehingga dapat menimbulkan hasil belajar yang baik demikian juga belajar  yang selalu sukses akan membawa harga diri anak.

2.      Faktor eksternal yang mempengaruhi Prestasi Belajar diantaranya :
a)      Faktor social yang terdiri atas :
-          Lingkungan keluarga : Keluarga adalah ayah, ibu, dan anak serta family yang menjadi penguhi rumah. Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, cukup atau kurang perhatian dan bimbingan orang tua, rukun atau tidaknya kedua orang tua, akrab atau tidaknya hubungan orang tua dengan anak-anak, tenang atau tidaknya situasi dalam rumah, semuanya itu turut mempengaruhi tercapainya hasil belajar anak. Disamping itu, factor keadaan rumah juga turut mempengaruhi keberhasilan anakd dalam belajar.
-          Lingkungan sekolah : keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar. Kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas atau perlengkapan di sekolah, keadaan ruangan, jumlah murid per kelas, pelaksanaan tata tertib sekolah dan sebagainya, semua itu turut mempengaruhi keberhasilan belajar anak.
-          Lingkungan masyarakat : Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar. Bila disekitar tempat tinggal keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak lebih giat belajar. Tetapi sebaliknya, apabila tinggal di lingkungan banyak anak-anak yang nakal, tidak bersekolah, dan pengangguran, hal ini akan mengurangi semangat belajar atau dapat dikatakan tidak menunjang sehingga motivasi belajar kurang.
-          Lingkungan kelompok : Keadaan lingkungan tempat tinggal, juga sangat penting dalam mempengaruhi prestasi belajar. Keadaan lingkungan yang banyak sekali berkelompok dalam masyarakatnya misalnya : kelompok masyarakat anak mudanya suka bergerombol dan minum-minuman keras sambil main gitar maka hal ini akan membawa dampak negative bagi belajar anak, karena anak bisa terpengaruh untuk ikut dalam kelompok tersebut dan akan meninggalkan jam belajarnya sehingga prestasi belajarnya akan menurun.
b)      Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, dan iklim suasana lingkungan eksternal menyangkut banyak hal antara lain : Kondisi tempat (keberhasilan, letak sekolah, pengaturan fisik kelas, ketenangan, dan kegaduhan), cuaca (suhu udara, mendung, hujan, kelembaban), waktu (pagi, siang, sore, petang, malam), penerangan (berlampu, sinar matahari, gelap, remang-remang) dan sebagainya. Faktor-faktor ini akan mempengaruhi sikap dan reaksi individu dalam aktifitas belajarnya, sebab individu yang belajar adalah interaksi dengan lingkungannya.
c)      Faktor Budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian. Kebudayaan yang ada dimana anak itu hidup, sangat mempengaruhi tingkah laku atau kepribadiannya. Misalnya : adat istiadat, tradisi, pandangan masyarakat dan lain sebagainya akan mampu membentuk sikap mental serta kelakuan anak. Anak yang hidup dipedesaan, biasanya lebih cepat memperoleh kematangan bila dibandingkan dengan anak-anak yang hidup dikota. Anak yang lebih banyak mendapatkan kesempatan belajar baik formal maupun nonformal, akan lebih banyak memperoleh pengetahuan dan pengalaman, serta akan lebih cepat mencapai kematangan intelektual maupun emosionalnya bila dibandingkan dengan anak yang kurang memperoleh kesempatan belajar.
d)     Faktor lingkungan spiritual atau keamanan : apabila bertempat tinggal dalam lingkungan keluarga yang beragama sehingga anak akan merasa aman, tenang dalam hal ini akan berpenaruh positif terhadap belajar anak karena anak tidak merasa takut dan cemas lagi sehingga dapat berkonsentrasi dalam pelajarannya.
Faktor-faktor tersebut di atas saling berintegrasi secara langsung atau tidak langsung dalam mendukung dan mencapai prestasu belajar. Dari sekian banyak factor yang mempengaruhi belajar,dapat digolongkan menjadi tiga macam factor-faktor stimuli belajar, factor-faktor metode belajar dan factor individual.
Dalam proses belajar ada beberapa tingkat kesulitan terdiri atas empat kelompok :
1)      Dilihat dari jenis kesulitan belajar, berat, dan ringannya materi;
2)      Dilihat dari bidang studi yang di pelajari, sebagian atau keseluruhan bidang studi;
3)      Dilihat dari tingakt kesulitan, permanen, dan sementara;
4)      Dilihat dari factor penyebab, intelegensi, non-intelegensi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar